Back to Bali – 14 Mei 2026 | Pemerintah Kota Denpasar bersama Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar menggelar pelatihan pembuatan Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu untuk para wanita Hindu di Kota Denpasar. Pelatihan ini dihadiri Wakil Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, dan dilaksanakan di Balai Banjar Pegok, Kelurahan Sesetan, Sabtu (9/5).
Lebih dari 20 orang peserta, yang merupakan ibu-ibu PKK dari banjar setempat, mengikuti setiap materi yang diberikan oleh narasumber dari WHDI Kota Denpasar. Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, bersama Ketua TP PKK Kecamatan Denpasar Selatan Ny. Ida Ayu Alit Maharatni Purwanasara, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang makna dan tata cara pembuatan Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu.
Materi pelatihan ini membahas tentang Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu, yang terdiri atas ‘Ulun Banten’, ‘Gebogan’, ‘Pengambean’, ‘Peras Soda’, ‘dapetan Pokok’, ‘Sesayut’ (Sesayut Pebersihan, Sesayut Sida Purna, Sesayut Pageh Urip), dan ‘Tebasan Pemiak Kala’, serta ‘Segehan Manca Warna’, ‘Bayakaonan’, dan ‘Prayascita’.
Narasumber Pelatihan Banten dari WHDI Denpasar, Ni Wayan Sukerti, menjelaskan bahwa pelatihan ini berfungsi sebagai media saling bertukar pikiran dan berbagi pengetahuan tentang pembuatan banten. Pelatihan ini juga bertujuan untuk menjelaskan filosofi dari masing-masing komponen banten tersebut serta tata cara pengaplikasian dalam upacara otonan.
Salah satu peserta pelatihan, Nona Debby, menyambut baik dilaksanakannya pelatihan membuat banten di lingkungannya. ‘Kegiatan ini sangat membantu kami para ibu untuk semakin memahami tata cara pembuatan banten dan pengaplikasiannya dalam upacara. Kita di Bali tidak pernah terlepas dari kegiatan keagamaan,’ ungkapnya.













