Harga Emas UBS dan Galeri24 Merosot Tajam, UBS Tetap Optimis pada Silver Meski Harga Logam Turun

Back to Bali – 27 Maret 2026 | Jakarta, 27 Maret 2026 – Harga emas buatan UBS dan Galeri24 yang diperdagangkan di jaringan Pegadaian mengalami..

3 minutes

Read Time

Harga Emas UBS dan Galeri24 Merosot Tajam, UBS Tetap Optimis pada Silver Meski Harga Logam Turun

Back to Bali – 27 Maret 2026 | Jakarta, 27 Maret 2026 – Harga emas buatan UBS dan Galeri24 yang diperdagangkan di jaringan Pegadaian mengalami penurunan signifikan pada Jumat pagi. Harga emas UBS turun menjadi Rp2.841.000 per gram, sedangkan Galeri24 terpangkas menjadi Rp2.827.000 per gram. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan pergerakan pasar global yang dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat dan kenaikan harga minyak mentah.

Rincian Harga Emas di Pegadaian

Data resmi Pegadaian mencatat bahwa pada pukul 07.32 WIB, harga emas UBS mengalami penurunan Rp21.000 dibandingkan harga sebelumnya yang berada di Rp2.862.000 per gram. Galeri24 juga mengalami penurunan Rp24.000 menjadi Rp2.827.000 per gram dari level Rp2.849.000. Antam, produk lokal, tetap berada pada harga Rp2.950.000 per gram pada saat yang sama.

Harga jual emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu‑waktu, tergantung pada fluktuasi pasar internasional serta kebijakan fiskal terkait pajak penjualan dan buyback. Untuk UBS, kuantitas penjualan tersedia antara 0,5 gram hingga 500 gram, sementara Galeri24 dapat diperdagangkan dalam rentang 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Faktor-faktor Penurunan Harga

Penurunan harga emas dipicu oleh tiga faktor utama. Pertama, penguatan dolar AS yang membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Kedua, kenaikan harga minyak mentah yang meningkatkan ekspektasi inflasi serta menambah tekanan pada kebijakan suku bunga global. Ketiga, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, di mana spekulasi tentang gencatan senjata memengaruhi sentimen risiko pasar.

Menurut data pasar spot, harga emas per ounce pada Jumat mencapai USD 4.384,38, turun 2,7 % dibandingkan hari sebelumnya. Kontrak berjangka untuk pengiriman April mencatat penurunan 3,9 % menjadi USD 4.376,3. Analis Kitco Metals, Jim Wyckoff, menilai bahwa harga emas tertekan oleh ekspektasi kenaikan suku bunga dan inflasi yang masih tinggi.

UBS Tetap Bullish pada Silver

Di sisi lain, UBS Group AG – bank investasi asal Swiss – tetap mempertahankan pandangan bullish terhadap perak (silver) meski harga logam tersebut mengalami koreksi. UBS memperkirakan bahwa perak dapat kembali menguat bila konflik di Timur Tengah mereda dan kebijakan moneter melonggarkan tekanan suku bunga.

Bank tersebut menyoroti bahwa perak memiliki peran ganda sebagai logam industri dan safe‑haven, sehingga permintaannya dapat meningkat seiring pulihnya aktivitas manufaktur. UBS mencatat bahwa meskipun harga perak turun dalam minggu terakhir, fundamental permintaan jangka panjang tetap kuat.

Dampak Harga Minyak dan Kebijakan Ekonomi

UBS juga mengirimkan pesan mengenai hubungan antara harga minyak dan kondisi ekonomi global. Kenaikan harga minyak diprediksi akan menambah beban inflasi, yang pada gilirannya dapat memaksa bank sentral utama untuk mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga. Langkah tersebut berpotensi menurunkan daya tarik logam mulia bagi investor yang mencari perlindungan nilai.

Namun, UBS menekankan bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat tidak serta merta menurunkan semua logam mulia secara bersamaan. Mereka menilai bahwa perak, dengan penggunaan industri yang lebih luas, memiliki ruang pernapasan yang lebih besar dibandingkan emas dalam kondisi suku bunga tinggi.

Analisis Pakar dan Prediksi Kedepan

Para analis pasar di Indonesia memperkirakan bahwa harga emas UBS dan Galeri24 dapat tetap berada pada kisaran Rp2.800.000‑Rp2.900.000 per gram selama minggu depan, kecuali ada perubahan signifikan pada nilai tukar dolar atau kebijakan suku bunga Fed. Sementara itu, UBS menargetkan harga perak dapat mencapai USD 6,00 per ounce dalam jangka menengah apabila tekanan geopolitik mereda.

Investor disarankan untuk memantau indikator makroekonomi utama, termasuk data inflasi AS, pergerakan dolar, serta laporan persediaan minyak mentah dari OPEC+. Keputusan pembelian atau penjualan emas dan perak sebaiknya didasarkan pada analisis risiko dan profil investasi masing‑masing.

Secara keseluruhan, penurunan harga emas UBS dan Galeri24 mencerminkan dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh faktor mata uang, energi, dan geopolitik. Meskipun demikian, optimisme UBS terhadap perak menunjukkan bahwa peluang investasi pada logam mulia tetap ada, terutama bagi pelaku yang mampu mengelola volatilitas dengan cermat.

About the Author

Zillah Willabella Avatar