Kabar Gembira Persis Solo: Sanksi Penonton Dikurangi & Poin Penting di Kandang PSM Makassar

Back to Bali – 06 April 2026 | Persis Solo kembali menjadi sorotan publik setelah dua kabar positif sekaligus mengangkat semangat Laskar Sambernyawa. Pertama, keputusan..

3 minutes

Read Time

Kabar Gembira Persis Solo: Sanksi Penonton Dikurangi & Poin Penting di Kandang PSM Makassar

Back to Bali – 06 April 2026 | Persis Solo kembali menjadi sorotan publik setelah dua kabar positif sekaligus mengangkat semangat Laskar Sambernyawa. Pertama, keputusan PSSI yang semula menjatuhkan sanksi lima laga tanpa penonton di Stadion Manahan kini dipangkas menjadi dua laga. Kedua, tim asuhan Milomir Seslija berhasil mengamankan satu poin berharga dari hasil imbang 1-1 melawan PSM Makassar di pekan ke-26 BRI Super League 2025/26.

Penurunan Sanksi: Dari Lima Menjadi Dua Laga

Pihak berwenang sepak bola Indonesia, PSSI, pada pekan lalu meninjau kembali sanksi yang dijatuhkan kepada Persis Solo setelah insiden kerusuhan pada pertandingan sebelumnya. Awalnya, klub dikenakan larangan menonton penonton selama lima pertandingan di Stadion Manahan, yang berpotensi menurunkan pendapatan tiket dan menurunkan dukungan suporter.

Setelah mengajukan banding resmi yang disertai dengan komitmen perbaikan manajemen keamanan, PSSI memutuskan untuk mengurangi hukuman menjadi dua laga tanpa penonton. Keputusan ini diharapkan memberikan ruang napas bagi Persis Solo untuk memperbaiki fasilitas keamanan sekaligus menjaga kestabilan finansial klub.

Direktur Persis Solo, Andi Wijaya, menyambut keputusan ini dengan rasa syukur. “Kami berterima kasih atas kebijaksanaan PSSI yang memberikan kesempatan kedua. Kami berjanji akan menegakkan standar keamanan yang lebih tinggi dan memastikan kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor klub.

Persis Solo Raih Poin Krusial di Laga Lawan PSM Makassar

Pekan ke-26 BRI Super League 2025/26 menjadi ajang penting bagi Persis Solo. Bertanding di Stadion Gelora BJ Habibie, Sabtu 4 April 2026, tim asuhan pelatih asal Kroasia, Milomir Seslija, berhasil menahan imbang PSM Makassar dengan skor 1-1.

Gol pembuka datang lebih dulu dari pihak tuan rumah melalui sundulan Yuran Fernandes pada menit ke-18. PSM Makassar menguasai tempo permainan dan menekan pertahanan Persis dengan intensitas tinggi, terutama pada situasi bola mati. Namun, Persis menampilkan disiplin defensif dan berhasil menahan serangan lawan.

Masuk babak kedua, Persis mulai mengubah taktik dengan menekan lebih tinggi. Pada menit ke-65, Roman Paparyga mengonversi peluang lewat serangan balik, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut menjadi titik balik psikologis, memberi kepercayaan diri kepada Laskar Sambernyawa untuk mengontrol tempo hingga peluit akhir.

Pelatih Milomir Seslija mengungkapkan kepuasannya atas hasil tersebut. “Laga ini bukan hanya tentang taktik, tapi juga mentalitas. Tim bermain dengan semangat juang yang tinggi meski harus mengatasi perjalanan jauh dan cuaca yang tidak bersahabat,” kata Seslija. Ia menambahkan, “Setiap pemain menunjukkan konsistensi, terutama dalam mengatur pertahanan saat situasi bola mati, yang menjadi keunggulan PSM sebelumnya.”

Dengan hasil imbang ini, Persis Solo menambah satu poin menjadi total 21 poin dan menempati peringkat ke-15 klasemen sementara. Posisi tersebut masih rawan, mengingat Persijap Jepara berada tepat di atasnya dengan poin yang sama. Namun, persaingan dengan Madura United FC dan Semen Padang FC semakin ketat, mengharuskan Persis untuk terus memperbaiki performa.

Dampak Positif Terhadap Moral Tim dan Dukungan Suporter

Pengurangan sanksi serta hasil poin penting memberikan suntikan moral bagi pemain dan suporter. Suporter Persis Solo, yang dikenal dengan sebutan “Samarinda”, menyatakan antusiasme mereka akan kembali mengisi tribun ketika dua laga tanpa penonton selesai. “Kami siap kembali bersuara keras untuk mendukung tim di setiap laga. Keputusan PSSI memberi harapan baru,” ujar salah satu suporter senior dalam wawancara.

Manajemen klub juga menyatakan akan memanfaatkan dua pertandingan tanpa penonton untuk meningkatkan standar keamanan stadion, termasuk pemasangan kamera CCTV tambahan, peningkatan pelatihan steward, dan kerja sama dengan kepolisian setempat.

Secara finansial, pengurangan sanksi mengurangi kerugian estimasi sebesar 30% dibandingkan sanksi lima laga. Pendapatan dari penjualan tiket, makanan, dan merchandise diproyeksikan kembali meningkat secara bertahap ketika penonton diizinkan kembali.

Dengan kombinasi kebijakan yang lebih lunak dan hasil pertandingan yang positif, Persis Solo berada pada posisi yang lebih menguntungkan untuk menghadapi sisa kompetisi. Tim bertekad memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan perolehan poin, mengamankan posisi aman dari zona degradasi, dan kembali mengukir prestasi di panggung nasional.

Ke depan, fokus utama tetap pada peningkatan kualitas permainan, konsistensi taktik, serta pemeliharaan hubungan harmonis dengan suporter dan otoritas sepak bola. Jika semua elemen ini berjalan selaras, Persis Solo dapat menatap akhir musim dengan harapan lebih baik dan potensi untuk bersaing di papan atas klasemen.

About the Author

Zillah Willabella Avatar