Back to Bali – 13 April 2026 | Jakarta – Bintang voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, yang dikenal dengan julukan “Megatron”, baru-baru ini memberikan klarifikasi terkait kondisi cedera lutut yang telah mengganggu performanya sejak musim lalu. Pada kesempatan wawancara dengan media olahraga, ia menjelaskan penyebab cedera, rangkaian kompetisi yang menambah beban, serta langkah pemulihan yang sedang dijalankan bersama tim Jakarta Pertamina Enduro.
Latar Belakang Cedera
Menurut Megawati, cedera lutut muncul ketika ia masih berjuang bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks di Liga Voli Korea pada fase playoff dan final musim 2024-2025. Tim Korea menuntut total delapan pertandingan berturut-turut dengan jeda istirahat hanya satu hari di antara tiap laga. Intensitas tersebut, dipadukan dengan tekanan kompetitif, menyebabkan stres berlebih pada sendi lututnya.
Agenda Padat yang Memperparah Kondisi
Setelah kembali ke Indonesia, Megawati tidak mendapatkan jeda pemulihan yang memadai. Sebaliknya, ia langsung terlibat dalam serangkaian turnamen domestik dan internasional, antara lain:
- Proliga 2025 (final four)
- SEA V League
- Livoli Divisi Utama
- Piala Kapolri
- Pekan Olahraga Nasional (PON)
- SEA Games
- KOVO Cup di Korea
- Turnamen pramusim di Turki
Rangkaian agenda tersebut menuntut Megawati bermain hampir tanpa jeda, sehingga otot-otot dan sendi lututnya tidak memiliki kesempatan untuk pulih secara optimal. Akibatnya, meskipun ia tetap menjadi pemain inti Jakarta Pertamina Enduro, kemampuan melompat dan perubahan arah masih terasa kurang maksimal.
Reaksi Manajer Tim
Manajer Jakarta Pertamina Enduro, Widi Triyoso, menegaskan bahwa kesehatan seluruh pemain merupakan prioritas utama klub. Ia menyampaikan bahwa selain Megawati, pemain asing seperti Wilma Salas juga mendapat perhatian khusus dalam rangka menjaga kebugaran tim. “Kami memiliki tiga pilar utama, yaitu Irina Voronkova, Wilma Salas, dan Megawati. Ketiganya harus berada dalam kondisi fit untuk mencapai target,” ujar Widi dalam pernyataan resmi.
Proses Pemulihan
Megawati menyatakan bahwa ia saat ini berada dalam fase rehabilitasi intensif. “Iya efek dari tahun lalu, terus lagi proses (pemulihan) aja sih. Doain aja yang terbaik,” ucapnya singkat namun tegas. Tim medis klub melaksanakan program pemulihan yang meliputi fisioterapi, latihan beban ringan, serta pemantauan rutin melalui teknologi pemulihan otot.
Selain itu, klub berkoordinasi dengan tim medis asal Korea yang sebelumnya menangani cedera Megawati, memastikan pendekatan multidisiplin yang mencakup evaluasi biomekanik serta program penguatan otot sekitar lutut. Rencana jangka pendek menargetkan kembalinya Megawati ke performa penuh sebelum fase semifinal Proliga 2026, sementara jangka panjang mengantisipasi partisipasi dalam kompetisi internasional berikutnya.
Harapan Kedepan
Meski rumor tentang kembalinya Megawati ke liga Korea terus mengalir, fokus utama saat ini tetap pada pemulihan dan kontribusi bagi Jakarta Pertamina Enduro. Klub menyatakan komitmen penuh untuk menyediakan fasilitas terbaik, baik dalam hal perawatan medis maupun beban latihan yang disesuaikan.
Dengan jadwal Proliga yang semakin menegangkan, kehadiran Megawati dalam kondisi optimal akan menjadi faktor kunci bagi ambisi Enduro meraih gelar juara. Para penggemar voli pun diharapkan memberikan dukungan moral, sekaligus menunggu penampilan gemilang sang “Megatron” yang kembali bersinar di lapangan.
Secara keseluruhan, kombinasi antara penanganan cedera yang profesional, manajemen beban kompetisi yang lebih terukur, serta dukungan penuh dari klub dan suporter diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan Megawati. Jika semua elemen berjalan selaras, Jakarta Pertamina Enduro berpeluang kuat melaju ke fase akhir Proliga 2026 dengan tenaga penuh.













