Back to Bali – 27 Maret 2026 | Samsung resmi meluncurkan dua ponsel andalannya, Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G, pada akhir Maret 2026. Kedua perangkat menargetkan segmen menengah‑atas dengan mengusung teknologi premium yang selama ini eksklusif pada flagship, termasuk AI canggih, layar 120 Hz, serta ketahanan IP68. Keberanian Samsung ini menimbulkan perbincangan hangat di kalangan pengguna iPhone yang kini harus bersaing dengan fitur‑fitur baru yang mengusik posisi mereka.
Desain dan Ketahanan
Galaxy A57 hadir dalam empat pilihan warna – Navy, Gray, Icy Blue, dan Lilac – sementara A37 tersedia dalam Charcoal, Gray‑Green, Lavender, dan White. Kedua model dibangun dengan sertifikasi IP68, yang menjamin perlindungan terhadap debu dan air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit. Ini merupakan peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya yang hanya memiliki rating IP67.
Layar Super AMOLED+
Kedua perangkat menyematkan panel Super AMOLED+ berukuran 6,7 inci dengan resolusi Full HD+ dan refresh rate 120 Hz. Teknologi ini menghasilkan warna lebih hidup, kontras tinggi, serta pengalaman scrolling yang halus, menjadikannya cocok untuk gaming, streaming, dan pekerjaan produktif.
Performa dan Memori
Galaxy A57 ditenagai chipset 4 nm terbaru buatan Samsung, dipadukan dengan GPU Xclipse 550. Pilihan RAM‑nya beragam, mulai dari 8 GB hingga 12 GB, serta penyimpanan internal 128 GB‑512 GB. Sementara itu, Galaxy A37 menggunakan Exynos 1480, yang menawarkan kecepatan clock hingga 2,75 GHz, lebih tinggi daripada Snapdragon 6 Gen 3 pada model sebelumnya. A37 menawarkan varian RAM 6 GB‑12 GB dan penyimpanan 128 GB‑256 GB.
Baterai dan Pengisian
Kedua model dibekali baterai berkapasitas 5 000 mAh, menjanjikan daya tahan seharian penuh bahkan dengan penggunaan intensif. Samsung belum mengumumkan detail kecepatan pengisian, namun standar industri mengharapkan dukungan pengisian cepat setidaknya 25 W.
Kamera Triple‑Pixel dengan Nightography
Kamera utama pada A57 beresolusi 50 MP, dilengkapi sensor ultra‑wide 12 MP, lensa makro 5 MP, serta kamera depan 12 MP. A37 juga menggunakan sensor utama 50 MP, tetapi ultra‑wide‑nya berukuran 8 MP. Kedua perangkat mengusung teknologi Nightography yang menurunkan noise dan meningkatkan ketajaman dalam kondisi cahaya minim. Fitur khusus seperti Best Face pada A57 membantu menghasilkan foto grup yang optimal, sementara Object Eraser memudahkan penghapusan objek tak diinginkan secara otomatis.
Awesome Intelligence – AI di Level Baru
Samsung menekankan integrasi Awesome Intelligence pada One UI 8.5 berbasis Android 16. Beberapa fitur utama meliputi:
- Circle to Search with Google: pengguna dapat melingkari objek di layar untuk mencari informasi secara langsung; kini mendukung pengenalan multi‑objek sekaligus.
- Voice Transcription: kemampuan mentranskripsi dan menerjemahkan rekaman suara secara real‑time.
- AI Select: ekstraksi teks atau pembuatan konten cepat melalui Edge Panel.
- Object Eraser & Best Face: editing foto yang lebih natural dan cerdas.
- Bixby yang ditingkatkan serta dukungan Gemini untuk tugas kompleks pada aplikasi bawaan maupun pihak ketiga.
Software dan Dukungan Pembaruan
Kedua perangkat menjalankan One UI 8.5 yang dibangun di atas Android 16. Samsung berjanji memberikan pembaruan sistem operasi hingga enam generasi, serta dukungan keamanan selama tiga tahun ke depan. Ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga perangkat tetap aman dan up‑to‑date.
Harga dan Posisi Pasar
Di pasar Eropa, varian dasar Galaxy A37 (6 GB/128 GB) dibanderol sekitar 429 euro (≈ Rp8,3 juta), sementara varian tertinggi (8 GB/256 GB) mencapai 519 euro (≈ Rp10,1 juta). Dengan estimasi harga serupa di Indonesia, A57 diprediksi berada di kisaran Rp12‑13 juta, menempatkannya sebagai alternatif kuat bagi konsumen yang mengincar performa flagship tanpa harus merogoh kantong sebesar iPhone 15 Pro yang dibanderol lebih dari Rp20 juta.
Persaingan dengan iOS 26.4
Apple baru saja meluncurkan iOS 26.4, yang menambahkan fitur AI pada Apple Music dan peningkatan keamanan. Namun, Samsung menanggapi dengan menawarkan AI yang lebih terintegrasi pada tingkat sistem, memungkinkan pencarian visual, transkripsi suara, dan editing foto yang belum tersedia di ekosistem iOS. Kombinasi hardware kuat, layar 120 Hz, serta AI “awesome” memberi Samsung keunggulan kompetitif yang cukup signifikan.
Secara keseluruhan, peluncuran Galaxy A57 dan A37 menandai langkah strategis Samsung untuk mendemokratisasikan teknologi AI dan kamera kelas pro ke segmen menengah. Dengan spesifikasi yang menyaingi flagship, harga yang kompetitif, serta ekosistem software yang terus berkembang, kedua perangkat ini siap menjadi pesaing utama iPhone dalam beberapa bulan ke depan.













