Back to Bali – 31 Maret 2026 | Latihan intensif yang dijalankan Persib Bandung belakangan ini menimbulkan keluhan keras dari para pemain, termasuk bek asal Belanda Dion Markx. Menurut Markx, menu latihan yang diberikan terasa “seperti ingin membunuh kami” karena beban fisik yang sangat berat, namun ia tetap optimistis bahwa kondisi tim akan semakin siap menghadapi sisa pertandingan musim Liga Super 2025/2026.
Intensitas Latihan yang Meningkat
Setelah libur Lebaran yang berakhir pada 25 Maret 2026, pelatih Persib kembali menggelar sesi latihan kelompok dengan program yang dirancang oleh staf kebugaran, khususnya pelatih fisik Miro. Program individu tersebut wajib dijalankan secara disiplin oleh setiap pemain, meski sebagian besar masih melakukan latihan mandiri selama libur. Markx menegaskan, “Kondisi saya bagus. Kami mendapat program dari Miro dan saya menjalankannya dengan disiplin.”
Namun, ia mengakui bahwa beban latihan kini jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. “Latihan sekarang sangat berat. Seolah kami dipaksa mencapai batas maksimal karena akan menjalani sembilan pertandingan dalam waktu dekat,” ujarnya. Menu latihan meliputi rangkaian sprint, latihan ketahanan, serta sesi taktik yang memaksa pemain menahan rasa lelah hingga batas toleransi.
Kondisi Fisik Dion Markx Semakin Bugar
Di tengah keluhan tersebut, Markx menegaskan bahwa kondisi fisiknya menunjukkan peningkatan signifikan. Ia menyatakan bahwa kebugaran pribadi serta seluruh skuad berada dalam “tren kebugaran yang sama”. Hal ini penting mengingat Persib kini menempati puncak klasemen dengan keunggulan empat poin dan memiliki agenda padat sembilan laga hingga akhir kompetisi.
Menurut Markx, program latihan berat bukan sekadar menguji stamina, melainkan menjadi fondasi untuk menjaga konsistensi performa. “Semua pemain bisa melaluinya. Ini persiapan yang sangat bagus untuk sembilan pertandingan sisa, dan kami memang membutuhkan itu,” katanya. Ia menambahkan bahwa suasana dalam tim tetap kondusif dan tidak terbebani tekanan berlebih.
Jadwal Padat Menjelang Akhir Musim
- 26 Mei 2026: Persib vs. Semen Padang FC (Stadion Haji Agus Salim, Padang)
- Berikutnya: delapan pertandingan berurutan melawan klub-klub papan atas Liga Super.
Dengan jadwal yang begitu rapat, pelatih Persib berusaha memaksimalkan kebugaran pemain agar setiap laga dapat dimainkan dengan intensitas penuh. Strategi ini dianggap krusial mengingat persaingan di puncak klasemen sangat ketat.
Semangat Juara dan Fokus Tim
Markx menegaskan bahwa Persib tidak berniat menyia-nyiakan peluang meraih gelar. “Setiap pertandingan kami anggap sebagai final. Jika kami bisa terus bekerja keras bersama, peluang untuk meraih kemenangan akan semakin besar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kualitas pemain Persib sudah cukup untuk menuntaskan musim dengan hasil maksimal, asalkan tetap fokus dan menjaga kebugaran.
Selain aspek fisik, Markx juga menyoroti pentingnya mental yang kuat. “Semua tetap tenang. Jika kami bisa mempertahankan performa seperti sebelumnya, kami punya peluang besar untuk menjadi juara,” ia menutup pernyataannya. Dengan tekad kuat dari kapten lini belakang dan dukungan penuh staf kebugaran, Persib berharap dapat menyalurkan energi latihan “tersiksa” menjadi performa unggul di lapangan.
Jika program berat ini berhasil menambah stamina serta kecepatan pemain, Persib berpeluang besar memperlebar jarak poin di atas pesaing. Sementara itu, para pemain diharapkan tetap menjaga pola istirahat, nutrisi, dan pemulihan untuk menghindari cedera menjelang fase krusial musim.
Kesimpulannya, meski menu latihan Persib menimbulkan rasa “tersiksa” di kalangan pemain, Dion Markx yakin bahwa intensitas tersebut merupakan langkah strategis demi mempertahankan posisi puncak klasemen dan mengamankan gelar juara. Dengan kebugaran yang terus membaik dan semangat juara yang menggelora, Maung Bandung siap menghadapi tantangan akhir musim.













