Back to Bali – 08 Mei 2026 | Jakarta, 7 Mei 2026 – Kembali mengemuka, kasus mantan asisten rumah tangga (ART) milik komedian Andre Taulany, Erin Wartia, memicu sorotan publik setelah munculnya keterangan tambahan dari penyalur ART, Nia Damanik. Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan memeriksa Nia pada Kamis (7/5) terkait laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan Erin terhadap Herawati, mantan ART yang sebelumnya bekerja di rumah keluarga tersebut.
Latar Belakang Kasus
Menurut keterangan yang diberikan Nia Damanik, Herawati melaporkan bahwa pemukulan yang dialaminya terjadi karena perselisihan kecil seputar kebersihan rumah. “Dia WA saya, menanyakan kenapa bisa dipukul. Erin mengatakan karena gorden tidak ditutup, ada debu di tong sampah, dan kamar mandi tidak dibersihkan,” ujar Nia melalui kuasa hukumnya, Natalius Bangun. Selain kekerasan fisik, Herawati juga mengaku menerima hinaan verbal seperti “bodoh”, “tolol”, “bego”, dan “gembel” dari Erin.
Penyalur Nia Damanik Menolak Tuduhan Erin
Erin Wartia sebelumnya menuduh Nia Damanik tidak serius dalam menanggapi komplain, bahkan mengklaim bahwa penyalur tidak menyediakan pengganti ART yang diminta sejak awal April. Nia menepis hal tersebut dengan tegas, menyatakan bahwa tiga kandidat pengganti telah diajukan namun semuanya ditolak oleh Erin karena preferensi khusus, yakni meminta ART berkulit Jawa. “Kami sudah mengirimkan tiga kali, tetapi dia menolak,” jelas Nia di Polres Metro Jakarta Selatan.
Natalius Bangun menambahkan bahwa seluruh proses penawaran pengganti telah tercatat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) beserta bukti chat yang lengkap. “Semua bukti sudah ada, kami siap memaparkannya pada konferensi pers yang dijadwalkan,” ujarnya.
Daftar Hitam dan Rencana Konferensi Pers
Menanggapi perilaku temperamental Erin, Nia mengumumkan bahwa nama Erin telah masuk dalam daftar hitam (blacklist) di kalangan yayasan penyalur ART. “Trauma jelas terasa, dan saya tidak akan menyalurkan lagi pekerja ke rumah yang bersangkutan,” kata Nia.
Tim kuasa hukum Herawati dan Nia berencana mengadakan konferensi pers pada Sabtu, 10 Mei 2026 di kawasan Tebet. Acara tersebut akan menampilkan bukti-bukti chat, rekaman suara, dan dokumen lain yang memperkuat laporan penganiayaan serta menanggapi bantahan Erin yang juga melaporkan pencemaran nama baik terhadap penyalur.
Reaksi Erin dan Pihak Terkait
Erin Wartia membantah tuduhan penganiayaan dan menegaskan bahwa ia telah melaporkan pencemaran nama baik terhadap Nia. Ia menyatakan bahwa penyalur memang menolak penggantian karena tidak memenuhi kriteria yang diinginkannya, bukan karena kelalaian.
Polisi masih melanjutkan penyelidikan, sementara kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan figur publik, Andre Taulany, serta menyingkap dinamika hubungan kerja antara majikan dan ART di Indonesia.
Kasus ini juga menyoroti pentingnya regulasi yang jelas dalam penyaluran tenaga kerja rumah tangga, termasuk prosedur pengaduan, mekanisme penggantian, serta perlindungan hukum bagi pekerja domestik.
Dengan konferensi pers yang akan datang, diharapkan semua pihak dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap dan transparan mengenai fakta-fakta sebenarnya, sekaligus memberikan keadilan bagi korban serta menegakkan standar etika dalam industri penyaluran ART.
Pengembangan kebijakan yang lebih ketat diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan, melindungi hak-hak pekerja, serta menegakkan akuntabilitas bagi majikan yang melanggar.













