Back to Bali – 05 April 2026 | Pelatih Persib Bandung asal Kroasia, Bojan Hodak, kembali mencuri perhatian publik setelah secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap pilihan putranya, Luka Jordy Hodak, untuk bergabung dengan Timnas Malaysia. Keputusan ini menimbulkan diskusi luas tentang identitas kebangsaan, peluang karier muda, serta implikasi strategis bagi kedua tim nasional.
Luka Jordy Hodak, yang berusia 18 tahun, lahir di Kuala Lumpur pada tahun 2008. Ia memperoleh paspor Malaysia sejak lahir, sementara ayahnya, Bojan, memegang kewarganegaraan Kroasia dan memimpin Persib Bandung sejak 2024. Istri Bojan adalah warga Malaysia, menjadikan Luka memiliki ikatan kuat dengan kedua negara.
Latihan dan Karier Klub
Saat ini Luka menempati posisi pemain junior di NK Trnje Zagreb, klub yang sama tempat Bojan memulai karier profesionalnya. Luka berpartisipasi secara reguler dalam kompetisi liga junior Kroasia, mengasah teknik dan taktik yang diharapkan dapat meningkatkan nilainya di panggung internasional. Selain itu, Bojan menyampaikan rencana untuk mengirim Luka melanjutkan pendidikan sepak bola di Spanyol, dengan harapan sang muda dapat menembus akademi klub Eropa.
Berikut adalah rangkuman perjalanan karier Luka hingga kini:
- 2008 – Lahir di Kuala Lumpur, Malaysia.
- 2015 – Bergabung dengan akademi junior Persib Bandung selama beberapa bulan sebelum kembali ke Eropa bersama ayahnya.
- 2022 – Mendaftar di NK Trnje Zagreb, memainkan peran penting di tim junior.
- 2024 – Dikenal luas setelah ayahnya menegaskan dukungan terhadap kemungkinan bergabung dengan Timnas Malaysia.
Potensi Pemanggilan Timnas Malaysia U‑19
Tim Nasional Malaysia U‑19 sedang mempersiapkan diri untuk Kualifikasi Piala Asia U‑20 2027 yang akan digelar pada Agustus 2026 di China. Jika Luka dipanggil, ia berpeluang berpartisipasi dalam turnamen tersebut, sekaligus menambah pengalaman internasional pada usia dini. Bojan menegaskan, “Dia punya paspor Malaysia, dan jika dia dapat panggilan timnas Malaysia, kami akan mengijinkannya bergabung ke tim mereka.”
Keputusan tersebut juga menjadi sinyal positif bagi federasi sepak bola Malaysia, yang tengah berupaya memperkuat skuad mudanya setelah terjadinya skandal pemalsuan dokumen naturalisasi pemain. Menambahkan pemain dengan latar belakang internasional yang sah dapat meningkatkan kredibilitas dan kualitas tim.
Reaksi dari Persib Bandung
Meskipun Luka belum pernah bermain untuk tim senior Persib, keberadaannya sebagai putra pelatih menimbulkan pertanyaan tentang potensi konflik kepentingan. Namun, Bojan menegaskan bahwa keputusan Luka tidak akan memengaruhi fokus timnya di Liga Indonesia. “Saya tidak mempermasalahkan pilihan putra saya. Kami tetap fokus pada tujuan Persib menjadi kekuatan dominan di liga domestik,” ujar Bojan dalam sebuah wawancara dengan media olahraga setempat.
Para pemain senior Persib juga menyambut baik keputusan tersebut, mengingat mereka melihat Luka sebagai contoh bagi pemain muda lain yang ingin meniti karier internasional. “Kami mendukung apa pun yang terbaik untuk perkembangan kariernya,” kata salah satu kapten tim.
Implikasi bagi Karier Luka
Jika Luka menerima panggilan Timnas Malaysia, ia akan memperoleh eksposur di panggung Asia, yang dapat membuka peluang transfer ke klub-klub Eropa atau Asia lainnya. Selain itu, pengalaman bermain bersama rekan-rekan sebaya dari berbagai negara akan memperkaya taktik dan mentalnya. Namun, ia juga harus menyeimbangkan komitmen antara klub NK Trnje, kemungkinan akademi Spanyol, dan pemanggilan internasional yang berpotensi menimbulkan jadwal padat.
Berikut beberapa skenario yang mungkin dihadapi Luka dalam dua tahun ke depan:
- Dipanggil Timnas Malaysia U‑19, berpartisipasi dalam Kualifikasi Piala Asia U‑20 2027.
- Transfer ke akademi sepak bola di Spanyol untuk melanjutkan pendidikan dan pengembangan teknik.
- Kembali ke NK Trnje atau pindah ke klub profesional Kroasia setelah menamatkan masa junior.
Setiap pilihan akan membawa konsekuensi berbeda, baik dari segi eksposur internasional maupun perkembangan karier jangka panjang.
Secara keseluruhan, dukungan Bojan Hodak terhadap pilihan putranya mencerminkan sikap progresif dalam dunia sepak bola modern, di mana identitas ganda dapat dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi dan nasional. Keputusan Luka akan menjadi sorotan tidak hanya bagi Persib Bandung dan Malaysia, tetapi juga bagi para pelatih dan manajer yang tengah mencari cara mengoptimalkan talenta muda dengan latar belakang multinasional.
Dengan latar belakang keluarga yang kuat di kedua negara, Luka Jordy Hodak berada di posisi unik untuk menjadi jembatan budaya sepak bola antara Indonesia, Kroasia, dan Malaysia. Keputusan akhir akan menentukan arah kariernya, sekaligus memberikan pelajaran berharga bagi generasi pemain muda yang memiliki opsi kebangsaan ganda.













