Back to Bali – 08 April 2026 | Jelang perempat final Liga Champions 2025/2026, pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, menegaskan bahwa tidak ada tim favorit dalam laga melawan Liverpool pada leg pertama yang akan digelar di Parc des Princes, Paris, pada Kamis 9 April dini hari WIB. Pernyataan ini mencerminkan fokus dan kesiapan mental skuad Prancis dalam menghadapi lawan berlevel tinggi yang dipimpin oleh Jürgen Klopp.
“Tidak ada favorit di tahap ini. Penting untuk fokus pada hal yang bisa kami kendalikan,” ujar Enrique dalam konferensi pers resmi klub. Ia menambahkan bahwa memandang diri sebagai favorit justru dapat menjadi bumerang, terutama di ajang kompetisi bergengsi seperti Liga Champions.
Persiapan Taktik dan Fokus Penguasaan Bola
Menurut Enrique, kunci utama untuk mengalahkan Liverpool terletak pada dominasi penguasaan bola. Dengan mengontrol tempo permainan, PSG berupaya meminimalisir ruang bagi Mohamed Salah dan rekan-rekannya untuk mengembangkan serangan. “Kami ingin mendominasi bola sehingga Liverpool tidak dapat mengatur ritme mereka,” tegasnya.
Berikut taktik utama yang diungkapkan oleh Enrique:
- Meningkatkan tekanan tinggi sejak fase penguasaan untuk memaksa kesalahan lawan.
- Memanfaatkan kecepatan sayap PSG, terutama melalui Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé, untuk menyerang celah pertahanan Liverpool.
- Menjaga kestabilan lini tengah dengan bantuan Marco Verratti dan Vitinha dalam mengatur alur permainan.
- Menjaga konsentrasi defensif, khususnya pada lini belakang yang dipimpin oleh Marquinhos, untuk menahan serangan cepat Liverpool.
Enrique juga menyoroti pentingnya disiplin taktik, mengingat Liverpool baru saja mengalami dua kekalahan beruntun sebelum laga ini, yakni melawan Manchester City (0-4) di perempat final Piala FA dan Brighton & Hove Albion (1-2) di Liga Inggris. Meski demikian, ia menegaskan bahwa lawan tetap berbahaya dan tidak boleh diremehkan.
Sejarah Pertemuan Kedua Tim
Pertemuan kali ini menjadi pertemuan kedua PSG dan Liverpool di fase gugur Liga Champions secara berurutan. Pada musim 2024/2025, kedua tim bertemu di babak 16 besar, di mana PSG berhasil menyingkirkan Liverpool melalui adu penalti (4-1) setelah agregat berakhir imbang 1-1. Kemenangan itu memberikan kepercayaan diri tambahan bagi Luis Enrique, namun ia memperingatkan bahwa setiap laga memiliki dinamika tersendiri.
“Liverpool adalah tim yang sulit dihadapi,” kata Enrique. “Mereka memiliki pemain dan pelatih berkualitas, sehingga kami harus siap secara taktis dan mental.”
Di sisi lain, Jürgen Klopp menekankan pentingnya memperbaiki performa tim setelah kekalahan beruntun. Namun, fokus utama PSG tetap pada persiapan internal, mengingat mereka berambisi melaju ke semifinal.
Dengan semangat yang tinggi, Luis Enrique menutup konferensinya dengan pernyataan motivasional: “Kami ingin lolos ke babak berikutnya. Itu tidak mudah, tetapi kami termotivasi. Kami ingin menikmati pertandingan di Parc des Princes.”
Jika PSG mampu menerapkan taktik yang telah direncanakan dan menjaga konsistensi defensif, peluang untuk mengalahkan Liverpool menjadi semakin terbuka. Namun, dengan kualitas pemain bintang Liverpool yang selalu mengancam, pertandingan ini diprediksi akan menjadi pertarungan sengit yang menegangkan bagi para penonton.













