Masa Depan Maarten Paes Gantung: Kritik Pedas Pandit Belanda Usai Kekalahan Ajax dari Twente

Back to Bali – 09 April 2026 | Ajax Amsterdam kembali menelan pil pahit di Liga Belanda ketika menurunkan diri 1-2 di hadapan FC Twente..

3 minutes

Read Time

Masa Depan Maarten Paes Gantung: Kritik Pedas Pandit Belanda Usai Kekalahan Ajax dari Twente

Back to Bali – 09 April 2026 | Ajax Amsterdam kembali menelan pil pahit di Liga Belanda ketika menurunkan diri 1-2 di hadapan FC Twente pada pekan ke-29 musim 2025/26. Kekalahan tersebut tidak hanya menurunkan posisi klub di klasemen, melainkan juga menambah tekanan luar biasa bagi kiper Maarten Paes, yang kini menjadi sorotan utama setelah beberapa keputusan kontroversial di lini belakang.

Kondisi Terkini Ajax di Liga Belanda

Sejak akhir musim lalu, Ajax tidak lagi mendominasi jalur juara seperti era kejayaan total football. Tim As Oosterpark berjuang keras untuk kembali ke zona Liga Champions, namun kini terjebak di posisi kelima, mengancam peluang masuk ke fase grup atau bahkan terpaksa berjuang di playoff Liga Konferensi. Penurunan performa ini terlihat jelas pada laga melawan Twente, dimana Ajax menguasai bola namun gagal memanfaatkan peluang.

Rincian Pertandingan Melawan Twente

Gol pembuka Twente dicetak oleh Ramiz Zerrouki lewat tendangan jarak jauh yang mengarah tepat ke sudut atas tiang gawang, menembus jaring Paes. Di babak kedua, Maarten Paes melakukan blunder fatal ketika mengirimkan umpan pendek kepada bek muda Josip Sutalo, yang hampir berujung gol. Meskipun Wout Weghorst berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-32, Ajax tetap kebobolan lagi melalui tendangan Bart van Rooij, menutup skor 1-2.

Sejarah Rotasi Kiper di Ajax: Dari Van der Sar hingga Onana

Ajax dikenal memiliki tradisi mengganti kiper secara reguler, mulai dari legenda Edwin van der Sar, melalui Jasper Cillessen, hingga André Onana yang kini menancapkan namanya di kancah internasional. Maarten Paes, yang bergabung pada musim ketika Ajax belum kembali ke puncak, diharapkan menjadi penerus generasi berikutnya. Namun, masuknya Paes bertepatan dengan masa transisi klub di bawah asuhan Erik ten Hag, membuat ekspektasi tinggi sekaligus beban berat di pundaknya.

Kritik Pedas dari Pandit Belanda

Setelah kekalahan tersebut, sejumlah pundit sepak bola Belanda melontarkan kritik keras. Legenda Ajax, Wim Kieft, menilai penampilan Ajax secara keseluruhan buruk, meskipun bermain di kandang sendiri. Kieft menyoroti terutama distribusi bola dari belakang, mengkritik Paes yang “terus memberikan umpan-umpan itu kepada Josip Sutalo” tanpa mempertimbangkan risiko. Kritik serupa juga datang dari pakar taktik lain yang menilai Paes belum menunjukkan kemampuan mengatur permainan dari lini pertahanan, sesuatu yang penting dalam filosofi total football Ajax.

Konsekuensi dan Spekulasi Transfer

Tekanan yang terus meningkat menimbulkan spekulasi mengenai nasib Paes di De Godenzonen. Beberapa analis memperkirakan Paes bisa kehilangan posisi starter jika tidak memperbaiki akurasi distribusi dan konsistensi dalam pertahanan. Di sisi lain, nama-nama kiper muda seperti Maarten Vandevoordt atau bahkan kembali ke veteran seperti Andre Onana menjadi opsi yang dipertimbangkan klub dalam merencanakan musim depan.

Respons Manajemen dan Ten Hag

Pelatih Erik ten Hag belum memberikan pernyataan resmi mengenai status Paes, namun dalam konferensi pers internal klub, ia menekankan pentingnya proses pembenahan mental dan taktis. Ten Hag menegaskan bahwa Ajax masih mengutamakan pengembangan pemain muda dan menolak keputusan drastis sebelum melihat perkembangan jangka pendek.

Secara keseluruhan, situasi Maarten Paes mencerminkan dilema Ajax antara tradisi menurunkan kiper muda dan kebutuhan mendesak untuk kembali bersaing di level tertinggi. Jika Paes tidak mampu menyesuaikan diri dengan ekspektasi distribusi cepat dan stabilitas pertahanan, kemungkinan besar ia akan berada di ambang keputusan penting menjelang transfer window berikutnya. Bagi Ajax, menemukan keseimbangan antara melindungi gawang dan mempertahankan filosofi menyerang tetap menjadi tantangan utama dalam upaya kembali menancapkan trofi Liga Belanda dan mengamankan tiket Liga Champions.

About the Author

Marshauwn Marshauwn Agatho Avatar