Back to Bali – 03 Mei 2026 | Pada Sabtu, 3 Mei 2026, Dall’Ara menjadi saksi pertempuran sengit antara Bologna dan Cagliari yang berakhir dengan hasil imbang 0-0. Pertandingan yang berlangsung dalam suhu 23°C ini tidak menyajikan gol, namun menyuguhkan momen emosional yang mengingatkan pada legenda balap Alex Zanardi, yang baru saja meninggal dunia dan lahir di kota Bologna.
Tributa untuk Alex Zanardi
Sejak menit pertama, sorakan para pendukung mengalir sebagai penghormatan kepada Zanardi. Seluruh stadion menampilkan spanduk dan tepuk tangan tanpa henti, menciptakan atmosfer yang lebih dari sekadar pertandingan sepak bola. Momen tersebut diakhiri dengan menit hening sebelum peluit pertama ditiup.
Babak pertama: Kesempatan terbatas
Serangan pertama datang pada menit ke-3 ketika Cagliari menekan zona pertahanan Bologna. Bola berulang di area gawang, Dossena melakukan sundulan, namun Deiola yang berada di posisi offside mematahkan peluang tersebut. Pada menit ke-10, Deiola kembali terjebak dalam posisi offside, kali ini setelah menerima umpan dari Esposito.
Pada menit ke-17, Esposito menembakkan bola ke arah Deiola yang berada di posisi reguler, namun tendangan tersebut meleset ke sisi kanan gawang Pessina. Kesempatan pertama Bologna muncul pada menit ke-26 ketika Bernardeschi menemukan ruang dan melepaskan tendangan kiri dari tepi kotak penalti, namun diselamatkan oleh Pessina dengan tekel menjebol.
Masalah fisik mulai mengganggu Cagliari pada menit ke-42 ketika Deiola harus keluar lapangan karena cedera pada paha kanan. Penggantinya, mantan pemain Bologna, Sulemana, masuk menggantikan posisi tengah penyerang. Sementara itu, Bologna mengalami sedikit tekanan, namun tidak mampu memanfaatkan peluang yang ada.
Babak kedua: Pertahanan bertahan, peluang semakin tipis
Setelah jeda singkat, kedua tim kembali melanjutkan permainan dengan pola permainan yang sama: pertahanan solid dan serangan yang terfragmentasi. Pada menit ke-44, Palestra mengirimkan umpan silang ke sisi kanan, namun Folorunsho gagal mengontrol bola dan Cagliari kehilangan kesempatan.
Menit ke-45 menyaksikan Esposito menerima umpan di dalam kotak penalti, namun tembakan kirinya berhasil dipatahkan oleh Pessina dalam dua kali percobaan. Di menit ke-49, Sulemana menendang keras namun bola hanya meleset tipis ke luar tiang.
Sepanjang sisa waktu, kedua pelatih memilih taktik defensif, berusaha menghindari kebobolan. Upaya Bologna untuk menciptakan peluang lewat serangan sayap kiri juga tidak menghasilkan tembakan tepat sasaran. Pertandingan pun berakhir tanpa gol, menambah catatan tiga pertandingan beruntun tanpa mencetak gol bagi masing-masing tim.
Statistik utama
- Skor akhir: Bologna 0 – 0 Cagliari
- Possession: Bologna 48% – 52% Cagliari
- Tembakan ke arah gawang: Bologna 3 – 2 Cagliari
- Offside: Bologna 2 – 3 Cagliari
- Cedera: Deiola (Cagliari) keluar pada menit ke-42
Dengan hasil ini, Bologna tetap berada di posisi menengah klasemen Serie A, sementara Cagliari harus berjuang lebih keras untuk keluar dari zona degradasi. Kedua tim kini harus mengevaluasi strategi ofensif mereka, mengingat gol yang belum berhasil diciptakan selama tiga pertemuan beruntun.
Secara keseluruhan, meski tanpa gol, pertandingan ini menawarkan sentimen kuat yang menggabungkan sportivitas sepak bola dengan penghormatan kepada pahlawan lokal. Para suporter dan pemain meninggalkan lapangan dengan rasa hormat yang mendalam, menandai bahwa olahraga tidak hanya tentang kemenangan, melainkan juga tentang kebersamaan dan kenangan.













