Back to Bali – 08 Mei 2026 | Palembang – Sebuah tragedi menimpa bus Antar Lintas Sumatra (ALS) yang menabrak truk tangki bahan bakar di Muratara, Kabupaten Musi Rawas Utara, pada Rabu (6/5/2026). Kecelakaan yang menewaskan puluhan penumpang menimbulkan pertanyaan serius tentang kondisi jalan di Sumatera Selatan, terutama setelah Gubernur Herman Deru sebelumnya menyatakan bahwa 90 persen jaringan jalan provinsi sudah dalam kondisi mulus.
Insiden dan Respon Awal
Menurut laporan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Selatan, tim khusus telah dikerahkan untuk memeriksa penyebab kecelakaan. Kepala BPTD, Nurhadi Unggul Wibowo, menjelaskan bahwa tim yang dikirim memiliki kompetensi sebagai penguji kendaraan bermotor dan akan berkoordinasi dengan kepolisian serta instansi terkait lainnya. “Sudah ada, kami menugaskan staf yang mempunyai kompetensi penguji kendaraan bermotor ke sana,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Musni Wijaya, menegaskan bahwa tim gabungan yang meliputi Dishub, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Jasa Raharja, dan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel telah berangkat sejak subuh untuk melakukan penyelidikan lapangan. “Informasi awal yang kami terima menyatakan kecelakaan tersebut bukan disebabkan kendaraan tidak laik jalan, melainkan faktor lain yang masih dalam penyelidikan,” kata Musni.
Fakta Administratif Kendaraan
Pemeriksaan administrasi menunjukkan bahwa uji berkala kendaraan (KIR) bus dengan nomor polisi BK 7778 DL masih aktif. Namun, izin angkutan penumpang bus tersebut telah kedaluwarsa. “Kalau bus masih aktif. Untuk izin angkutan betul, sudah kedaluwarsa,” klarifikasi Nurhadi.
Klaim Gubernur dan Reaksi Publik
Gubernur Sumsel, Herman Deru, beberapa hari sebelumnya menegaskan bahwa 90 persen jalan provinsi dalam kondisi baik dan layak guna. Pernyataan itu menuai kritik setelah terungkap bahwa lubang pada jalan di Muratara menjadi pemicu utama tabrakan antara bus ALS dan truk tangki. Masyarakat dan pengamat infrastruktur menilai klaim tersebut belum didukung data yang transparan, mengingat kejadian ini menyoroti adanya titik-titik kerusakan jalan yang belum diperbaiki.
Beberapa tokoh politik dan aktivis transportasi menuntut pemerintah daerah untuk melakukan audit menyeluruh terhadap jaringan jalan. Mereka menekankan pentingnya pemeliharaan rutin, terutama pada ruas-ruas yang menjadi jalur utama transportasi umum seperti rute ALS yang melintasi wilayah Sumsel.
Langkah Pemerintah dan Penyelidikan Selanjutnya
Tim BPTD bersama Polri akan melakukan pemeriksaan fisik di lokasi kecelakaan, mengidentifikasi kedalaman lubang, kondisi permukaan jalan, serta menilai apakah faktor teknis kendaraan berkontribusi pada kejadian. Hasil temuan diharapkan dapat memberikan gambaran jelas mengenai tanggung jawab antara pihak pengelola jalan dan operator transportasi.
Jika terbukti bahwa kerusakan jalan menjadi penyebab utama, pemerintah provinsi diperkirakan akan mempercepat program perbaikan infrastruktur, termasuk penambahan anggaran khusus untuk penanganan jalan rusak. Di sisi lain, jika penyelidikan menemukan kelalaian operator bus dalam hal izin dan pemeliharaan, maka tindakan hukum terhadap perusahaan ALS dapat dipertimbangkan.
Implikasi bagi Kebijakan Transportasi
- Peninjauan kembali target persentase kelancaran jalan yang diumumkan pemerintah provinsi.
- Peningkatan koordinasi antara BPTD, Dishub, dan kepolisian dalam pemantauan kondisi jalan secara berkala.
- Penerapan sistem pelaporan jalan rusak berbasis masyarakat untuk mempercepat respons perbaikan.
- Pengawasan ketat terhadap izin operasional perusahaan transportasi publik.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa klaim statistik tanpa verifikasi lapangan dapat menimbulkan ketidakpercayaan publik. Kesiapan infrastruktur jalan merupakan faktor kunci dalam menjamin keselamatan penumpang, terutama pada rute-rute transportasi massal yang melintasi wilayah pedesaan.
Ke depannya, hasil penyelidikan BPTD dan Polri akan menjadi acuan utama bagi pemerintah Sumsel dalam merumuskan kebijakan perbaikan jalan. Masyarakat berharap bahwa tragedi ini tidak terulang, dan bahwa komitmen pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur dapat diwujudkan secara nyata.













