Back to Bali – 14 April 2026 | Sejumlah netizen menggemparkan dunia maya dengan menodongkan pasangan yang tidak ada hubungannya: Bigmo, selebgram yang terkenal lewat konten humor, dijodohkan dengan Azizah Salsha, putri politisi Andre Rosiade. Penjodohan ini semula hanyalah candaan, namun berkembang menjadi sorotan media setelah muncul tuduhan pencemaran nama baik yang melibatkan keluarga besar Azizah. Kini, setelah berbulan‑bulan menggelut isu, Bigbig akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi yang mengungkapkan proses panjang di balik permohonan maafnya.
Latar Belakang Kontroversi
Konten yang dipublikasikan Bigmo pada awal 2026 menampilkan tuduhan tidak berdasar yang dianggap menyebarkan fitnah terhadap Azizah Salsha. Keluarga Azizah, yang dikenal dengan sebutan “Zize”, segera melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Polri. Pada saat itu, Bigmo tidak hanya menghadapi tuntutan hukum, tetapi juga sorotan publik yang menuduhnya memanfaatkan popularitas untuk menyerang pihak lain. Situasi ini memicu perdebatan luas di media sosial, memperparah tekanan psikologis bagi kedua belah pihak.
Langkah-Langkah Bigmo Memperbaiki Kesalahan
Menurut keterangan yang diberikan Bigmo pada Senin, 13 April 2026, di kawasan Kebayoran Baru, ia melakukan serangkaian tindakan untuk menebus kesalahan. Berikut rangkaian upaya yang diungkapnya:
- Permintaan maaf berkelanjutan: Selama dua hingga tiga bulan, Bigmo rutin mengunggah video dan postingan yang meminta maaf serta mengklarifikasi bahwa pernyataan sebelumnya tidak sesuai fakta.
- Penghentian streaming: Ia memutuskan untuk tidak melakukan streaming selama satu bulan penuh sebagai bentuk refleksi diri dan rasa hormat kepada pihak yang dirugikan.
- Kontak melalui jaringan pertemanan: Bigmo menghubungi teman‑teman dekat Azizah, termasuk beberapa mutual friends yang memiliki hubungan dengan keluarga Zize, untuk menyampaikan permohonan maaf secara pribadi.
- Usaha di balik layar: Ia mengakui adanya banyak upaya “behind the scenes” yang tidak dapat diungkapkan secara detail, namun menjadi faktor penting dalam proses perdamaian.
Bigmo menegaskan bahwa semua langkah tersebut bukan karena tekanan eksternal, melainkan motivasi pribadi untuk bertindak etis ketika berada di posisi yang salah.
Pertemuan Damai dengan Keluarga Azizah
Setelah laporan resmi dicabut, Bigmo mengatur pertemuan tatap muka di kantor sekretariat keluarga Minang. Pada pertemuan tersebut, ia menyampaikan permintaan maaf secara langsung di hadapan orang tua Azizah. Momen tersebut ditandai dengan suasana hangat, di mana kedua belah pihak menukar kata‑kata pengertian dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Azizah, yang dikenal dengan sikap tegas namun adil, akhirnya menerima permintaan maaf Bigmo, mengakhiri konflik yang sempat mengganggu reputasi keduanya.
Pengakuan Bigmo menekankan pentingnya keberanian untuk mengakui kesalahan dibandingkan mempertahankan ego. Ia menyatakan bahwa mendapatkan maaf dari keluarga Azizah merupakan “keuntungan yang sangat besar dibandingkan materi”. Selain itu, Bigmo menambahkan rencananya untuk kembali berkarya dengan semangat baru yang lebih positif, menghindari konten yang bersifat provokatif atau menyinggung pihak lain.
Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana dinamika media sosial dapat melompat dari candaan menjadi persoalan hukum, serta pentingnya sikap tanggung jawab digital. Netizen yang awalnya hanya mengolok‑olok penjodohan kini menyaksikan proses penyelesaian yang melibatkan dialog, introspeksi, dan tindakan konkret. Kejadian ini juga menegaskan peran penting etika dalam berkreasi di platform daring, terutama bagi para influencer yang memiliki jutaan pengikut.
Dengan berakhirnya konflik, Bigmo diharapkan dapat menjadi figur yang lebih bijak dalam menggunakan popularitasnya. Sementara itu, keluarga Azizah Salsha menunjukkan bahwa meski menghadapi serangan publik, penyelesaian damai tetap memungkinkan bila kedua pihak bersedia berkomunikasi secara terbuka.













