Back to Bali – 01 April 2026 | Dalam laga persahabatan internasional yang digelar di TSC Arena, Backa Topola pada Selasa, 31 Maret 2026, tim nasional Serbia berhasil membalikkan keadaan melawan Saudi Arabia dengan skor akhir 2-1. Pertandingan ini menjadi sorotan utama karena kedua tim tengah mempersiapkan diri menjelang turnamen besar: Serbia yang gagal lolos ke Piala Dunia 2026 dan Saudi Arabia yang menargetkan debut kuat di Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada 16 Juni.
Latar Belakang Pertandingan
Serbia memasuki laga ini dengan beban berat setelah mengalami kekalahan telak 3-0 dari Spanyol pada pertemuan sebelumnya. Kekalahan tersebut menambah tekanan pada skuad yang dipimpin oleh pelatih dragan Stojković untuk menampilkan performa positif di depan pendukung lokal. Sementara itu, Saudi Arabia datang dengan catatan kurang menguntungkan, baru saja menelan 4-0 dari tuan rumah Egypt. Tim hijau, yang dipimpin oleh Herve Renard, melihat pertandingan ini sebagai kesempatan penting untuk menguji taktik menjelang debut mereka di Piala Dunia.
Jalannya Pertandingan
Pukulan pertama datang pada menit ke-60, ketika Abdullah Al-Hamdan mencetak gol pembuka bagi Saudi Arabia. Serangan cepat melalui sayap kanan menghasilkan umpan silang yang dimanfaatkan Al-Hamdan dengan penempatan yang tepat di dalam kotak penalti, mengalahkan kiper Serbia, Marko Dmitrović. Gol tersebut menambah tekanan pada Serbia yang harus mengejar ketertinggalan dalam sisa waktu singkat.
Namun, Serbia tidak tinggal diam. Pada menit ke-66, Filip Pavlovic mengubah alur pertandingan dengan aksi spektakuler berupa sepakan tumit terbalik (bicycle kick) yang melesat melewati penjaga gawang Saudi, Mohammed Al-Owais. Gol indah ini menyeimbangkan kedudukan menjadi 1-1 dan memicu sorakan riuh dari pendukung lokal.
Menjelang akhir babak pertama, Serbia melakukan pergantian pemain dengan membawa Aleksandar Mitrovic masuk sebagai penyerang utama. Mitrovic, yang baru saja memasuki lapangan, hampir mencetak gol penyama pada menit ke-60, namun tembakan close-range-nya berhasil diblokir oleh lini pertahanan Saudi.
Babak kedua dimulai dengan intensitas tinggi. Pada menit ke-70, Mitrovic berhasil memanfaatkan umpan silang yang datang dari Marko Stanković. Dengan posisi tubuh yang tepat, ia melancarkan sundulan keras yang melesat ke sudut kanan gawang, memberi Serbia keunggulan 2-1. Gol tersebut menjadi penentu akhir pertandingan, mengukir kemenangan bagi tuan rumah.
Poin Penting dan Analisis
- Strategi Saudi: Tim Saudi menunjukkan keberanian menyerang dengan cepat, namun kurang konsistensi dalam mempertahankan lini tengah, memungkinkan Serbia menguasai penguasaan bola di babak kedua.
- Kekuatan Serbia: Perubahan taktik yang melibatkan Mitrovic sebagai target man memberikan efek langsung, terbukti dari gol penentu kemenangan.
- Penampilan Individu: Pavlovic menonjol dengan gol spektakuler, sementara Mitrovic kembali menegaskan dirinya sebagai striker andalan Serbia.
- Pengaruh Pelatih: Pertandingan ini menjadi salah satu penampilan terakhir Herve Renard bersama Saudi sebelum mengakhiri kontraknya, menandai fase transisi bagi tim hijau.
Dampak ke Kompetisi Internasional
Kemenangan ini memberi Serbia dorongan moral meski mereka tidak berpartisipasi di Piala Dunia 2026. Pertandingan persahabatan ini juga menjadi ajang evaluasi bagi pemain muda Serbia yang berpotensi masuk ke skuad utama di masa depan.
Bagi Saudi Arabia, meskipun kalah, pertandingan ini menyediakan data penting tentang kekuatan ofensif dan area yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi Uruguay di pembukaan Piala Dunia. Tim Hijau harus meningkatkan koordinasi pertahanan dan mengoptimalkan peran pemain kunci seperti Al-Hamdan.
Secara keseluruhan, laga ini menegaskan pentingnya pertandingan persahabatan sebagai laboratorium taktik menjelang turnamen besar. Kedua tim memperoleh pelajaran berharga yang akan mempengaruhi strategi mereka di kompetisi internasional mendatang.













