Back to Bali – 27 Maret 2026 | Jakarta Pusat, 26 Maret 2026 – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan blusukan secara mendadak ke sebuah permukiman padat yang terletak di bantaran rel kereta api dekat Stasiun Pasar Senen. Kunjungan tersebut terjadi pada sore hari Kamis (25/3/2026) dan menjadi sorotan utama media nasional setelah tersiar melalui akun Instagram resmi Presiden serta Sekretariat Kabinet.
Prabowo muncul mengenakan kemeja biru dan topi berwarna cokelat‑krem, mengendarai mobil biasa tanpa rombongan protokol yang berlebihan. Ia ditemani oleh Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya serta Kepala Sekretaris Pribadi Presiden, Rizky Irmansyah. Pengamanan yang disediakan Paspampres sangat minim, menegaskan sifat spontanitas kunjungan tersebut.
Suasana di Lokasi
Ketika Presiden tiba, warga yang tinggal di area sempit tersebut tampak kebingungan pada awalnya. Namun, setelah menyadari kehadiran figur kepala negara, mereka segera berbondong‑bongkar diri untuk menyapa, memberi salam, dan mengajak berfoto bersama. Beberapa warga bahkan meneteskan air mata haru, menyatakan kebanggaan dapat bertemu langsung dengan “orang nomor satu di Indonesia”. Salah satu warga, Nur Hanifah, mengaku meninggalkan proses memasaknya demi bersalaman dengan Prabowo. “Waktu itu saya sedang masak, tiba‑tiba ada Bapak Presiden. Saya langsung keluar, dan beliau mencium tangan saya,” ungkapnya dengan senyum lebar.
Selain warga rumah tangga, terdapat pula pemulung bernama Cono yang menyampaikan harapannya akan adanya hunian layak. “Pak Prabowo, mau tidak dibikinin rumah susun? Saya bilang mau Pak, karena saya tidak punya banyak tempat tinggal,” katanya.
Dialog dan Aspirasi
Selama sesi dialog, Prabowo mendengarkan keluhan tentang kondisi tempat tinggal yang tidak layak, atap yang rapuh, serta kurangnya fasilitas umum seperti MCK. Warga menekankan bahwa meski lokasinya hanya sekitar tiga kilometer dari pusat Kota Jakarta, mereka masih hidup dalam ketidakpastian karena berada di zona berbahaya dekat lintasan kereta yang aktif.
Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk segera menyiapkan program pembangunan hunian yang layak. “Insyaallah, kita akan segera membangun rumah layak untuk masyarakat di daerah tersebut dengan cepat. Ini sudah menjadi tekad saya untuk menyediakan hunian layak bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Prabowo dalam pernyataannya yang diunggah di Instagram.
Tindakan Lanjutan Pemerintah
Tak lama setelah kunjungan, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengumumkan bahwa ia telah menghubungi Menteri Perumahan, Menteri Pekerjaan Umum, Direktur Perumnas, serta KAI untuk mengkoordinasikan pembangunan rumah susun baru dan fasilitas sanitasi. “Tim sudah bergerak menyiapkan proses pembangunan hunian baru yang tidak jauh dari lokasi asli tempat tinggal mereka,” jelas Teddy dalam unggahan Instagram pada 27 Maret 2026.
Rencana tersebut mencakup relokasi sementara warga, pembangunan rumah susun dengan standar keamanan tinggi, serta penyediaan MCK yang memadai. Pemerintah menargetkan penyelesaian fase pertama dalam waktu enam bulan, dengan estimasi biaya yang akan dianggarkan melalui alokasi khusus dalam APBN 2027.
Reaksi Publik dan Analisis
Reaksi publik di media sosial beragam, namun mayoritas menyambut positif langkah blusukan yang dianggap menunjukkan kepedulian langsung Presiden terhadap masyarakat pinggiran rel. Para pengamat politik menilai kunjungan ini sekaligus menjadi sinyal politik menjelang pemilihan umum 2029, di mana isu perumahan layak menjadi agenda utama.
Di sisi lain, beberapa kritikus mengingatkan perlunya transparansi dalam proses relokasi agar tidak menimbulkan konflik lahan di masa mendatang. Namun, secara umum, kunjungan ini memperkuat citra Prabowo sebagai pemimpin yang “dekat dengan rakyat”.
Dengan janji konkret dan langkah awal yang telah diambil, harapan warga di bantaran rel Senen untuk memperoleh hunian yang lebih aman dan layak kini tampak lebih realistis. Kunjungan ini sekaligus menegaskan kembali komitmen pemerintah Indonesia dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat yang selama ini terpinggirkan.













