Back to Bali – 28 Maret 2026 | Striker muda Leeds United, Joel Piroe, kembali menjadi sorotan setelah menorehkan debut internasional pertamanya bersama tim nasional Suriname pada babak semifinal kualifikasi Piala Dunia 2026. Latar belakangnya yang unik—lahir di Belanda dan pernah membela tim U20 Belanda—menjadikannya figur penting dalam upaya Suriname menggapai debut pertama di turnamen sepakbola paling bergengsi di dunia.
Peralihan Kebangsaan dan Harapan Besar
Piroe resmi mengalihkan afiliasi internasionalnya pada Januari 2024, memanfaatkan hak eligibilitas melalui ayahnya yang berdarah Suriname. Keputusan itu tidak hanya membuka peluang baginya untuk bermain di level senior, tetapi juga memberikan tim Suriname tambahan kualitas menyerang yang selama ini kurang memadai.
“Saya ingin belajar banyak dari Jimmy Floyd‑Hasselbaink, yang kini melatih tim kami. Pengalaman dan mentalitasnya sangat berharga bagi saya,” ungkap Piroe dalam sebuah wawancara sebelum laga penting melawan Bolivia.
Debut yang Membekas: Suriname vs Bolivia
Pertandingan semifinal inter‑konfederasi berlangsung di Guadeloupe pada dini hari Jumat, 27 Maret 2026. Dipercaya menjadi starter, Piroe memainkan seluruh 90 menit. Pada menit ke‑48, ia menyalurkan bola cerdik melalui sayap kiri, memecah pertahanan Bolivia dan memberi ruang bagi rekan setimnya, Liam van Gelderen, untuk mencetak gol pembuka.
Sayangnya, kegembiraan tersebut tidak bertahan lama. Gol balasan Moisés Paniagua pada menit ke‑71 dan Miguel Terceros pada menit ke‑84 mengubah skor menjadi 2‑1 untuk Bolivia. Meskipun Suriname berjuang keras hingga peluit akhir, upaya mereka terhenti, mengakhiri mimpi melaju ke final melawan Irak untuk tiket Piala Dunia.
Belajar dari Ikon: Jimmy Floyd‑Hasselbaink
Hasselbaink, mantan pemain top Liga Inggris dan ikon Leeds United, kini memimpin tim Suriname sebagai pelatih kepala. Pengalaman bermain di level tertinggi Eropa memberinya perspektif taktis yang berharga. Piroe mengaku bertekad menyerap ilmu dari sang mentor, terutama dalam hal pergerakan off‑the‑ball dan penyelesaian akhir yang klinis.
“Saya pernah melihat bagaimana Hasselbaink memimpin di lapangan, dan saya ingin meniru etos kerja serta kecerdasannya dalam membaca permainan,” kata Piroe.
Dampak bagi Leeds United dan Karier Pribadi
Keberhasilan Piroe menembus skuad internasional menambah nilai jualnya di pasar sepakbola. Di Leeds United, ia bersaing dengan rekan seposisi seperti Jack Rodwell dan Ayo Obi. Pelatih Marcelo Bielsa menilai bahwa pengalaman internasional Piroe dapat meningkatkan mentalitas kompetitifnya, sekaligus memberikan inspirasi bagi pemain muda lainnya.
Selain Piroe, tim Suriname juga menampilkan nama lain yang pernah berlabuh di Elland Road, yakni Jay‑Roy Grot. Kehadiran dua pemain Leeds United sekaligus meningkatkan eksposur klub dalam kompetisi internasional CONCACAF.
Prospek Suriname di Kualifikasi
Meski gagal melaju ke final, penampilan Suriname menunjukkan perkembangan signifikan. Dengan dukungan pelatih berpengalaman, pemain yang bermain di liga top Eropa, dan semangat baru yang dipicu oleh debut Piroe, tim ini diperkirakan akan kembali menjadi ancaman serius pada siklus kualifikasi berikutnya.
Para penggemar sepakbola di Suriname dan diaspora Karibia kini menantikan langkah selanjutnya. Harapan terbesar tetap pada kemampuan tim untuk menembus fase final dan menuliskan sejarah baru bagi bangsa kecil di Amerika Selatan.
Ke depannya, Joel Piroe bertekad memperbaiki performa individu dan membantu Suriname mencapai target ambisiusnya. “Saya ingin menjadi bagian dari sejarah, bukan hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi mendatang,” tuturnya dengan keyakinan.













