Back to Bali – 28 Maret 2026 | Jannik Sinner, bintang tenis Italia berusia 24 tahun, kembali menjadi sorotan dunia olahraga setelah menorehkan serangkaian prestasi luar biasa di Miami Open 2026. Di satu sisi, ia berhasil menumbangkan lawan berat Alexander Zverev untuk melaju ke final, sementara di sisi lain ia mengungkapkan keinginannya untuk mencoba padel bersama rekan sejawatnya, Carlos Alcaraz, serta menambah koleksi hobinya di lapangan golf bersama legenda Greg Norman.
Kemenangan Dramatis atas Alexander Zverev
Pertandingan semifinal Miami Open memperlihatkan Sinner bermain dengan ketenangan dan agresivitas yang menjadi ciri khasnya. Menghadapi peringkat dunia yang konsisten, Alexander Zverev, Sinner berhasil mengendalikan ritme permainan, memanfaatkan servis kuatnya serta forehand tajam. Dalam tiga set yang menegangkan, Sinner menutup pertandingan dengan skor 6-4, 3-6, 6-3, memastikan dirinya melaju ke final melawan Jiri Lehecka. Kemenangan ini tidak hanya memperkuat posisinya di peringkat ATP, tetapi juga menegaskan kemampuan mentalnya dalam menaklukkan pemain-pemain kelas dunia.
Persiapan Final: Golf Bersama Greg Norman
Sebelum menghadapi Jiri Lehecka di final, Sinner memperlihatkan sisi lain dari rutinitas persiapannya. Dalam sebuah sesi latihan golf di lapangan resort Miami, ia berlatih bersama legenda golf Greg Norman. Momen ini menjadi sorotan media karena jarang terlihat pemain tenis top menghabiskan waktu bersama ikon olahraga lain. Sinner mengaku, “Golf membantu saya melepaskan ketegangan dan kembali terhubung dengan alam,” sambil menambahkan bahwa teknik dasar yang diajarkan Norman memberikan perspektif baru dalam mengelola konsentrasi di lapangan tenis.
Rencana Padel dengan Carlos Alcaraz
Pada kesempatan lain, Sinner berbicara dengan Tennis Channel mengenai kemungkinan bermain padel bersama Carlos Alcaraz, bintang tenis muda Spanyol yang juga dikenal suka mencoba berbagai olahraga. Sinner menjelaskan, “Jika Alcaraz mau, kita harus berlatih bersama. Saya tidak terlalu ahli di padel, tapi saya percaya kemampuan Carlos dapat menutupi kekurangan saya.” Ia juga menambahkan bahwa Alcaraz tampaknya menikmati berbagai aktivitas, termasuk golf, padel, dan bahkan ski, yang menjadi inspirasi bagi Sinner untuk terus mengeksplorasi hobi di luar tenis.
Catatan Rekor ATP Masters yang Tak Tertandingi
Keberhasilan Sinner di Miami menambah daftar prestasinya yang mengesankan. Dengan penampilan final berturut-turut di turnamen ATP Masters 1000, ia mencetak rekor belum pernah terjadi sebelumnya dalam era modern tenis. Sebelumnya, hanya pemain seperti Novak Djokovic dan Rafael Nadal yang mampu menembus final secara konsisten, namun Sinner melakukannya dengan usia yang lebih muda dan dengan gaya permainan yang lebih variatif.
Kontroversi dan Dukungan dari Rekan Sejawat
Tak lama setelah keberhasilan di Miami, mantan petenis Inggris Greg Rusedski menanggapi komentar kontroversial yang dilontarkan oleh Joao Fonseca tentang Sinner. Rusedski membela Sinner, menegaskan bahwa “Sinner adalah pemain yang selalu menunjukkan sportivitas dan dedikasi tinggi, tidak ada ruang bagi komentar negatif.” Pernyataan tersebut menambah dimensi lain pada profil publik Sinner, yang kini tidak hanya dilihat sebagai atlet berprestasi tetapi juga sebagai figur yang dihormati di kalangan sesama profesional.
Secara keseluruhan, Jannik Sinner tidak hanya menorehkan prestasi di lapangan tenis, tetapi juga menunjukkan kepribadian yang fleksibel dan terbuka terhadap tantangan baru. Dari kemenangan melawan Zverev, latihan golf bersama Greg Norman, hingga rencana kolaborasi padel dengan Alcaraz, Sinner menegaskan dirinya sebagai atlet multitalenta yang siap menaklukkan lebih dari sekadar gelar Grand Slam.













