Back to Bali – 09 Mei 2026 | Pembalap muda Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, menorehkan catatan positif pada sesi Practice Moto3 Grand Prix Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans. Dengan waktu terbaik 1 menit 40,779 detik, ia berhasil mengamankan posisi kesembilan, yang sekaligus memberi tiket langsung ke Kualifikasi 2 (Q2) pada hari berikutnya. Pencapaian ini menandai langkah maju signifikan bagi rider berusia 17 tahun asal Gunungkidul setelah sebelumnya menempati posisi ke-11 pada Free Practice 1 (FP1).
Perjalanan dari FP1 ke Practice
Di FP1, Veda memperlihatkan potensi kompetitif dengan melesat dari posisi awal ke-6 pada putaran pertama, mencatatkan waktu 1 menit 46,667 detik. Selama sesi, ia berhasil menurunkan waktunya secara bertahap, mencapai 1 menit 41,887 detik pada akhir sesi, dan mengakhiri FP1 di posisi ke-11, terpaut 0,635 detik dari Alvaro Carpe, pembalap tercepat. Meskipun tidak masuk zona aman, performa tersebut memberikan data penting bagi tim dalam menyetel motor menjelang sesi Practice.
Practice: Finis Kesembilan dan Tiket Q2
Sesi Practice berlangsung sengit, dengan semua pembalap berusaha memperbaiki catatan waktu dalam lima menit terakhir. Veda sempat turun ke luar zona top 15, bahkan mencapai posisi ke-16, namun berhasil bangkit pada menit-menit penentu. Dengan lap tercepat 1 menit 40,779 detik, ia melompat ke posisi kesembilan, selisih 0,568 detik dari pembalap tercepat David Munoz. Keberhasilan ini memberi Veda akses langsung ke Q2, menghindarkan dia dari sesi Q1 yang lebih menantang.
Strategi Tim dan Tantangan Teknis
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menekankan kompleksitas sirkuit Le Mans yang memadukan lintasan lurus panjang, zona pengereman berat, dan beragam tikungan teknis. Menurutnya, menemukan setelan motor yang optimal memerlukan presisi tinggi. Veda dan tim memutuskan untuk melakukan “Reset to Zero” pada setup motor NSF250RW, memulai dari nol untuk menyesuaikan karakteristik trek yang kontras dengan Jerez.
Faktor cuaca juga menjadi variabel penting. Meskipun suhu pagi masih rendah, kondisi sepanjang Jumat tetap relatif stabil, memungkinkan tim menguji berbagai konfigurasi. Veda menyatakan bahwa motor sudah terasa nyaman dan kepercayaan diri meningkat seiring dengan perbaikan setelan, khususnya dalam hal race pace.
Pekerjaan Rumah Menuju Kualifikasi
Meski berhasil lolos ke Q2, Veda mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Selisih setengah detik dari pembalap tercepat masih terlalu besar untuk bersaing di barisan depan. Ia menekankan pentingnya konsistensi waktu lap dan adaptasi cepat terhadap perubahan kondisi trek yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Tim juga fokus pada manajemen ban di zona heavy braking, karena kesalahan kecil pada titik pengereman dapat berakibat fatal. Pengalaman dari insiden crash di COTA, yang terjadi akibat gas terlalu agresif, menjadi pelajaran berharga bagi Veda untuk mengontrol agresi tanpa mengorbankan kecepatan.
Prospek di Seri Selanjutnya
Setelah praktik di Le Mans, Veda menatap seri Jerez dengan target masuk top 10. Ia berharap momentum positif ini dapat terus berlanjut, terutama setelah penampilan heroik di Jerez sebelumnya, di mana ia berhasil naik dari posisi start ke-17 hingga finis di urutan keenam. Target jangka pendek tetap fokus pada Q2, mengincar posisi yang dapat menjamin start grid yang lebih menguntungkan.
Manajer tim, Hiroshi Aoyama, menegaskan bahwa meskipun hasil Practice sudah memuaskan, masih terdapat area yang dapat ditingkatkan, terutama dalam hal kecepatan lurus dan konsistensi di tikungan. Dukungan teknis penuh dari Honda Team Asia diharapkan dapat memperkecil selisih waktu dengan pembalap terdepan.
Dengan dukungan mental yang kuat, dukungan ayahnya yang selalu memberi motivasi, serta kerja keras tim teknis, Veda Ega Pratama berada di jalur yang tepat untuk mengukir prestasi lebih besar di kejuaraan Moto3 2026.
Kesimpulannya, performa Veda pada Practice Moto3 Prancis menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan FP1, mengamankan tiket Q2 dan menegaskan potensi kompetitif pembalap muda Indonesia di level dunia. Tantangan selanjutnya terletak pada penyempurnaan setelan motor, konsistensi lap time, dan strategi pengereman yang tepat, semua demi meraih posisi kualifikasi yang lebih baik dan menambah peluang podium di sirkuit-sirkuit berikutnya.













