Back to Bali – 17 Juni 2026 | Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri Pementasan Parade Calonarang Duta Kabupaten Badung dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center Denpasar, Selasa, 16 Juni 2026.
Kehadiran Bupati Badung didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sukadana, beserta jajaran, para seniman, tokoh masyarakat, dan ratusan penikmat seni yang memadati lokasi pementasan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa menegaskan kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk dukungan nyata kepada para seniman dan duta budaya Badung yang tampil mewakili daerah dalam ajang seni budaya terbesar di Bali tersebut.
“Meskipun hari ini bertepatan dengan Hari Raya Penampahan Galungan, kami tetap hadir untuk memberikan semangat agar Duta Kabupaten Badung bisa tampil maksimal sesuai kemampuan terbaik mereka,” ujar Adi Arnawa.
Keberlangsungan seni dan budaya, kata dia, menjadi salah satu fondasi utama dalam mendukung pariwisata berkualitas di Kabupaten Badung maupun Bali secara umum.
Ia menilai keberadaan PKB mampu menjadi ruang ekspresi bagi para seniman untuk terus berkarya sekaligus menjaga eksistensi seni tradisi di tengah perkembangan zaman.
“Kita patut bersyukur PKB menjadi wadah bagi para seniman untuk terus berkarya sehingga khazanah seni kita tidak akan pernah putus. Sebagai bentuk perhatian nyata, selain dukungan moral, kami juga memberikan bantuan finansial tambahan di luar anggaran resmi dari Dinas Kebudayaan,” tambahnya.
Pada malam itu, Duta Kabupaten Badung menampilkan Reksadana (Pergelaran) Calonarang yang dibawakan Sanggar Seni Majelangu dari Banjar Padang, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara. Pergelaran mengangkat lakon “Geseng Waringin” yang sarat pesan moral dan nilai-nilai spiritual.
Cerita yang ditampilkan berlatar Kerajaan Dirah dan mengisahkan pernikahan Mpu Bahula dengan Ratna Manggali, putri Ni Calonarang. Di balik pernikahan tersebut tersimpan misi penting dari Mpu Baradah yang mengutus Mpu Bahula untuk memperoleh lontar sakti Nicarya Lingga milik Ni Calonarang. Lontar tersebut kemudian dipelajari sebagai upaya menegakkan kedamaian dan keseimbangan.
Pementasan yang dibawakan para seniman Badung mendapat apresiasi dari penonton yang memadati Kalangan Ayodya. Selain menampilkan kekuatan dramatik kisah Calonarang, garapan tersebut juga memperlihatkan kualitas kreativitas dan dedikasi para seniman muda dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi Bali.
Melalui partisipasi aktif dalam PKB XLVIII, Pemerintah Kabupaten Badung berharap seni dan budaya Bali terus berkembang serta menjadi identitas yang memperkuat daya saing pariwisata daerah di tingkat nasional maupun internasional.













