Back to Bali – 13 Juni 2026 | Inovasi Banjar Smart Hub yang dikembangkan Banjar Warnasari Kelod, Desa Warnasari, terus menarik perhatian berbagai kalangan. Terbaru, apresiasi datang dari akademisi, sosiolog, sekaligus peneliti dari Universitas Hitotsubashi, Jepang, Yusuke Koizumi, Ph.D., yang secara langsung mengunjungi desa tersebut untuk mempelajari lebih jauh implementasi program tersebut.
Kunjungan yang berlangsung di Balai Banjar Warnasari Kelod, Jumat, 12 Juni 2026, disambut Kelian Banjar Warnasari Kelod, I Kadek Sri Rama Usmantara bersama perangkat Desa Warnasari. Kehadiran Yusuke merupakan bagian dari kolaborasinya dengan Badan Pusat Statistik (BPS), khususnya BPS Kabupaten Jembrana.
Yusuke yang dikenal fokus meneliti kawasan Asia Tenggara, pembangunan pedesaan, dan perubahan demografi mengaku terkesan saat pertama kali mengunjungi Desa Warnasari.
“Pertama kali datang dan melihat, Saya kagum sekali, desa ini (warnasari) lingkungannya sangat asri, indah, bersih sekali,” ungkapnya.
Selain kondisi lingkungan desa, Yusuke juga menilai Banjar Smart Hub sebagai inovasi yang lahir dari pemanfaatan data yang baik. Program tersebut merupakan pengembangan dari Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) Warnasari yang sebelumnya telah dibangun sebagai fondasi pengelolaan data desa.
“Saya kembali mengapresiasi program Banjar Smart Hub ini, tentu semua diawali dari pondasi data yang telah disusun dan terverifikasi dengan baik. Dengan data yang valid, kemudian didukung dengan sentuhan inovasi maka lahirkan program yang luar biasa ini. Semoga ini bisa diaplikasikan di desa-desa lainnya,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan program tersebut, Yusuke menyatakan siap membantu penguatan data spasial di Desa Warnasari, khususnya Banjar Warnasari Kelod.
Data spasial sendiri merupakan data yang menggambarkan lokasi, posisi, luas, dan persebaran berbagai objek di wilayah tertentu, seperti lahan pertanian, kawasan permukiman, sumber air, jaringan jalan, fasilitas umum hingga potensi wilayah lainnya yang disajikan dalam bentuk peta digital.
Ia menilai keberadaan data spasial yang akurat akan membantu pemerintah banjar dalam menyusun perencanaan pembangunan serta pengelolaan sumber daya secara lebih efektif.
“Melalui data spasial yang lebih akurat, Banjar dapat menyusun perencanaan pembangunan, pengelolaan sumber daya, serta program Banjar Smart Hub secara lebih terarah, tepat sasaran, dan berbasis data,” ucapnya.
Sementara itu, Kelian Banjar Warnasari Kelod, I Kadek Sri Rama Usmantara, menyambut positif kunjungan akademisi asal Jepang tersebut. Menurutnya, banyak masukan dan pengetahuan yang diperoleh untuk menyempurnakan pengembangan Banjar Smart Hub ke depan.
“Beliau adalah seorang peniliti yang fokus di Asia Tenggara, khususnya pembagunan pedesaan. Meski singkat sekali, namun banyak yang ilmu yang beliau berikan dan itu semua itu sejalan untuk penyempurnaan program Banjar Smart Hub kita ini,” pungkasnya.
Diketahui, Banjar Smart Hub Warnasari Kelod diluncurkan beberapa waktu lalu oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan. Melalui inovasi tersebut, balai banjar yang sebelumnya identik sebagai pusat kegiatan adat kini bertransformasi menjadi pusat layanan publik digital.
Melalui aplikasi yang terintegrasi, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan administrasi, memperoleh informasi publik, hingga melakukan pembayaran pajak hanya melalui telepon pintar. Bupati Jembrana pun mengapresiasi terobosan yang digagas oleh Kelian Banjar bersama tokoh masyarakat setempat karena dinilai mampu mendekatkan pelayanan kepada warga secara cepat, mudah, dan berbasis teknologi.













