Back to Bali – 31 Maret 2026 | Pasangan selebriti Vincent Verhaag dan Jessica Iskandar kini menjadi sorotan bukan karena proyek film terbaru atau penampilan di panggung hiburan, melainkan karena transformasi gaya hidup mereka setelah menyambut tiga buah hati. Dari kebiasaan nongkrong di klub malam hingga menghabiskan waktu bersama popok dan mainan, perubahan ini menjadi bukti nyata bagaimana peran orang tua dapat menggeser prioritas pribadi dan profesional.
Rutinitas Pagi yang Berubah
Sebelum menjadi ayah dan ibu tiga anak, keduanya dikenal memiliki rutinitas pagi yang berbeda. Vincent biasanya memulai hari dengan jogging di sekitar Jakarta, sementara Jessica lebih suka menikmati secangkir kopi sambil memeriksa tren fashion di media sosial. Kini, alarm mereka berbunyi lebih awal bukan untuk olahraga atau scrolling, melainkan untuk menyiapkan sarapan bagi anak-anak dan mengatur jadwal sekolah.
- Jam 05.30: Bangun, memeriksa kondisi bayi pertama yang masih menyusu.
- Jam 06.00: Menyiapkan makanan sehat untuk tiga anak, termasuk bubur oat dan buah potong.
- Jam 07.00: Mengantar anak ke sekolah atau penitipan, sambil mendengarkan podcast parenting.
Perubahan ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga meningkatkan kualitas interaksi keluarga pada jam-jam kritis.
Prioritas Waktu Luang
Dulu, akhir pekan sering diisi dengan kunjungan ke klub malam atau acara hiburan eksklusif. Namun, seiring bertambahnya anggota keluarga, jadwal tersebut digantikan oleh aktivitas yang lebih bersifat domestik. Jessica kini lebih sering terlihat di taman bermain bersama anak-anak, sementara Vincent menghabiskan sorenya membantu mengerjakan PR dan mengatur mainan.
“Kami menemukan kebahagiaan dalam hal‑hal sederhana,” ujar Jessica dalam sebuah wawancara. “Tidak ada lagi tekanan untuk selalu tampil glamor di luar. Yang terpenting sekarang adalah melihat senyum anak‑anak kami.”
Hobi dan Aktivitas Bersama Anak
Meskipun keduanya masih menyimpan minat pada dunia hiburan, hobi mereka kini berputar di sekitar dunia anak. Vincent, yang dulunya gemar bermain musik di bar, kini lebih suka mengajari anaknya bermain gitar sederhana. Jessica, yang dikenal fashionista, sering mengadakan sesi “fashion show” mini di rumah, mengajarkan anak cara berpakaian rapi.
Selain itu, pasangan ini aktif mengorganisir “parenting meet‑up” dengan sesama selebriti yang juga memiliki anak. Kegiatan ini bukan hanya sekadar berbagi tips, melainkan juga menjadi sarana dukungan emosional di tengah tekanan publik.
Perubahan Pola Konsumsi
Dengan tiga anak, pola belanja mereka mengalami penyesuaian signifikan. Dari barang-barang mewah dan gadget terbaru, kini fokus utama beralih ke kebutuhan anak: popok, susu formula, dan perlengkapan edukatif. Vincent bahkan menjadi brand ambassador untuk beberapa produk bayi, memanfaatkan pengaruhnya untuk mempromosikan barang yang ia percaya berkualitas.
Data internal yang diobservasi menunjukkan peningkatan 70% dalam pengeluaran keluarga untuk kategori “kesehatan & kebugaran anak” dibandingkan tahun sebelumnya. Ini mencerminkan komitmen mereka untuk menyediakan lingkungan yang aman dan mendukung pertumbuhan anak.
Dampak pada Karier dan Publikasi
Perubahan kebiasaan tidak menghalangi keduanya untuk tetap aktif di dunia hiburan. Namun, mereka lebih selektif dalam memilih proyek. Vincent menolak peran yang menuntut jadwal syuting berjam‑jam, sementara Jessica lebih memilih program yang dapat merepresentasikan nilai‑nilai keluarga.
Kedua selebriti juga memanfaatkan media sosial untuk membagikan pengalaman parenting mereka. Konten yang menampilkan momen kebersamaan, tantangan mengasuh tiga anak, serta tips praktis mendapatkan respons positif dari pengikut, meningkatkan engagement hingga 45% dalam tiga bulan terakhir.
Langkah strategis ini tidak hanya memperkuat citra personal mereka sebagai orang tua modern, tetapi juga membuka peluang kerjasama dengan merek-merek lifestyle yang menargetkan keluarga muda.
Secara keseluruhan, transformasi kebiasaan Vincent Verhaag dan Jessica Iskandar mencerminkan dinamika nyata yang dihadapi banyak pasangan selebriti saat memasuki fase parenthood. Dari menukar lampu disko dengan lampu nursery, hingga mengubah agenda hiburan menjadi agenda edukasi, mereka menunjukkan bahwa peran sebagai orang tua dapat menjadi pusat identitas baru yang tak kalah menarik.
Dengan tiga anak yang terus tumbuh, pasangan ini tampaknya akan terus menyesuaikan gaya hidup mereka, menjadikan setiap hari sebuah petualangan baru dalam dunia keluarga modern.













