Back to Bali – 12 April 2026 | Di tengah tekanan kompetisi yang semakin intens, Celtic berhasil meraih tiga poin penting dengan mengalahkan St Mirren 1‑0 pada laga pekan ke‑31 Scottish Premiership. Gol tunggal yang memecah kebuntuan datang dari Alex Oxlade‑Chamberlain pada menit ke‑16, memastikan sang juara bertahan tetap berada di jalur gelar sekaligus menambah ketegangan bagi St Mirren yang berjuang menghindari zona relegasi.
Gol Penentu dan Taktik Pertahanan
Serangan awal Celtic dimulai dengan tekanan tinggi dari lini tengah. Callum McGregor mengirimkan tembakan jarak jauh yang dipertahankan oleh kiper St Mirren, Shamal George. Bola kembali ke McGregor yang kembali menembak; kali ini bola diblokir oleh Alex Gogic, namun Oxlade‑Chamberlain berhasil memanfaatkan kebingungan di kotak penalti dan melepaskan tembakan rendah yang melewati George, menegakkan skor 1‑0.
Setelah gol, Celtic sempat kembali ke zona pertahanan, terutama pada babak kedua ketika St Mirren menyesuaikan taktik dan menekan lebih intens. Meskipun Celtic menguasai penguasaan bola, St Mirren berhasil menahan serangan dengan disiplin taktis, bahkan menimbulkan beberapa peluang melalui Mikael Mandron dan Miguel Freckleton. Namun, kiper tamu Viljami Sinisalo tetap solid, tidak memberikan celah berarti.
Reaksi Pelatih dan Suasana Stadion
Usai pertandingan, manajer interim St Mirren, Craig McLeish, memuji penampilan timnya yang “admirable” dan menekankan bahwa perjuangan melawan zona relegasi masih panjang. “Kami masih dua poin di atas Kilmarnock, dan kami percaya dapat bertahan,” ujarnya.
Sementara itu, Martin O’Neill, pelatih Celtic, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Oxlade‑Chamberlain yang, meski masih menyesuaikan diri sejak bergabung pada bulan Februari, mampu memberikan momen krusial bagi tim. “Dia menunjukkan kualitas bintang, dan golnya sangat berharga dalam situasi seperti ini,” kata O’Neill dalam konferensi media pra‑pertandingan yang sebelumnya menyoroti kebijakan klub terkait kembali mengizinkan kelompok ultras Green Brigade masuk ke stadion.
Kontroversi Green Brigade dan Dampaknya
Pembukaan kembali zona penonton bagi Green Brigade – kelompok ultras yang sempat dilarang selama lima bulan – menjadi sorotan tersendiri. Sebelum tendangan awal, para pendukung menurunkan spanduk berisi kutipan dari Bobby Sands, menambah atmosfer yang lebih bergelora di Celtic Park. Meskipun kontroversi politik tetap ada, kehadiran mereka memberi dorongan moral tambahan bagi tim tuan rumah yang tengah menatap akhir musim.
Implikasi Klasemen dan Tantangan Kedepan
Kemenangan ini menempatkan Celtic kembali ke posisi empat teratas, selisih hanya tiga poin dari pemuncak klasemen. Namun, jadwal pasca‑split yang akan dimulai dalam dua minggu ke depan menuntut konsistensi, terutama menghadapi tiga laga kandang yang krusial. Jika Celtic berhasil mempertahankan performa, mereka masih berpeluang meraih double Premiership dan Scottish Cup, meskipun final piala akan kembali melawan St Mirren di Hampden pada minggu berikutnya.
Bagi St Mirren, meskipun tetap berada di zona aman dari relegasi, mereka harus memperbaiki efisiensi serangan. Dengan hanya satu poin yang diraih dari lima laga terakhir, tekanan untuk mengumpulkan hasil positif akan semakin besar menjelang akhir musim.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan betapa tipisnya margin antara kemenangan dan kegagalan di liga kompetitif. Celtic menunjukkan ketangguhan mental untuk mengamankan tiga poin, sementara St Mirren tetap menunjukkan tekad untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Skotlandia.













