Back to Bali – 17 April 2026 | Strasbourg mencatat salah satu comeback paling dramatis dalam sejarah UEFA Conference League setelah mengalahkan Mainz 05 dengan skor 4-0 pada laga balik perempat final di Stade de la Meinau. Kemenangan ini tidak hanya menutup defisit dua gol dari leg pertama, tetapi juga mengamankan tiket semifinal pertama klub dalam kompetisi Eropa tersebut.
Kronologi Leg Pertama
Pada tanggal 20 Maret 2024, Mainz 05 berhasil menumpuk keunggulan 2-0 melawan Strasbourg di Stadion RheinEnergie, berkat gol-gol yang dicetak oleh pemain-pemain utama mereka. Keunggulan tersebut memberi harapan kuat bagi tim Jerman untuk melaju ke semifinal, namun strategi Strasbourg yang agresif dan tekad balas dendam memicu perubahan arah dalam laga balik.
Kronologi Babak Pertama
Babak pertama pertandingan balik dimulai dengan tekanan tinggi dari Strasbourg. Pada menit ke-26, striker asal Mali, Abdoul Ouattara, membuka keunggulan pertama bagi tuan rumah setelah memanfaatkan umpan silang yang akurat. Hanya sembilan menit kemudian, pada menit ke-35, bek Swedia Sebastian Nanasi menambah angka lewat tembakan kaki kiri yang menembus gawang Daniel Batz.
Meski Mainz berusaha bangkit, pertahanan Strasbourg tampil disiplin. Pada menit ke-39, peluang penalti diberikan kepada Mainz setelah pelanggaran di dalam kotak penalti, namun Batz berhasil menahan tembakan penalti dari Emanuel Emegha, mempertahankan keunggulan 2-0.
Gol Penentuan di Babak Kedua
Setelah jeda, Mainz kembali mengintensifkan serangan, namun Strasbourg tetap mengontrol tempo permainan. Pada menit ke-70, Julio Enciso, pemain muda yang tengah menancapkan namanya di kancah Eropa, menambah gol keunggulan dengan tembakan jarak dekat setelah menerima umpan dari rekan setimnya. Empat menit kemudian, Ismael Doukouré menutup skor menjadi 4-0, memastikan kemenangan telak bagi Strasbourg.
Dampak dan Lanjutan
Kemenangan 4-0 ini memberikan Strasbourg agregat 4-2, menghapus defisit 2-0 dan menempatkan mereka di posisi semifinal melawan Rayo Vallecano pada tanggal 30 April dan 7 Mei. Ini menjadi pencapaian historis bagi klub Prancis, yang belum pernah menembus fase semifinal kompetisi UEFA.
Sementara itu, Mainz 05 harus menelan kekalahan pahit yang menutup kampanye Eropa mereka. Meskipun musim ini merupakan kampanye paling sukses dalam sejarah klub di ajang Eropa, kegagalan dalam mengamankan tiket semifinal menjadi catatan yang pahit bagi pelatih Urs Fischer dan para pemain. Mereka kini harus memfokuskan diri pada kompetisi domestik, terutama Bundesliga.
Keberhasilan Strasbourg tidak lepas dari taktik menyerang yang berani serta kedisiplinan defensif yang ketat. Pelatih mereka berhasil menginspirasi tim untuk menyalakan “api kembang api” di menit-menit awal, sebagaimana diramalkan sebelum pertandingan. Penampilan gemilang pemain seperti Ouattara, Nanasi, Enciso, dan Doukouré memberikan contoh nyata tentang pentingnya keberanian individu dalam kerangka kerja tim.
Dengan tiket semifinal kini berada di tangan Strasbourg, sorotan selanjutnya beralih ke konfrontasi melawan Rayo Vallecano, tim Spanyol yang menunjukkan performa impresif di babak sebelumnya. Kedua tim akan berjuang keras untuk mengamankan tempat di final Conference League, yang dijadwalkan pada akhir Mei.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan bahwa dalam sepakbola, momentum dapat berubah dalam hitungan menit, dan tekad untuk bangkit kembali dapat menghasilkan hasil yang tak terduga. Strasbourg kini menatap peluang besar untuk menorehkan sejarah baru, sementara Mainz harus merenungkan apa yang dapat diperbaiki di masa depan.













