Back to Bali – 01 April 2026 | Balapan MotoGP Amerika Serikat 2026 di Circuit of The Americas (CoTA) menyajikan drama persaingan kelas dunia antara pembalap KTM Tech3, Enea Bastianini, dan legenda Spanyol, Marc Marquez. Pada Minggu, 22 Maret 2026, Bastianini berhasil menembus posisi enam, menandai peningkatan signifikan setelah dua balapan awal yang kurang memuaskan.
Duet Sengit di Lintasan Terakhir
Sejak lap keempat, Bastianzi mulai menutup jarak dengan Marquez, yang menguasai kecepatan di bagian tengah lintasan. Pada lap-lap akhir, keduanya terlibat dalam pertarungan ketat yang memuncak di tikungan 11 dan 12. “Saya berusaha mengejar di tikungan 11 dan kemudian punya kesempatan di tikungan 12, namun saya kehilangan sedikit akselerasi,” ujar Bastianini dalam wawancara pasca balapan, mengungkapkan betapa rapuhnya peluang menyalip lawan.
Walaupun tidak berhasil menyalip, Bastianini tetap menilai hasil finis keenam sebagai pencapaian positif. “Pada akhirnya, saya bisa mengejar Marc dan itu menjadi pertarungan yang sangat berat karena dia benar-benar memacu motor di lap-lap terakhir,” katanya, menegaskan rasa puas atas performa yang jauh lebih baik dibandingkan dua seri sebelumnya.
Perbandingan dengan Balapan Sebelumnya
- GP Thailand 2026 – Posisi 12
- GP Brasil 2026 – Posisi 15
Kedua hasil tersebut menempatkan Bastianini di zona tengah klasemen, sementara finish keenam di CoTA menandakan pergeseran momentum yang penting menjelang sisa kalender musim. Usia 28 tahun, pembalap asal Italia ini kini kembali menegaskan potensi dirinya di tim KTM Tech3.
Strategi Tim KTM Tech3
Tim KTM Tech3 mengakui bahwa peningkatan performa Bastianini tidak lepas dari penyesuaian pada setup motor dan strategi pit stop yang lebih agresif. Tim juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga tekanan pada pembalap top seperti Marquez, yang tetap menjadi target utama dalam perebutan podium.
Dengan hasil ini, Bastianini menatap seri selanjutnya dengan keyakinan lebih besar. Ia berharap dapat mengoptimalkan akselerasi di tikungan-tikungan kritis dan memperkecil selisih waktu dengan para pesaing utama.
Secara keseluruhan, balapan di CoTA tidak hanya memberikan sorotan pada duel sengit antara dua pembalap, tetapi juga menegaskan bahwa Bastianini berada di jalur yang tepat untuk kembali bersaing di puncak klasemen MotoGP 2026.
Ke depan, tantangan akan semakin berat menjelang seri-seri di Eropa dan Asia, namun semangat juang yang ditunjukkan di Amerika memberikan sinyal kuat bahwa pembalap Italia ini siap menulis ulang cerita musim ini.













