Back to Bali – 13 April 2026 | Jakarta, 12 April 2026 – Pelatih asal Brasil, Mauricio Souza, kembali menegaskan kebijakan seleksi pemainnya di Persija Jakarta setelah tim mengukir kemenangan telak 3-0 melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-27 Liga Super 2025/2026. Meski hasil pertandingan memperkuat posisi Macan Kemayoran di papan atas klasemen, Souza menyoroti bahwa satu laga saja sudah cukup baginya untuk menilai bahwa kiper muda Cyrus Margono belum layak menjadi pilihan utama di gawang tim.
Penampilan Persija di Stadion Utama Gelora Bung Karno
Dalam laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Persija menampilkan permainan dominan sejak menit pertama. Eksel Runtukahu menjadi bintang dengan mencetak dua gol, sementara Allano Lima menambah satu gol lagi, memastikan kemenangan bersih tanpa balas. Souza mengapresiasi seluruh skuad, terutama lini depan yang mampu menekan pertahanan lawan secara konsisten.
“Kami berhasil menunjukkan potensi tim, mendominasi permainan, dan mengamankan tiga poin di kandang,” ujar Souza usai laga. Ia menambahkan bahwa jika tim dapat lebih tenang pada sepertiga akhir, peluang mencetak lebih banyak gol akan terbuka lebar.
Evaluasi Kiper: Cyrus Margono Belum Siap
Di balik sorotan kemenangan, Souza mengungkapkan keprihatinan atas penampilan kiper cadangan, Cyrus Margono, yang diberi kesempatan di gawang pada laga tersebut. Meskipun Persija tidak kebobolan, Souza menilai Margono belum menunjukkan ketenangan dan keputusan akhir yang dibutuhkan untuk menjadi nomor satu.
“Cukup satu laga, saya bisa melihat bahwa Cyrus masih perlu meningkatkan konsistensi, posisi, dan pengambilan keputusan di area penalti. Kami butuh seorang kiper yang tidak hanya mengandalkan reaksi, tetapi juga memiliki kepemimpinan di belakang pertahanan,” tegas pelatih.
Keputusan ini menegaskan bahwa persaingan di posisi kiper tetap terbuka, dengan nama-nama lain seperti Alvaro Rojas dan Andri Setiawan masih menjadi kandidat kuat untuk mengisi peran utama.
Dampak pada Klasemen dan Persaingan Gelar
Kemenangan 3-0 tersebut mengantarkan Persija tetap berada di posisi ketiga klasemen dengan total 55 poin, hanya enam poin tertinggal dari pemuncak klasemen, Persib Bandung, yang memiliki satu pertandingan lebih sedikit. Keberhasilan ini menambah tekanan pada pesaing lain dan memperkuat peluang Macan Kemayoran dalam perburuan gelar juara Liga Super musim ini.
- Persija: 55 poin, posisi 3
- Persib Bandung: 61 poin, posisi 1 (satu pertandingan tersisa)
- Persebaya Surabaya: 48 poin, posisi 7
Strategi Souza ke Depan
Sebagai pelatih yang dikenal mengutamakan disiplin taktik dan pengembangan pemain muda, Souza menegaskan bahwa evaluasi terus-menerus akan menjadi kunci. Ia menambahkan bahwa pelatihan khusus untuk kiper akan diperketat, termasuk sesi video analisis dan simulasi situasi satu lawan satu.
“Kami tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga membangun fondasi yang kuat. Kiper adalah tulang punggung pertahanan, sehingga kami akan memberikan waktu dan bimbingan yang tepat untuk Cyrus atau siapa pun yang akan menggantikan posisi tersebut,” kata Souza.
Reaksi Penggemar dan Media
Para penggemar Persija, yang dikenal dengan sebutan Jakmania, menyambut keputusan pelatih dengan beragam pendapat. Sebagian mengapresiasi keberanian Souza dalam menilai performa secara objektif, sementara yang lain mengharapkan peluang lebih bagi Margono mengingat potensinya.
Media olahraga nasional, termasuk CNN Indonesia, menyoroti keberanian Souza dalam mengambil keputusan yang berisiko namun berdasar pada analisis teknis. Mereka memuji keberhasilan tim dalam mengalahkan Persebaya, sekaligus menekankan pentingnya stabilitas di posisi kiper untuk menjaga konsistensi hasil.
Secara keseluruhan, kemenangan melawan Persebaya menandai babak baru bagi Persija. Dengan strategi yang terus disempurnakan dan penilaian tegas terhadap setiap pemain, tim harapannya dapat melaju lebih jauh dalam kompetisi dan menantang dominasi Persib di puncak klasemen.
Keputusan Mauricio Souza mengenai Cyrus Margono menjadi bukti komitmen pelatih dalam menuntut standar tinggi di setiap lini. Jika Margono dapat meningkatkan kualitasnya, peluang kembali ke gawang utama tidak menutup. Namun, untuk saat ini, pilihan utama tetap berada di tangan pemain yang lebih berpengalaman, demi menjaga kestabilan pertahanan Persija di sisa musim.













