Jordy Tutuarima Ungkap Gaji Tertunda di Persis Solo, Buka Tabir Impian Bermain untuk Timnas

Back to Bali – 17 April 2026 | Jordy Tutuarima, gelandang serba bisa yang kini memperkuat Persis Solo, mengemukakan keluhan serius terkait keterlambatan pembayaran gaji..

3 minutes

Read Time

Jordy Tutuarima Ungkap Gaji Tertunda di Persis Solo, Buka Tabir Impian Bermain untuk Timnas

Back to Bali – 17 April 2026 | Jordy Tutuarima, gelandang serba bisa yang kini memperkuat Persis Solo, mengemukakan keluhan serius terkait keterlambatan pembayaran gaji yang mengganggu kesehariannya. Dalam sebuah wawancara eksklusif, pemain berusia 26 tahun itu mengungkap bahwa ia sempat tidak menerima honor selama tiga bulan terakhir, meski kontraknya menegaskan pembayaran bulanan tepat waktu.

Riwayat Karier dan Impian Besar

Berawal dari akademi Persib Bandung, Jordy meniti kariernya di beberapa klub tingkat menengah sebelum akhirnya menembus Liga 1 bersama Persis Solo pada musim 2024/2025. Selama masa muda, ia sering menyebutkan impiannya untuk mengenakan jersey tim nasional Indonesia. “Setiap kali menonton laga Timnas, saya selalu membayangkan diri saya berada di lapangan bersama para pahlawan nasional,” ujar Jordy dengan mata berbinar.

Prestasi di level klub, terutama kemampuan mengatur tempo permainan dan mencetak gol krusial, membuat nama Jordy kian bersinar. Namun, di balik sorotan positif tersebut, ia harus menghadapi masalah finansial yang ternyata tidak terisolasi.

Gaji Tertunda, Dampak pada Kehidupan Sehari-hari

Menurut pernyataan Jordy, pembayaran gaji yang seharusnya diterima pada bulan Januari, Februari, dan Maret 2026 belum juga masuk. “Saya masih menunggu gaji Januari, sementara kebutuhan dasar seperti sewa rumah dan transportasi harus saya tanggung sendiri,” kata pemain tersebut. Kondisi ini memaksa ia mengurangi pengeluaran, bahkan harus berbagi akomodasi dengan rekan satu tim untuk menghemat biaya.

Masalah serupa juga muncul di klub lain, contohnya PSBS Biak yang pada April 2026 mengirim surat ke PSSI mengeluhkan keterlambatan gaji hingga tiga bulan. Surat tersebut menyoroti dampak serius pada kebutuhan dasar pemain, termasuk kekurangan air minum dan fasilitas makan di akomodasi. Kasus PSBS Biak menjadi cerminan bahwa masalah pembayaran gaji tidak hanya terbatas pada satu klub, melainkan menjadi fenomena yang mengancam stabilitas pemain di seluruh liga.

Upaya Penyelesaian dan Tanggapan Manajemen

Jordy menegaskan bahwa ia telah menghubungi manajemen Persis Solo melalui telepon dan pesan teks, namun belum mendapatkan respons yang memuaskan. “Saya mengirimkan surat resmi kepada dewan direksi dan mengharapkan intervensi PSSI untuk menengahi penyelesaian,” ujarnya. Di sisi lain, pihak Persis Solo belum memberikan komentar resmi mengenai tuduhan keterlambatan gaji tersebut.

Sejumlah pemain lain di liga turut bersuara, menuntut transparansi finansial dan kepastian pembayaran. Organisasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) dikabarkan siap memberikan dukungan hukum bagi pemain yang mengalami pelanggaran kontrak, termasuk Jordy.

Bagaimana Keterlambatan Gaji Mempengaruhi Performa

Secara tak langsung, masalah finansial dapat memengaruhi performa di lapangan. Jordy mengaku bahwa stres akibat ketidakpastian pendapatan membuatnya sulit fokus penuh saat latihan. “Saya tetap berusaha memberi yang terbaik, namun pikiran tentang tagihan yang menumpuk selalu mengganggu konsentrasi,” katanya.

Tim Persis Solo sendiri sedang berjuang di papan tengah klasemen Liga 1, dan kehadiran Jordy sebagai pengatur serangan sangat krusial. Jika masalah gaji tidak segera diselesaikan, risiko kehilangan pemain kunci seperti Jordy akan semakin tinggi, mengancam ambisi klub untuk bersaing di papan atas.

Prospek Timnas dan Harapan Kedepan

Meski berada dalam situasi yang menantang, Jordy tetap optimis tentang peluangnya masuk ke skuad Timnas. Pelatih Timnas Indonesia, yang sedang menyiapkan skuad untuk kualifikasi Piala Asia 2027, telah mengamati performa Jordy di Liga 1. “Jika saya bisa tetap fokus dan bermain konsisten, saya yakin akan dipertimbangkan,” ungkap Jordy.

Ia berharap pihak klub dapat menyelesaikan tunggakan gaji secepatnya, sehingga ia dapat kembali memberikan kontribusi maksimal tanpa beban tambahan. “Saya ingin bermain, bukan memikirkan tagihan,” tuturnya dengan tegas.

Kasus Jordy Tutuarima menambah daftar panjang pemain Indonesia yang mengalami keterlambatan pembayaran. Penanganan yang cepat dan transparan dari pihak klub serta intervensi federasi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas keuangan pemain, sekaligus memastikan kualitas kompetisi tetap terjaga.

About the Author

Pontus Pontus Avatar