Back to Bali – 09 Mei 2026 | Rexy Mainaky, direktur pelatihan ganda nasional Indonesia yang kini memimpin tim nasional Malaysia, kembali menjadi sorotan publik setelah mengeluarkan pernyataan tegas mengenai standar perilaku pemain serta kondisi kesehatan duo menengah Man Wei Chong‑Tee Kai Wun menjelang Malaysia Masters 2026.
Kebijakan Disiplin di Akademi Badminton Malaysia
Dalam konferensi pers yang diadakan di Petaling Jaya, Rexy menanggapi seruan Datuk Seri Lee Chong Wei, ketua komite kinerja BAM, yang mengusulkan tindakan disiplin lebih keras bagi atlet yang melanggar aturan di akademi. “Saya mendukung sepenuhnya apa yang disampaikan Lee Chong Wei, bukan 100%, melainkan 10.000%,” ujar Rexy dengan tegas.
Menurutnya, peraturan yang diterapkan tidak dimaksudkan untuk mengendalikan pemain, melainkan untuk menumbuhkan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab, baik di dalam maupun di luar lapangan. “Disiplin adalah fondasi utama dalam kehidupan seorang atlet. Tanpa itu, prestasi sulit tercapai,” tambahnya.
Rexy juga menekankan bahwa pemain yang merasa tidak nyaman dengan aturan dapat memilih untuk meninggalkan program nasional. “Jika Anda tidak suka dengan aturan, Anda bebas pergi. Ini adalah tempat dengan disiplin. Jika tidak cocok, Anda boleh keluar,” tegasnya.
Wei Chong & Kai Wun: Status Kesehatan Masih Diragukan
Di sisi lain, duo menengah Malaysia, Man Wei Chong dan Tee Kai Wun, yang menjadi juara Malaysia Masters 2025, kini berada di ambang ketidakhadiran karena cedera lutut Wei Chong. Rexy menjelaskan bahwa keputusan akhir akan bergantung pada pemulihan pemain selama minggu ini dan minggu depan.
“Kami harus memantau progres penyembuhan cedera ini sebelum memutuskan apakah ia dapat bertanding di Malaysia Masters atau tidak. Bahkan partisipasinya di Singapore Open yang dijadwalkan 26‑31 Mei juga masih belum pasti,” kata Rexy.
Pemulihan cedera berada di bawah pengawasan tim medis, dokter, dan fisioterapis. Rexy menegaskan pentingnya keyakinan penuh pemain terhadap tim pelatih dan staf medis sebelum kembali bersaing di level tertinggi.
Harapan dan Strategi Tim Nasional
Meskipun ketidakpastian meliputi duo utama, Rexy mengungkapkan optimismenya terhadap kedalaman skuad ganda putra Malaysia. Ia berharap pasangan cadangan dapat menampilkan performa yang memadai, mengingat banyak pemain lain hanya mampu mencapai babak kedua atau perempat final dalam turnamen sebelumnya.
“Kami tidak ingin bergantung semata pada pemain kunci. Kami ingin melihat kemampuan pemain lain ketika bertanding di turnamen besar, terutama di tanah air yang memberi motivasi ekstra,” ujar Rexy.
Selain ganda putra, Rexy menyebutkan ekspektasi terhadap ganda campuran, dengan pasangan unggulan Chen Tang Jie‑Toh Ee Wei yang diharapkan dapat melanjutkan prestasi. Ia juga menyoroti potensi pasangan baru Jimmy Wong‑Cheng Su Yin yang tengah dikembangkan.
Reaksi Publik dan Masa Depan Disiplin
Langkah tegas Rexy dalam menegakkan disiplin mendapat beragam reaksi. Sebagian mengapresiasi upaya menciptakan budaya profesional, sementara yang lain menilai pendekatan tersebut terlalu keras bagi atlet muda. Namun, Rexy menegaskan bahwa standar tinggi diperlukan untuk mempertahankan reputasi nasional dan menyiapkan atlet menjadi contoh bagi generasi selanjutnya.
Dengan menyeimbangkan antara penegakan aturan dan dukungan medis, tim nasional Malaysia berharap dapat menampilkan pertunjukan yang mengesankan di Malaysia Masters serta turnamen internasional lainnya.
Jika Wei Chong tidak dapat bersaing, peluang bagi pemain lain untuk mengisi kekosongan ini akan menjadi sorotan utama, sekaligus menguji efektivitas kebijakan disiplin dan manajemen yang diterapkan oleh Rexy Mainaky.













