Back to Bali – 02 Mei 2026 | Persija Jakarta memasuki fase krusial Liga Super 2025/2026 dengan semangat yang tak pernah lebih tinggi. Kemenangan telak 4-0 atas Pesis Solo pada pekan ke‑30 menjadi batu loncatan, menegaskan bahwa Macan Kemayoran kini mengincar hasil maksimal pada empat laga terakhir musim ini.
Striker andalan tim, Shayne Pattynama, menegaskan tekadnya dalam sebuah pernyataan resmi klub pada Jumat, 1 Mei 2026. “Pertandingan itu terasa seperti empat final bagi kami,” ujar Shayne. Ia menambahkan bahwa kemenangan tanpa kebobolan menjadi bukti kesiapan mental tim untuk menaklukkan setiap lawan yang tersisa.
Di sisi lain, gelandang kreatif Dony Tri Pamungkas menekankan pentingnya fokus pada setiap laga secara terpisah. “Kami tetap menatap satu pertandingan demi satu pertandingan,” kata Dony dengan keyakinan. Bagi Dony, konsistensi dan disiplin taktis menjadi kunci utama untuk mengamankan tiga poin di setiap pertemuan.
Secara klasemen sementara, Persija berada di posisi ketiga dengan 62 poin, terpaut enam angka dari pemuncak klasemen, Persib Bandung, dan Borneo FC. Dengan empat pertandingan tersisa, jalur juara masih terbuka asalkan Persija mampu menyapu bersih dan rival utama tidak memperbaiki hasil mereka. Secara matematis, skenario yang paling realistis adalah mengumpulkan 12 poin tambahan sambil menunggu penurunan performa lawan.
- Pekan ke‑31: Persija vs. Arema FC (kandang)
- Pekan ke‑32: Persija vs. PSIS Semarang (tandang)
- Pekan ke‑33: Persija vs. PSM Makassar (kandang)
- Pekan ke‑34: Persija vs. Bali United (tandang)
Pelatih Persija, yang belum disebutkan namanya dalam laporan, menyiapkan formasi yang mengoptimalkan sinergi antara Shayne di lini serang dan Dony di tengah lapangan. Pergantian pemain dibatasi untuk menjaga ritme, sementara skema serangan cepat dan pressing tinggi diharapkan memanfaatkan kecepatan Shayne serta visi bermain Dony.
Para pengamat menilai bahwa keempat lawan Persija memiliki pertahanan yang cukup rapuh, namun tidak menutup kemungkinan kejutan. Jika Macan Kemayoran dapat mengeksekusi rencana taktis dengan disiplin, peluang untuk melampaui Persib dan Borneo menjadi sangat nyata. Tekad yang ditunjukkan oleh kedua bintang ini, dipadu dengan dukungan suporter yang terus mengisi stadion, menjadi faktor psikologis penting menjelang akhir musim.
Dengan semangat yang menggelora dan tekad untuk menjadikan empat laga terakhir sebagai “empat final”, Persija Jakarta menatap peluang juara yang belum pasti namun sangat menggairahkan. Jika semua elemen bekerja selaras—kualitas individu, kedisiplinan tim, dan kondisi lawan—maka harapan Macan Kemayoran untuk menutup musim dengan gelar utama tidak lagi sekadar impian.













