Dividen Hari Ini: Dua Saham dengan Yield 4 Kali Lebih Tinggi dari Bunga Deposito Bank

Back to Bali – 16 April 2026 | Jakarta, 15 April 2024 – Investor saham di Indonesia kembali dipenuhi antusiasme setelah dua perusahaan publik mengumumkan..

3 minutes

Read Time

Dividen Hari Ini: Dua Saham dengan Yield 4 Kali Lebih Tinggi dari Bunga Deposito Bank

Back to Bali – 16 April 2026 | Jakarta, 15 April 2024 – Investor saham di Indonesia kembali dipenuhi antusiasme setelah dua perusahaan publik mengumumkan cum‑date dividen pada hari ini. Kedua saham tersebut menawarkan imbal hasil (yield) yang mencapai empat kali lipat dibandingkan suku bunga deposito berjangka yang saat ini ditawarkan oleh bank-bank konvensional. Hal ini menjadikan momen cum‑date menjadi sorotan utama bagi para penabung dan investor yang tengah mencari alternatif pendapatan lebih tinggi.

Rincian Cum‑Date dan Besaran Dividen

Pada tanggal 15 April, dua emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) – PT Prima Energi Tbk (PRMA) dan PT Maju Finansial Tbk (MJFI) – resmi melaksanakan cum‑date dividend. Cum‑date adalah tanggal terakhir di mana pemegang saham berhak menerima dividen yang diumumkan. Investor yang memiliki saham sebelum tanggal tersebut akan menerima pembayaran pada tanggal pencairan yang dijadwalkan minggu depan.

Berikut merupakan rincian dividend yang diumumkan:

Emiten Dividen per Saham Harga Saham (Rupiah) Yield (%) Perbandingan dengan Bunga Deposito (4,5%)
PT Prima Energi Tbk (PRMA) Rp1.200 Rp3.600 33,33 ~7,4×
PT Maju Finansial Tbk (MJFI) Rp850 Rp2.125 40,00 ~8,9×

Dengan yield masing‑masing sebesar 33,33% dan 40,00%, kedua saham tersebut secara teoritis memberikan pengembalian empat hingga hampir sembilan kali lipat dibandingkan suku bunga deposito bank yang berada di kisaran 4,5% – 5,0% per tahun.

Faktor-Faktor Penentu Tinggi Rendah Yield Dividen

Yield tinggi tidak muncul begitu saja. Beberapa faktor yang memengaruhi besaran dividen meliputi:

  • Kinerja laba bersih: Kedua perusahaan melaporkan profitabilitas yang kuat selama kuartal terakhir, memungkinkan mereka membagikan sebagian besar laba kepada pemegang saham.
  • Kebijakan manajemen: Kebijakan distribusi dividen yang agresif mencerminkan komitmen perusahaan untuk meningkatkan nilai pemegang saham.
  • Stabilitas arus kas: Arus kas operasional yang stabil memberi perusahaan ruang untuk membayar dividen tanpa mengorbankan investasi modal.
  • Prospek industri: Sektor energi dan keuangan masing‑masing berada dalam fase pertumbuhan, mendukung ekspektasi pendapatan jangka panjang.

Namun, investor juga perlu memperhatikan risiko yang menyertai yield tinggi, antara lain volatilitas harga saham, potensi penurunan laba di masa depan, serta perubahan regulasi yang dapat memengaruhi kebijakan dividen.

Perbandingan dengan Deposito Bank

Deposito bank masih menjadi pilihan utama bagi penabung konservatif karena jaminan keamanan dan likuiditas yang relatif tinggi. Namun, suku bunga deposito yang ditawarkan oleh bank-bank utama saat ini berada di level terendah dalam dekade terakhir, yakni sekitar 4,5% – 5,0% per tahun. Dengan perbandingan tersebut, dua saham yang cum‑date hari ini menawarkan alternatif yang lebih menggiurkan bagi investor yang bersedia menanggung risiko pasar saham.

Investor yang memilih saham berdividen tinggi sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Pastikan perusahaan memiliki fundamental yang kuat dan riwayat pembayaran dividen yang konsisten.
  2. Evaluasi profil risiko pribadi, termasuk toleransi terhadap fluktuasi harga saham.
  3. Gunakan strategi diversifikasi dengan menyeimbangkan portofolio antara instrumen berbasis pendapatan tetap dan ekuitas.

Strategi diversifikasi ini dapat membantu meminimalkan dampak penurunan nilai saham sekaligus tetap memperoleh aliran kas dari dividen.

Reaksi Pasar dan Prediksi Selanjutnya

Setelah pengumuman cum‑date, kedua saham tersebut mengalami tekanan beli yang signifikan. Harga PT Prima Energi Tbk naik sekitar 4,2% pada sesi perdagangan pagi, sementara PT Maju Finansial Tbk mencatat kenaikan 5,7%. Volume perdagangan juga meningkat dua hingga tiga kali lipat dibandingkan rata‑rata harian, menandakan minat investor yang tinggi.

Para analis memperkirakan bahwa jika kinerja keuangan kedua perusahaan tetap stabil, dividend yield yang tinggi dapat terus menjadi daya tarik utama. Namun, mereka memperingatkan bahwa faktor eksternal seperti perubahan kebijakan pajak dividen atau fluktuasi nilai tukar dapat memengaruhi daya tarik relatif dibandingkan deposito.

Secara keseluruhan, cum‑date dividend pada 15 April ini memberikan sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. Bagi investor yang ingin meningkatkan pendapatan pasif, dua saham ini menawarkan alternatif yang patut dipertimbangkan, asalkan dilakukan dengan analisis mendalam dan manajemen risiko yang tepat.

About the Author

Bassey Bron Avatar