Back to Bali – 02 April 2026 | NASA resmi meluncurkan misi Artemis 2 pada 1 April 2026, menandai kembali langkah manusia ke orbit Bulan setelah hampir lima puluh tahun sejak Apollo 17 pada 1972. Roket Space Launch System (SLS) yang berdaya besar mengangkat kapsul Orion dari Launch Complex 39B di Kennedy Space Center, Florida, dengan empat astronot terlatih sebagai awak pertama yang akan mengelilingi Bulan.
Acara peluncuran berlangsung dihadiri oleh keluarga para astronot, pejabat tinggi NASA, serta sejumlah pejabat pemerintahan Amerika Serikat. Sebelum memasuki zona peluncuran, para astronaut melambaikan tangan kepada kerabat mereka, menandai momen emosional yang menggabungkan antusiasme publik dengan dedikasi pribadi.
Profil Awak Artemis 2
- Reid Wiseman (Komandan) – veteran NASA dengan pengalaman di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
- Victor Glover (Pilot) – astronot pertama Afrika-Amerika yang berpartisipasi dalam misi berawak ke Bulan.
- Christina Koch (Spesialis Misi) – pencapaian rekor wanita dengan total 328 hari di luar angkasa.
- Jeremy Hansen (Spesialis Misi) – perwakilan Kanada yang menandai kolaborasi internasional dalam program Artemis.
Keempatnya akan menjalani perjalanan sekitar 6 hari, melewati orbit tertinggi di sekitar Bulan (dikenal sebagai “far side” atau sisi jauh) sebelum kembali ke Bumi. Misi ini tidak mencakup pendaratan, namun berfungsi sebagai ujian kritis untuk sistem Orion, navigasi, komunikasi, dan prosedur keselamatan sebelum misi pendaratan berawak Artemis 3.
Jadwal dan Tahapan Peluncuran
Peluncuran dimulai dengan prosedur pengisian bahan bakar yang dimulai pada pagi hari, di mana tim teknisi menyalurkan propelan ke SLS selama lebih dari dua jam. Setelah proses pengisian selesai, roket menjalani pemeriksaan final dan masuk ke fase hitung mundur otomatis. Hitung mundur resmi dimulai pada pukul 19.15 waktu setempat, dengan penekanan khusus pada titik‑titik kritis seperti “T‑0” (waktu peluncuran) dan “MECO” (Main Engine Cut Off).
Selama fase “lift‑off”, roket SLS menghasilkan dorongan lebih dari 8 juta pon, mengangkat Orion setinggi lebih dari 120 km dalam hitungan menit. Pada fase “stage separation”, booster pertama terpisah dan jatuh kembali ke laut, sementara inti roket melanjutkan akselerasi hingga mencapai kecepatan orbital. Setelah menembus atmosfer, Orion melakukan manuver “Trans‑Lunar Injection” (TLI) untuk memasuki lintasan menuju Bulan.
Visibilitas dan Cara Menyaksikan
NASA memperkirakan bahwa ledakan roket akan terlihat jelas di wilayah Florida, khususnya di daerah pantai timur, serta sebagian selatan Georgia. Warga yang berada di luar zona larangan dapat menyaksikan cahaya terang dari peluncuran tanpa peralatan khusus. Bagi yang tidak berada di lokasi, NASA menyediakan siaran langsung melalui situs resmi mereka, kanal YouTube, dan platform media sosial. Layanan streaming menampilkan gambar beresolusi tinggi dari kamera internal kapsul Orion serta sudut pandang luar angkasa yang menakjubkan.
Signifikansi Misi Artemis 2
Artemis 2 tidak hanya menjadi misi berawak pertama ke Bulan sejak era Apollo, namun juga menandai langkah penting dalam agenda jangka panjang NASA untuk kembali menginjakkan kaki manusia di permukaan Bulan pada akhir dekade ini. Misi ini menguji kemampuan sistem propulsi, sistem hidup, serta prosedur evakuasi dalam skenario real‑time. Keberhasilan Artemis 2 akan membuka jalan bagi Artemis 3, yang direncanakan melakukan pendaratan di Kutub Selatan Bulan dengan melibatkan astronot wanita pertama di sana.
Selain itu, Artemis 2 menegaskan komitmen Amerika Serikat terhadap kolaborasi internasional dalam eksplorasi luar angkasa. Kehadiran astronaut Kanada Jeremy Hansen menandakan peran penting agensi luar angkasa lain dalam program Artemis, sementara partisipasi berbagai perusahaan komersial dalam rantai pasokan menambah dimensi ekonomi baru bagi industri antariksa.
Dengan dukungan publik yang luas dan antusiasme global, Artemis 2 menjadi simbol kebangkitan kembali mimpi manusia untuk menjelajah luar angkasa. Keberhasilan misi ini diharapkan memperkuat kepercayaan publik pada teknologi tinggi serta memberikan inspirasi bagi generasi berikutnya yang bermimpi menjadi penjelajah luar angkasa.
Secara keseluruhan, peluncuran Artemis 2 menandai babak baru dalam sejarah penerbangan antariksa, menggabungkan inovasi teknologi, kerja sama internasional, dan semangat penjelajahan yang tak pernah padam. Keberhasilan misi ini akan menjadi landasan kuat bagi rencana NASA selanjutnya, termasuk pendaratan berawak Artemis 3 dan eksplorasi lebih jauh ke Mars pada dekade mendatang.













