Gabriel Gudmundsson Ungkap ‘Hari-hari Gelap’ Pasca-Sakit, Jelang Laga Krusial Swedia di Piala Dunia 2026

Back to Bali – 15 Juni 2026 | Monterrey – Kabar kurang sedap sempat menyelimuti skuad tim nasional Swedia jelang Piala Dunia 2026. Gabriel Gudmundsson, salah satu pemain kunci, harus menjalani isolasi akibat sakit yang dideritanya. Kondisi ini diakuinya sebagai periode yang berat, bahkan ia menyebutnya sebagai ‘hari-hari gelap’. Gudmundsson, yang telah menjelma menjadi pemain…

2 minutes

Read Time

Gabriel Gudmundsson Ungkap 'Hari-hari Gelap' Pasca-Sakit, Jelang Laga Krusial Swedia di Piala Dunia 2026

Back to Bali – 15 Juni 2026 | Monterrey – Kabar kurang sedap sempat menyelimuti skuad tim nasional Swedia jelang Piala Dunia 2026. Gabriel Gudmundsson, salah satu pemain kunci, harus menjalani isolasi akibat sakit yang dideritanya. Kondisi ini diakuinya sebagai periode yang berat, bahkan ia menyebutnya sebagai ‘hari-hari gelap’.

Gudmundsson, yang telah menjelma menjadi pemain vital baik di klubnya, Leeds, maupun di timnas Swedia, menjadi sorotan ketika ia absen dalam sesi latihan di awal pekan. Pemain berusia 27 tahun ini terpaksa diisolasi karena merasakan gejala penyakit.

Meskipun demikian, Gudmundsson berhasil pulih dan dinyatakan fit untuk tampil sejak menit awal dalam laga perdana Swedia di Piala Dunia 2026 melawan Tunisia. Pertandingan yang digelar di Estadio Monterrey ini sendiri berakhir dengan kemenangan telak Swedia 5-1.

Namun, penampilan Gudmundsson di laga tersebut tidak berlangsung penuh. Sekitar satu jam lebih bermain, pemain yang berposisi sebagai bek kiri ini terlihat kesulitan di sisi lapangan, bahkan sempat terjatuh setelah kehilangan bola. Ia kemudian memberi isyarat untuk digantikan dan tertatih-tatih meninggalkan lapangan.

“Seperti yang Anda tahu, saya sakit minggu ini. Itu menjadi sangat terasa bagi saya. Ini bukan cedera sama sekali,” ungkap Gudmundsson usai pertandingan, merujuk pada momen ketika ia harus ditarik keluar. “Jelas bahwa ini bukan minggu yang sepenuhnya optimal bagi saya.”

Gudmundsson menceritakan bagaimana ia menghabiskan waktu isolasi. “Itu gelap. Hari-hari yang gelap di sana. Saya mengunduh banyak serial sebelum kami terbang ke Amerika Serikat, dan saya berhasil menonton semuanya dalam dua atau tiga hari,” katanya. “Saya mengisolasi diri, banyak tidur dan menjaga tubuh saya. Saya tidak bertemu siapa pun, jadi tidak ada yang menyemangati saya. Saya menelepon ke rumah, itu mungkin satu-satunya hal yang menyenangkan.”

Pelatih kepala Swedia, Graham Potter, sempat memberikan pernyataan yang menenangkan pasca-laga. “Saya pikir itu hanya kram. Kami harus memantaunya dalam 24-48 jam ke depan,” ujar Potter. Gudmundsson sendiri digantikan oleh Elliot Stroud dalam pertandingan tersebut.

Pemain yang dijuluki ‘the Haller’ ini sebelumnya sempat mengalami insiden di awal babak pertama ketika ia bertabrakan dengan pemain Tunisia, Yan Velery. Meski sempat terlihat kesakitan, pelatih mengindikasikan bahwa itu hanyalah kram, bukan cedera serius.

Meskipun sempat diragukan tampil karena sakit, kehadiran Gudmundsson di lini pertahanan Swedia sangat krusial. Ia diharapkan dapat segera pulih sepenuhnya dan kembali memberikan kontribusi maksimal bagi timnas Swedia dalam lanjutan Piala Dunia 2026. Pertandingan melawan Tunisia sendiri menjadi pembuktian ketajaman lini serang Swedia, dengan Y. Ayari mencetak dua gol, serta gol dari A. Isak, V. Gyökeres, dan M. Svanberg. Sementara itu, Tunisia hanya mampu membalas melalui O. Rekik.

Absennya Gudmundsson dari sesi latihan sempat menimbulkan kekhawatiran, mengingat perannya yang semakin penting. Namun, ia sendiri yang menegaskan bahwa kondisi tersebut bukanlah cedera, melainkan efek dari sakit yang baru saja ia alami. Kepulihannya menjadi angin segar bagi Swedia yang berambisi besar di turnamen akbar ini.

About the Author

Kanya Virtudes Virtudes Avatar