Back to Bali – 13 April 2026 | Serial drama populer Euphoria kembali menorehkan sejarah pada 13 April 2026 dengan peluncuran musim ketiganya di platform streaming HBO. Musim ini tidak hanya menawarkan alur baru yang menantang, melainkan juga menjadi wadah penghormatan mendalam bagi dua bintang yang telah tiada, Angus Cloud dan Eric Dane, serta produser Kevin Turen yang meninggal pada 2022.
Angus Cloud, yang mengisi peran Fezco – seorang penjual narkoba dengan hati emas – meninggal pada Juli 2023 akibat overdosis tak disengaja. Meskipun sang aktor tidak lagi ada, tim produksi memutuskan untuk tidak mematikan karakter Fez dalam alur cerita. Pada musim tiga, penonton menemukan Fez tengah menjalani hukuman penjara selama tiga puluh tahun, sebuah keputusan kreatif yang diungkapkan oleh pencipta serial, Sam Levinson, dalam sebuah wawancara dengan Variety. “Jika saya tidak dapat mempertahankannya dalam kehidupan nyata, mungkin saya dapat melakukannya dalam dunia fiksi ini,” ujarnya, menegaskan bahwa keputusan tersebut bertujuan untuk menghormati warisan Cloud.
Pengembangan karakter Fez di musim ketiga menimbulkan dinamika baru, terutama hubungannya dengan Lexi (Maude Apatow). Setelah penangkapan Fez di akhir musim dua yang berujung pada kematian adik tirinya, Ashtray, Lexi tampak menjauh. Meskipun Rue (Zendaya) mendorong Lexi untuk menghubungi Fez, Lexi menolak, menciptakan ketegangan emosional yang menambah kedalaman narasi.
Penghormatan kepada Eric Dane
Eric Dane, yang memerankan Cal Jacobs, ayah Nate Jacobs (Jacob Elordi), meninggal pada Februari 2026 akibat kegagalan pernapasan yang dipicu oleh penyakit Motor Neurone. Pada saat kematiannya, Dane telah menyelesaikan semua adegan yang diperlukan, sehingga karakter Cal tetap muncul dalam musim ketiga tanpa gangguan naratif.
Pertama kali penonton menyaksikan episode pembuka, sebuah segmen dedikasi singkat menampilkan nama-nama Dane, Angus Cloud, dan Kevin Turen, menandai rasa hormat tim produksi. Levinson menyampaikan pernyataan yang mengharukan: “Saya hancur atas kehilangan sahabat kami, Eric. Bekerja bersamanya adalah sebuah kehormatan, dan persahabatan kami adalah hadiah yang tak ternilai.”
Respons penggemar pun beragam, namun kebanyakan menyampaikan keharuan yang mendalam. Satu komentar di media sosial menulis, “Tribute Eric Dane di menit pertama episode membuat saya menangis,” sementara yang lain menambahkan, “Euphoria selalu raw; momen ini tidak berbeda.”
Reaksi Penonton dan Dampak Emosional
Penggabungan elemen penghormatan dalam alur cerita menghasilkan dampak emosional yang kuat. Setiap adegan yang menampilkan Fez atau Cal kini dibalut dengan lapisan nostalgia, membuat penonton menilai kembali kontribusi para aktor tersebut dalam membentuk identitas serial. Beberapa pengamat menilai bahwa kehadiran karakter-karakter ini, meskipun dikelola lewat teknik naratif, memperkuat ikatan emosional antara serial dan audiensnya.
Selain menyoroti perjuangan pribadi para aktor, musim ketiga juga menampilkan perkembangan cerita utama yang berfokus pada lima tahun setelah akhir musim dua, menambah lapisan kompleksitas pada dinamika karakter. Penonton dapat menyaksikan evolusi hubungan, konflik internal, dan konsekuensi keputusan masa lalu yang kini terbayar dalam bentuk penjara Fez dan dinamika keluarga Cal.
Kesimpulan
Musim ketiga Euphoria tidak sekadar melanjutkan kisah remaja Amerika yang penuh gejolak; ia menjadi monumen bagi dua talenta yang telah meninggalkan jejak abadi dalam dunia hiburan. Dengan cara yang kreatif dan penuh empati, pencipta serial berhasil menjaga keberadaan Angus Cloud di layar melalui penjara Fez, sementara Eric Dane tetap hidup lewat karakter Cal yang tak terputus. Penghormatan ini tidak hanya menyentuh hati penonton, tetapi juga menegaskan betapa kuatnya pengaruh individu dalam menciptakan warisan budaya pop yang bertahan lama.













