Jannik Sinner Cetak Rekor Baru di Madrid Open: Lima Gelar Masters 1000 Beruntun!

Back to Bali – 04 Mei 2026 | Jannik Sinner, petenis asal Italia berperingkat satu dunia, menegaskan dominasinya di sirkuit ATP setelah menjuarai Madrid Open..

2 minutes

Read Time

Jannik Sinner Cetak Rekor Baru di Madrid Open: Lima Gelar Masters 1000 Beruntun!

Back to Bali – 04 Mei 2026 | Jannik Sinner, petenis asal Italia berperingkat satu dunia, menegaskan dominasinya di sirkuit ATP setelah menjuarai Madrid Open 2026 dengan kemenangan gemilang melawan Alexander Zverev. Pada final yang berlangsung di Caja Magica, Madrid, Sinner mengalahkan Zverev dengan skor 6-1, 6-2, menjadikannya petenis pertama yang berhasil meraih lima gelar ATP Masters 1000 secara beruntun.

Keberhasilan tersebut sekaligus memperpanjang rekor kemenangan beruntun Sinner menjadi 23 pertandingan tanpa terkalahkan. Dengan pencapaian ini, ia bergabung dalam lingkaran eksklusif bersama legenda tenis Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic yang sebelumnya mencatatkan empat gelar Masters 1000 beruntun.

Dominasi di Lapangan

Sejak awal set pertama, Sinner tampil agresif dan mengendalikan ritme permainan. Ia mematahkan servis Zverev, mencetak ace pada game pertama, dan menutup set pertama dengan 6-1. Pada set kedua, meski Zverev mencoba bangkit, Sinner tetap konsisten, memanfaatkan break penting pada game ketiga dan ketujuh sebelum menutup pertandingan 6-2.

Setelah kemenangan, Sinner mengakui performanya sangat solid. “Hari ini saya bermain sangat solid. Sascha tidak bermain terlalu baik hari ini. Saya sadar jika tidak mendapatkan break lebih awal, dia akan mendapatkan kepercayaan diri,” ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Rekam Jejak dan Tantangan Mendatang

Rekor lima gelar Masters 1000 beruntun menempatkan Sinner pada posisi yang belum pernah dicapai sebelumnya. Ia menegaskan bahwa tidak berniat membandingkan diri dengan tiga raksasa tenis—Federer, Nadal, dan Djokovic—yang telah mendominasi selama satu dekade atau lebih. “Saya hanya mencoba membuat jejak saya sendiri. Saya melakukannya untuk diri saya, bukan demi rekor,” katanya, menambah kedalaman karakter atletik yang rendah hati.

Absennya rival utama seperti Carlos Alcaraz karena cedera pergelangan tangan menambah peluang Sinner untuk melanjutkan penampilan impresifnya di turnamen-turnamen mendatang, termasuk Grand Slam Roland Garros yang akan datang. Dengan performa konsisten di tanah liat, Sinner diprediksi menjadi kandidat kuat untuk merebut gelar juara di Paris.

Reaksi Lawan dan Pengamat

  • Alexander Zverev mengakui kelelahan yang dirasakannya setelah turnamen yang panjang, terutama karena harus bermain hingga larut malam.
  • Para pengamat menilai bahwa Sinner kini menjadi petenis paling sulit dikalahkan di sirkuit ATP, menandai pergeseran kekuasaan dalam dunia tenis.

Selain itu, dalam turnamen lain seperti Italian Open, Sinner dijadwalkan akan bersaing melawan Novak Djokovic di final, menambah drama persaingan antara generasi baru dan veteran. Meskipun demikian, Sinner tetap fokus pada persiapan Roland Garros, mengingat pentingnya menyesuaikan strategi di permukaan tanah liat.

Dengan catatan kemenangan beruntun, mentalitas kompetitif, dan kemampuan fisik yang terus terasah, Jannik Sinner tampaknya berada pada puncak kariernya. Keberhasilannya di Madrid Open tidak hanya menambah trofi pribadi, tetapi juga menandai era baru dalam tenis pria, di mana generasi muda siap mengambil alih tahta dunia.

About the Author

Bassey Bron Avatar