Rantai Narkoba Besar Terungkap: Terowongan Rahasia antara Maroko dan Ceuta Dibongkar Polisi

Back to Bali – 11 April 2026 | Polisi Spanyol dan Belanda berhasil mengguncang jaringan perdagangan narkoba internasional setelah mengungkap sebuah terowongan rahasia yang menghubungkan..

3 minutes

Read Time

Rantai Narkoba Besar Terungkap: Terowongan Rahasia antara Maroko dan Ceuta Dibongkar Polisi

Back to Bali – 11 April 2026 | Polisi Spanyol dan Belanda berhasil mengguncang jaringan perdagangan narkoba internasional setelah mengungkap sebuah terowongan rahasia yang menghubungkan Maroko dengan Ceuta, sebuah enclave Spanyol di Afrika Utara. Penangkapan seorang warga Belanda-Moroko yang dikenal sebagai “el Holandès” menjadi titik fokus operasi besar yang menargetkan satu organisasi kriminal yang digambarkan sebagai sangat kuat oleh otoritas.

Latar Belakang Operasi

Terowongan tersebut merupakan bagian dari jaringan transportasi yang lebih luas, melibatkan kapal penangkap ikan, kapal cepat, serta truk yang beroperasi dari pelabuhan ke dalam negeri Spanyol. Penemuan pertama terjadi pada akhir Maret di sebuah kawasan industri di Ceuta, setelah penyelidikan yang dimulai pada awal tahun 2025. Sebelumnya, terowongan kedua telah dibongkar pada Februari, menunjukkan pola serangan berulang oleh sindikat yang sama.

Penangkapan dan Penyitaan

Melalui penyadapan percakapan telepon, polisi berhasil melacak Abdelilah A, seorang warga Belanda-Moroko yang memiliki sebuah toko roti, namun sebenarnya berperan sebagai pemimpin operasional. Ia bekerja sama dengan pengusaha Maroko, Mustapha Chairi B., yang dikenal dengan julukan “Amandis”. Kedua tokoh ini memiliki ikatan keluarga dengan jaringan kejahatan Maroko-Belanda.

Dalam satu pengiriman, Abdelilah A bertanggung jawab mengirimkan 15.000 kilogram hashish yang disembunyikan dalam kontainer kentang dan semangka dari Tanger menuju Almería, Spanyol. Ia sempat ingin membatalkan pengiriman karena khawatir akan intervensi polisi, namun Amandis, yang telah menyuap sejumlah petugas, memerintahkan agar operasi tetap dilanjutkan.

Polisi berhasil menghentikan truk tersebut, melakukan tiga penangkapan, dan menyita uang tunai senilai sekitar €1,4 juta, 17.000 kilogram narkoba, serta sejumlah mobil mewah. Operasi lanjutan melibatkan 250 petugas, yang menurunkan 29 serangan tambahan di Ceuta dan Spanyol, menghasilkan 27 penangkapan tambahan.

Dampak Terhadap Organisasi Kriminal

Kepala unit narkotika kepolisian nasional Spanyol, Antonio Martinez Duarte, menyatakan bahwa organisasi ini sangat kuat, dengan perkiraan mengirimkan sekitar 2.000 kilogram narkoba setiap minggu melalui terowongan tersembunyi. Penangkapan utama ini diperkirakan akan memutus sebagian alur logistik penting, meski jaringan tersebut kemungkinan akan beradaptasi dengan rute atau metode baru.

  • Penangkapan utama: Abdelilah A (“el Holandès”) dan Mustapha Chairi B. (“Amandis”).
  • Penyitaan: €1,4 juta, 17.000 kg narkoba, mobil mewah.
  • Operasi melibatkan: 250 petugas, 29 serangan, 27 penangkapan.
  • Estimasi volume narkoba: 2.000 kg per minggu.

Reaksi Internasional dan Upaya Penanggulangan

Pemerintah Belanda menyatakan keprihatinan mendalam atas keterlibatan warganya dalam jaringan narkoba internasional. Sementara itu, otoritas Maroko berjanji akan meningkatkan kerjasama intelijen dengan Spanyol dan negara-negara Eropa lainnya untuk memutus jaringan lintas batas.

Para pakar keamanan menekankan pentingnya memperkuat pengawasan perbatasan, terutama di wilayah enclave seperti Ceuta yang rentan menjadi titik masuk barang selundupan. Mereka juga menyarankan peningkatan pelatihan bagi petugas kepolisian dalam mendeteksi penyalahgunaan infrastruktur sipil, seperti terowongan industri, untuk keperluan ilegal.

Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana jaringan narkoba memanfaatkan celah geografis dan administratif untuk menyelundupkan barang terlarang ke pasar Eropa. Penangkapan ini diharapkan menjadi peringatan bagi sindikat serupa dan meningkatkan kesadaran publik akan bahaya perdagangan narkoba lintas negara.

Dengan keberhasilan operasi ini, pihak berwenang berkomitmen untuk melanjutkan investigasi mendalam, menargetkan jaringan keuangan yang mendukung aktivitas kriminal, serta memperkuat kerja sama internasional guna menumpas peredaran narkoba yang mengancam keamanan regional.

About the Author

Pontus Pontus Avatar