Arc’teryx Raih Kemenangan Besar: Pengadilan Niaga Batalkan Pendaftaran Merek Curang dari Perusahaan China

Back to Bali – 28 Maret 2026 | Arc’teryx Equipment, bagian dari Amer Sports Canada Inc., berhasil menegaskan kembali hak kekayaan intelektualnya setelah Pengadilan Niaga..

3 minutes

Read Time

Arc'teryx Raih Kemenangan Besar: Pengadilan Niaga Batalkan Pendaftaran Merek Curang dari Perusahaan China

Back to Bali – 28 Maret 2026 | Arc’teryx Equipment, bagian dari Amer Sports Canada Inc., berhasil menegaskan kembali hak kekayaan intelektualnya setelah Pengadilan Niaga memutuskan pembatalan kedua pendaftaran merek logo Arc’teryx yang dilakukan oleh perusahaan asal Tiongkok tanpa persetujuan. Putusan ini menandai tonggak penting bagi perlindungan merek terkenal di Indonesia dan memberikan sinyal tegas kepada pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan merek secara tidak sah.

Latar Belakang Kasus

Sejak akhir 2025, Arc’teryx mengajukan gugatan pembatalan terhadap dua pendaftaran merek yang diajukan oleh entitas China di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Pendaftaran pertama ditolak pada Desember 2025, namun keputusan tersebut masih berada dalam proses kasasi di Mahkamah Agung. Pada akhir Februari 2026, Pengadilan Niaga mengeluarkan putusan yang mengabulkan gugatan pembatalan kedua, menegaskan bahwa pendaftaran tersebut dilakukan dengan iktikad tidak baik dan memiliki kemiripan signifikan dengan merek Arc’teryx yang telah diakui sebagai merek terkenal.

Putusan Pengadilan Niaga

Majelis hakim menegaskan bahwa merek Arc’teryx telah memperoleh status merek terkenal di pasar global, termasuk Indonesia. Pendaftaran oleh perusahaan China dinilai melanggar prinsip perlindungan merek terkenal dan mengindikasikan niat untuk memperoleh keuntungan tidak sah. Putusan pembatalan kedua menegaskan bahwa pendaftaran tersebut tidak dapat diterima, sekaligus memperkuat posisi Arc’teryx sebagai pemilik sah merek.

Reaksi Pihak Terkait

Cameron Clark, Vice President of Legal Arc’teryx, menyampaikan apresiasi atas keputusan pengadilan. Ia menekankan bahwa kemenangan ini merupakan pengakuan tegas atas hak kekayaan intelektual perusahaan dan menegaskan komitmen untuk melindungi merek dari pendaftaran bermaksud buruk. “Putusan ini memperkuat pentingnya perlindungan terhadap merek terkenal dan mencerminkan keadilan serta komprehensifnya penilaian pengadilan,” ujar Clark.

Di sisi lain, perwakilan perusahaan China yang terlibat tidak memberikan komentar resmi, namun laporan media menyebutkan bahwa mereka menghadapi tekanan hukum yang semakin kuat dan kemungkinan harus menyesuaikan strategi pendaftaran merek di Indonesia.

Implikasi bagi Penegakan Merek di Indonesia

Putusan ini dipandang sebagai preseden penting bagi penegakan hak merek di Indonesia. Para praktisi hukum menilai bahwa keputusan tersebut dapat memperkuat posisi pemilik merek terkenal dalam menolak pendaftaran yang bersifat meniru atau beritikad tidak baik. Selain itu, putusan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi otoritas merek dalam menilai kasus serupa, terutama yang melibatkan perusahaan asing yang mencoba memanfaatkan pasar Indonesia tanpa izin.

  • Penguatan perlindungan merek terkenal di Indonesia.
  • Peningkatan kewaspadaan terhadap pendaftaran merek bermotif tidak baik.
  • Potensi peningkatan beban kerja lembaga kekayaan intelektual dalam meninjau kasus serupa.

Selain itu, kemenangan Arc’teryx memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang serius dalam menegakkan hukum kekayaan intelektual, yang dapat meningkatkan kepercayaan investor asing dan memicu pertumbuhan sektor bisnis berbasis merek.

Dengan proses kasasi yang masih berjalan di Mahkamah Agung, Arc’teryx tetap memantau perkembangan hukum untuk memastikan bahwa semua pendaftaran tidak sah dapat dibatalkan. Perusahaan menegaskan akan terus berkolaborasi dengan otoritas Indonesia guna menciptakan iklim usaha yang sehat dan melindungi inovasi serta kreativitas.

Secara keseluruhan, putusan Pengadilan Niaga ini menandai momentum baru dalam penegakan merek di Indonesia, sekaligus memberikan pelajaran penting bagi perusahaan asing yang ingin beroperasi di pasar lokal. Kemenangan Arc’teryx tidak hanya mengamankan hak mereka, tetapi juga membuka jalan bagi perlindungan yang lebih kuat bagi semua pemilik merek di masa depan.

About the Author

Kanya Virtudes Virtudes Avatar