Back to Bali – 10 April 2026 | Ratusan warga Yogyakarta terkejut ketika sebuah video yang direkam pada dini hari menyebar cepat di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan seorang pria tak dikenal menebar sesuatu yang belum dapat diidentifikasi ke arah pejalan kaki di sebuah perempatan utama kota, tepatnya di persimpangan Jalan Malioboro dengan Jalan Prawirotaman, sekitar pukul 02.30 WIB.
Laporan Awal dan Reaksi Warga
Menurut saksi mata yang berada di lokasi, pria tersebut mengenakan jaket hitam dan topi beanie, serta membawa sebuah kantong plastik berisi cairan berwarna putih keabu-abuan. Tanpa peringatan, ia mulai meneteskan cairan tersebut ke trotoar dan ke arah beberapa pejalan kaki yang melintas. Beberapa orang yang terkena cairan melaporkan rasa gatal dan rasa terbakar ringan pada kulit.
“Saya sedang pulang dari rumah teman ketika tiba-tiba melihat orang itu menabur sesuatu. Saya sempat menoleh dan melihat orang‑orang di sekitar mulai menjerit, ada yang berlari menjauh,” ujar Budi (35), salah satu saksi yang tidak ingin disebutkan namanya lengkapnya.
Respons Pihak Berwajib
Polisi Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) segera menurunkan tim khusus ke lokasi setelah video tersebut menjadi viral. Kompol Andi Setiawan, Kapolsek Mergangsan, menyatakan bahwa unitnya telah melakukan penyelidikan awal dan mengamankan area perempatan untuk mencegah kepanikan lebih lanjut.
“Kami telah melakukan evakuasi sementara, menutup akses kendaraan, dan memerintahkan tim kesehatan untuk memeriksa warga yang kemungkinan terpapar. Sampai saat ini, belum ada laporan keracunan berat,” jelas Kompol Andi dalam konferensi pers singkat pada sore harinya.
Analisis Awal Zat yang Disebarkan
Tim forensik laboratorium forensik Polri bersama ahli kimia dari Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah melakukan analisis terhadap sampel cairan yang berhasil dikumpulkan. Hasil sementara menunjukkan bahwa zat tersebut kemungkinan merupakan cairan berbasis air dengan bahan kimia yang dapat menimbulkan iritasi kulit, namun belum teridentifikasi secara pasti.
“Kami sedang menguji keberadaan bahan kimia berbahaya seperti asam atau zat beracun. Sampai hasil akhir keluar, kami menyarankan warga yang merasakan gejala iritasi untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” kata Dr. Siti Nurhaliza, kepala laboratorium kimia UGM.
Motif dan Identitas Pelaku
Polisi belum dapat mengonfirmasi identitas pelaku. Namun, berdasarkan rekaman CCTV di sekitar perempatan, terdapat satu kendaraan berwarna hitam yang melaju cepat setelah insiden terjadi. Penyidikan masih berlangsung untuk melacak kendaraan tersebut.
Beberapa warga berspekulasi bahwa tindakan tersebut mungkin berkaitan dengan aksi provokatif atau bahkan percobaan bahan kimia. “Kita tidak boleh langsung menuduh, tapi yang jelas ini mengganggu ketertiban umum dan menimbulkan rasa tidak aman,” kata Ahmad, ketua RT setempat.
Langkah-Langkah Pemerintah Daerah
- Pengamanan tambahan di perempatan strategis pada jam malam.
- Peningkatan patroli kepolisian di area wisata utama Yogyakarta.
- Penyuluhan kesehatan bagi warga yang terpapar zat tersebut.
- Kolaborasi dengan lembaga kesehatan dan akademik untuk identifikasi cepat zat berbahaya.
Reaksi Netizen
Video tersebut telah ditonton lebih dari tiga juta kali di platform TikTok, Instagram, dan YouTube dalam waktu kurang dari 24 jam. Netizen ramai menyoroti pentingnya kesiapsiagaan keamanan publik pada jam malam. Beberapa komentar menuntut agar pemerintah segera meningkatkan pengawasan dan menindak tegas pelaku.
“Kalau ini terus berlanjut, wisatawan bakal takut datang ke Yogyakarta,” tulis seorang pengguna media sosial.
Kesimpulan
Insiden penebaran zat misterius di perempatan Jalan Malioboro‑Prawirotaman menimbulkan kepanikan sementara, namun respons cepat pihak kepolisian dan tenaga medis membantu mengendalikan situasi. Penyidikan masih berlangsung untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik tindakan tersebut. Warga diimbau untuk tetap waspada, melaporkan kejadian serupa, dan mengikuti arahan kesehatan jika mengalami gejala iritasi.













