Back to Bali – 15 April 2026 | Phoenix Suns kembali menjadi sorotan utama NBA pada turnamen Play‑In setelah Jalen Green menorehkan penampilan luar biasa melawan Portland Trail Blazers. Dengan 35 poin, lima rebound, dua assist, dan satu blok, Green tidak hanya berkontribusi secara statistik, tetapi juga menyalakan perdebatan seputar keputusan wasit dan menambah beban mental yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Penampilan Mencetak 35 Poin
Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 114‑110 untuk kemenangan Blazers, Green tampil dengan efisiensi tinggi. Ia mencatat 14 tembakan masuk dari 29 percobaan, termasuk 2 dari 7 tembakan tiga angka, serta 5 dari 6 lemparan bebas. Statistik tersebut menempatkannya sebagai pencetak poin terbanyak tim dalam laga tersebut, meskipun Suns akhirnya harus menelan kekalahan.
- 35 poin
- 5 rebound
- 2 assist
- 1 blok
Performa ini mencerminkan perkembangan Green sejak bergabung dengan Suns, di mana ia rata‑rata 17,8 poin per pertandingan pada musim reguler. Angka tersebut meningkat signifikan dalam tekanan Play‑In, menandakan kesiapan mental dan fisiknya untuk berperan sebagai pemimpin serangan.
Kontroversi Wasit dan Reaksi Green
Setelah pertandingan, Green tidak segan mengkritik keputusan wasit yang ia nilai tidak adil. Ia menyampaikan keberatan secara terbuka melalui media sosial, menuduh adanya inkonsistensi dalam pemanggilan foul dan pelanggaran yang menghambat alur permainan Suns. Kritik tersebut menggemparkan dunia basket, mengingat sebelumnya pemain bintang seperti Devin Booker lebih memilih menahan komentar.
Green menegaskan, “Jika keputusan tidak konsisten, maka keadilan kompetisi menjadi dipertanyakan. Kami bermain keras, namun harus menanggung konsekuensi yang tidak seimbang.” Pernyataan itu menambah ketegangan antara tim dan otoritas NBA, sekaligus menyoroti peran penting pemain muda dalam mengekspresikan pendapat mereka tentang keadilan kompetitif.
Status Cedera dan Tekanan Baru
Masalah kesehatan Green menjadi sorotan utama menjelang Play‑In. Pada akhir musim reguler, ia absen dari dua pertandingan penting melawan Los Angeles Lakers dan Oklahoma City Thunder karena nyeri pada lutut kanan. Sebelumnya, Green juga harus menahan dua cedera otot hamstring kanan yang membatasi penampilannya hanya 32 pertandingan.
Laporan resmi tim mengonfirmasi bahwa Green tersedia untuk pertandingan melawan Blazers, meskipun masih dipantau secara ketat. Ketersediaannya dianggap krusial karena Suns memerlukan kemenangan untuk melaju ke babak playoff. Tekanan yang dirasakan Green tidak hanya datang dari ekspektasi performa, namun juga dari beban fisik yang terus mengintai.
Dalam wawancara terpisah, Green mengaku merasakan “level tekanan yang belum pernah ia alami sebelumnya”. Ia menuturkan bahwa ekspektasi publik, media, serta harapan tim menambah beban mental, terutama ketika ia harus tampil di panggung penting dengan kondisi tubuh yang masih rentan.
Peluang Suns di Play‑In dan Dampak Jalen Green
Jika Suns berhasil mengalahkan Blazers, mereka akan melaju sebagai tim unggulan ke babak pertama playoff, berhadapan dengan San Antonio Spurs yang dipimpin oleh bintang muda Victor Wembanyama. Keberhasilan itu sangat bergantung pada konsistensi Green dalam mencetak poin dan mengurangi kesalahan yang dapat dimanfaatkan lawan.
Statistik tim menunjukkan bahwa Suns mengandalkan tiga pemain utama: Devin Booker (26,1 poin per game), Dillon Brooks (20,2 poin), dan Jalen Green (17,8 poin). Kombinasi mereka menjadi faktor penentu dalam melawan tim dengan performa akhir musim kuat seperti Blazers, yang menempati posisi tujuh di klasemen Barat.
Keputusan wasit yang dipertanyakan Green dapat memengaruhi strategi tim. Jika kritiknya mendapatkan respon positif dari liga, kemungkinan perbaikan dalam penegakan aturan dapat memberi keuntungan bagi Suns di pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Secara keseluruhan, penampilan Green menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain kunci Suns. Meski harus menghadapi tekanan mental dan fisik, ia tetap menunjukkan ketangguhan dengan mencetak 35 poin di laga krusial. Ke depannya, performa konsisten serta penanganan cedera menjadi faktor penentu apakah Suns dapat melaju ke playoff dan menantang tim-tim elit di konferensi Barat.













