Back to Bali – 09 Mei 2026 | Pertandingan lanjutan Serie B antara Venezia dan Palermo pada Jumat malam berakhir dengan kemenangan meyakinkan bagi tim tuan rumah, Venezia, dengan skor 2-0. Gol pertama diciptakan oleh Yeboah pada menit ke‑46, sementara penutup skor datang dari Compagnon yang menegaskan keunggulan lagunya pada babak kedua. Kemenangan ini tidak hanya memperkuat posisi Venezia di puncak klasemen, tetapi juga menambah tekanan pada Palermo menjelang fase play‑off.
Pra‑Pertandingan: Harapan dan Tekanan dari Filippo Inzaghi
Pelatih Palermo, Filippo Inzaghi, menjelang laga menegaskan keyakinannya bahwa skuad rosanero memiliki peluang besar untuk melaju ke play‑off. Ia mengingatkan bahwa Palermo mengumpulkan 72 poin di musim reguler, angka yang biasanya cukup untuk promosi langsung. “Kami tahu kami kuat dan kami akan berjuang sampai akhir,” ujar Inzaghi dalam konferensi pers sebelum pertandingan.
Inzaghi juga tidak melewatkan kesempatan untuk memberi penghormatan kepada tim‑tim yang menonjol selama musim, khususnya Frosinone yang menampilkan permainan spektakuler serta Venezia yang telah mengamankan gelar juara liga. “Saya pikir Venezia dapat langsung naik, tetapi kami tidak akan menyerah. Kami memiliki suporter luar biasa dan stadion yang menantang bagi lawan,” tambahnya.
Sebagai tambahan emosional, Inzaghi mengungkapkan kebahagiaannya kembali ke Stadio Pier Luigi Penzo, mengingat momen-momen istimewa pada kariernya sebelumnya. Ia juga menyebutkan pertemuan singkat dengan Marco Materazzi sebelum pertandingan, serta kebanggaannya atas prestasi saudaranya, Simone Inzaghi, yang baru saja memenangkan trofi di Arab Saudi.
Susunan Pemain dan Rotasi Strategis
Menjelang laga, Inzaghi melakukan beberapa rotasi penting. Pohjanpalo dan Ranocchia tetap berada di bangku cadangan, sementara Ceccaroni, Segre, dan Palumbo masuk ke skuad utama. Di sisi Venezia, pelatih Giovanni Stroppa menurunkan Franjic dan menambah Sidibe pada menit ke‑35 untuk menyesuaikan taktik menyerang.
Selama pertandingan, beberapa perubahan penting terjadi. Vasic mengalami cedera pada pergelangan kaki dan digantikan oleh Johnsen pada menit ke‑50. Palumbo dan Le Douaron (pemain serba‑guna Palermo) menciptakan beberapa peluang di babak pertama, namun semua usaha mereka tak berbuah gol.
Jalannya Laga: Dominasi Lenta di Babak Pertama, Penyerangan Memuncak di Babak Kedua
Babak pertama berlangsung sengit dengan intensitas tinggi. Palermo berhasil menekan pertahanan Venezia melalui serangan cepat Le Douaron, namun tembakan-tembakan mereka sering kali memantul ke tiang gawang atau diselamatkan kiper Venezia. Pada menit ke‑33, Lauberbach hampir mencetak gol setelah memanfaatkan rimpel bola di dalam kotak penalti, tetapi bola meleset ke samping.
Menjelang jeda, Inzaghi mengakui bahwa timnya bermain baik namun belum mampu memecahkan pertahanan lawan. “Kami bermain bagus, hanya saja belum ada gol,” ujar dia di sela-sela jeda.
Setelah istirahat, Venezia meningkatkan ritme permainan. Pada menit ke‑46, Yeboah menerima umpan panjang dan menaklukkan gawang Palermo, mencetak gol pembuka yang mengubah dinamika pertandingan. Gol ini memicu semangat penonton di Penzo, yang melantunkan nyanyian dukungan.
Menjelang akhir pertandingan, Compagnon memanfaatkan kelemahan lini belakang Palermo dan menambah satu gol lagi, mengunci kemenangan 2-0 bagi Venezia. Usaha Palermo untuk menyamakan kedudukan tidak membuahkan hasil, meskipun mereka terus menekan melalui serangan balik yang dipimpin oleh Palumbo.
Reaksi Pasca Pertandingan: Optimisme Palermo dan Kebanggaan Venezia
Setelah peluit akhir, Inzaghi menyatakan bahwa ia “menjaga performa” dan menekankan pentingnya fokus pada play‑off. “Kami harus tetap kuat, karena play‑off akan menuntut kami memberi yang terbaik,” katanya.
Di sisi lain, pelatih Venezia, Giovanni Stroppa, memuji timnya atas konsistensi dan mentalitas juara. “Kami bermain sesuai rencana, mengeksekusi peluang, dan menunjukkan mengapa kami layak menjadi juara,” ujarnya.
Suasana di stadion Penzo tetap hangat, dengan suporter yang tetap bersorak meski tim mereka mengalami kekalahan. Kegembiraan atas gelar Serie B yang sudah dipastikan membuat suasana menjadi perayaan, sekaligus menyiapkan panggung bagi kedatangan tim-tim lain di play‑off.
Dengan kemenangan ini, Venezia mengokohkan posisi puncaknya di klasemen, sementara Palermo harus berjuang keras untuk mengumpulkan poin tambahan guna mengamankan tempat di babak play‑off. Kedua tim kini menatap masa depan dengan strategi berbeda: Venezia berfokus pada persiapan masuk ke Serie A, sedangkan Palermo menyiapkan diri untuk pertempuran sengit di play‑off demi harapan kembali ke tingkat tertinggi kompetisi Italia.













