Back to Bali – 01 April 2026 | Sinergi Inti Andalan (INET) mencatat lonjakan laba bersih pada tahun 2025 sebesar 1.742 persen, mencapai Rp24,48 miliar, sekaligus menghasilkan pendapatan sebesar Rp91,82 miliar. Kenaikan ini menandai pencapaian tertinggi dalam sejarah perusahaan sejak didirikan pada 2010.
Faktor-faktor Pendorong Pertumbuhan
Menurut penjelasan langsung dari Direktur Utama INET, pencapaian luar biasa ini tidak lepas dari rangkaian strategi yang dijalankan secara terintegrasi.
- Ekspansi jaringan: Penambahan lebih dari 150 titik layanan baru di wilayah Jawa Barat dan Sumatera meningkatkan basis pelanggan sebesar 35 persen.
- Investasi infrastruktur digital: Pengadaan pusat data kelas‑A dan peningkatan kapasitas jaringan fiber optik menurunkan biaya operasional per pelanggan hingga 12 persen.
- Sinergi lintas unit bisnis: Integrasi layanan telekomunikasi, cloud, dan solusi IoT menghasilkan penjualan silang yang meningkatkan margin laba.
- Manajemen biaya yang ketat: Pengoptimalan proses internal melalui otomasi dan penerapan sistem ERP mengurangi beban administrasi sebesar Rp3,2 miliar.
- Fokus pada segmen korporat: Kontrak jangka panjang dengan perusahaan manufaktur dan layanan publik memberikan pendapatan berulang yang stabil.
Detail Kinerja Keuangan 2025
Berikut ringkasan kinerja keuangan INET untuk tahun 2025:
| Item | 2025 | 2024 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp91,82 Miliar | Rp33,30 Miliar | +175,5 % |
| Laba Bersih | Rp24,48 Miliar | Rp1,38 Miliar | +1.742 % |
| Ebitda | Rp30,15 Miliar | Rp5,70 Miliar | +429 % |
Rasio profitabilitas juga mengalami perbaikan signifikan, dengan margin laba bersih naik menjadi 26,7 persen dari 4,1 persen tahun sebelumnya.
Reaksi Pasar dan Prospek Kedepan
Setelah pengumuman hasil keuangan, saham INET mengalami kenaikan 18 persen di bursa Indonesia. Analis pasar menilai bahwa strategi ekspansi berkelanjutan serta fokus pada layanan digital akan menjaga pertumbuhan dua digit pada tahun-tahun mendatang.
Direktur Utama menambahkan bahwa perusahaan berencana menambah investasi sebesar Rp15 miliar untuk pengembangan jaringan 5G dan layanan cloud hybrid pada 2026, yang diproyeksikan dapat menambah pendapatan tahunan hingga 30 persen.
Dengan fondasi kuat yang dibangun melalui sinergi antar unit bisnis dan manajemen biaya yang disiplin, INET tampak berada pada posisi yang menguntungkan untuk terus memperkuat posisinya di pasar telekomunikasi Indonesia.













