Back to Bali – 20 Juni 2026 | Upaya menanamkan kecintaan terhadap sejarah dan budaya kembali digelorakan di Kabupaten Tabanan melalui Lomba Peragaan Busana Majapahit Kekinian yang digelar dalam rangka Bulan Bung Karno Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Museum Majapahit Tanah Lot, Sabtu 20 Juni 2026, dan menjadi ajang kreativitas lintas generasi dalam mengangkat kembali nilai-nilai budaya leluhur.
Lomba yang memperebutkan Piala Ibu Bupati Tabanan tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan sekaligus Ketua Dekranasda Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai.
Sebanyak 62 peserta ambil bagian dalam kegiatan ini, terdiri dari kategori TK sebanyak 7 peserta, SD 23 peserta, SMP 26 peserta, SMA/SMK 3 peserta, serta kategori umum 3 peserta.
Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga yang mewakili Bupati Tabanan, jajaran perangkat daerah, tokoh masyarakat, akademisi, budayawan, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutan Bupati Tabanan yang dibacakan Wakil Bupati I Made Dirga, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada Museum Majapahit Tanah Lot dan seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Lomba ini dinilai tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat sejarah bangsa.
Pemerintah Kabupaten Tabanan menegaskan bahwa nilai-nilai luhur peninggalan Majapahit perlu terus dilestarikan dan diadaptasi sesuai perkembangan zaman.
Bunda Rai dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar ajang peragaan busana.
Ia juga menyoroti pentingnya peran Museum Majapahit sebagai ruang pembelajaran sejarah dan budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Keberhasilan kegiatan ini juga disambut dengan apresiasi dari Direktur Utama Museum Majapahit, I Gusti Made Suryantha Putra.
Ia menilai semangat Majapahit sejalan dengan nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno dalam membangun karakter bangsa.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu memberikan dampak bagi penguatan ekosistem budaya, termasuk bagi pelaku seni dan pengrajin lokal yang terlibat dalam pengembangan busana berbasis budaya Majapahit.













