Back to Bali – 07 April 2026 | Persija Jakarta kembali menjadi sorotan publik usai menurunkan kiper ketiganya, Cyrus Margoin, dalam laga tandang melawan Bhayangkara FC pada Minggu, 5 April 2026. Penampilan Margoin berujung pada kekalahan dramatis 3-2 yang menambah daftar kecelakaan debut di kancah Liga Super Indonesia.
Debut yang Menyakitkan
Setelah menempati posisi ketiga pada bursa transfer Januari, Margoin akhirnya memperoleh kesempatan pertama di lini belakang Persija. Sayangnya, momen yang diharapkan menjadi ajang pembuktian berbalik menjadi mimpi buruk. Dua gol pertama Bhayangkara dicetak oleh penyerang asal Senegal, Moussa Sidibe, yang menunjukkan kecepatan dan ketajaman luar biasa. Gol ketiga datang lewat sundulan Dendy Sulistyawan, memperlebar selisih menjadi 3-0 sebelum Persija memperkecil jarak menjadi 2-3.
Produk Liga Kosovo Terperangkap
Sidibe, yang sebelumnya menorehkan prestasi gemilang di Liga Kosovo, menjadi sorotan utama setelah dua golnya melesatkan bola ke gawang Persija. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kondisi kebugaran dan mental yang prima, mengingat Sidibe sempat mengalami masa transisi sulit sebelum bergabung dengan Bhayangkara. Analisis taktik melahirkan kesimpulan bahwa pertahanan Persija gagal menutup ruang gerak Sidibe, menjadikannya “korban keberingasan” yang tidak terduga.
Kedalaman Posisi Penjaga Gawang di Persija dan Persib
Persija kini mengandalkan tiga pilihan kiper: Andritany Ardhiyasa, Carlos Eduardo, dan Cyrus Margoin. Keputusan melibatkan Margoin dalam pertandingan penting menunjukkan kepercayaan manajer terhadap kedalaman skuad. Sementara itu, rival klasik Persija, Persib Bandung, juga mengoperasikan tiga kiper utama: Fitrah Maulana, Adam Przybek, dan Teja Paku Alam. Persib menambahkan Made Wirawan, kiper berusia 44 tahun, yang berpotensi memecahkan rekor pemain tertua dalam sejarah Liga Indonesia bila ia tampil pada enam laga terakhir musim ini.
Statistik dan Rekor Bersih
- Teja Paku Alam mencatat rekor cleansheet terbanyak musim ini dengan 16 pertandingan tanpa kebobolan.
- Made Wirawan berada selangkah lagi mengalahkan rekor Beto Goncalves (44 tahun 4 bulan 22 hari) jika ia bermain pada sisa pertandingan.
- Moussa Sidibe mencatat dua gol dalam debutnya melawan Persija, menambah total golnya di Liga Super menjadi 12.
Evaluasi Pelatih dan Harapan Kedepan
Mauricio Souza, asisten pelatih Persija, menyatakan perlunya evaluasi menyeluruh setelah kekalahan. “Kita harus memperbaiki koordinasi di lini pertahanan dan memastikan komunikasi antara kiper dan bek lebih solid,” ujar Souza dalam konferensi pers pasca laga. Sementara itu, Bojan Hodak, pelatih Persib, menegaskan bahwa Made Wirawan akan tetap menjadi pilihan cadangan, mengingat usia dan kondisi fisiknya yang masih dapat diandalkan dalam pertandingan kandang.
Debut Cyrus Margoin yang berakhir bencana menjadi pelajaran penting bagi Persija. Tim harus menata kembali strategi pertahanan, khususnya dalam mengantisipasi serangan cepat pemain seperti Sidibe. Di sisi lain, persaingan internal kiper di Persija dan Persib menunjukkan betapa pentingnya memiliki kedalaman posisi untuk menghadapi jadwal padat Liga Super 2025/26.
Jika Persija dapat memperbaiki kekurangan yang terungkap, peluang mereka kembali bersaing di puncak klasemen masih terbuka lebar. Sementara itu, persaingan usia dan rekor pemain tertua di Liga Indonesia menambah warna menarik bagi para penggemar sepak bola tanah air.













