Gubernur Dedi Mulyadi Desak Restorasi Total Bandung Selatan untuk Hentikan Banjak dan Longsor

Back to Bali – 21 April 2026 | Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa upaya pencegahan banjir dan longsor di Kabupaten Bandung harus dimulai..

2 minutes

Read Time

Gubernur Dedi Mulyadi Desak Restorasi Total Bandung Selatan untuk Hentikan Banjak dan Longsor

Back to Bali – 21 April 2026 | Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa upaya pencegahan banjir dan longsor di Kabupaten Bandung harus dimulai dari restorasi total wilayah selatan provinsi. Dalam pertemuan di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Soreang, pada Senin 20 April 2026, ia mengingatkan pentingnya menjaga hutan, mengubah tata ruang, dan mengalihkan fungsi lahan pertanian menjadi kawasan konservasi yang produktif.

Rencana Pergub Konservasi

Dedi Mulyadi mengumumkan rencana penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) yang akan mengikat kawasan selatan untuk ditanami tanaman keras seperti kopi, teh, serta spesies penutup hutan lainnya. Menurutnya, lahan yang kini dipergunakan untuk sayuran akan dialihfungsikan menjadi lahan agroforestry yang sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Pemerintah provinsi siap menyalurkan bantuan finansial, termasuk upah minimum Rp50.000 per bulan bagi pekerja yang beralih menanam teh atau kopi.

Pembangunan Danau dan Pengelolaan Sampah

Gubernur menyoroti kasus banjir yang menggenang di depan rumah Bupati Dadang Supriatna, Jalan Raya Sapan, sebagai contoh konkret kegagalan tata ruang. Ia mengusulkan dua langkah utama: pertama, peningkatan kualitas jalur drainase; kedua, pemanfaatan lahan yang telah dibebaskan oleh perusahaan untuk dibangun danau buatan. “Bandung harus diperbanyak danau,” ujarnya, menambahkan bahwa danau-danau ini akan berfungsi sebagai penampung air hujan dan mengurangi beban sistem kanal.

Selain itu, Dedi menekankan perlunya solusi pengelolaan sampah yang terintegrasi. Pemerintah pusat telah menyiapkan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS). Dalam jangka pendek, kapasitas pengangkutan sampah akan ditingkatkan, sementara dalam tiga tahun ke depan sampah diharapkan dapat diolah menjadi energi listrik.

Target Konservasi Satwa Langka

Salah satu fokus utama restorasi total adalah kawasan Gunung Wayang dan Gunung Tilu. Gubernur menargetkan agar dalam 20 tahun ke depan, ekosistem gunung ini dapat mendukung kembali populasi harimau sebagai predator puncak. “Ekosistemnya harus dipulihkan sepenuhnya hingga ada harimau kembali,” tegasnya. Upaya tersebut mencakup reboisasi, pengendalian perburuan ilegal, dan pembentukan koridor hijau yang menghubungkan habitat satwa.

Kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten

Kolaborasi erat antara gubernur dan Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menjadi kunci keberhasilan program. Kedua pihak sepakat untuk mengatasi alih fungsi lahan, memperbaiki infrastruktur irigasi, serta menyiapkan dana provinsi yang siap dicairkan segera. “Kami sudah menyiapkan uang, dan proyek dapat dimulai dari sekarang,” kata Dedi.

Secara keseluruhan, strategi Dedi Mulyadi mencakup tiga pilar utama: konservasi hutan dan habitat, pengembangan agroforestry berbasis tanaman keras, serta peningkatan infrastruktur penahan air melalui danau buatan dan sistem pengelolaan sampah modern. Dengan langkah terpadu ini, diharapkan banjir dan longsor yang selama ini mengancam wilayah selatan Bandung dapat diminimalisir secara signifikan.

Implementasi kebijakan ini menuntut komitmen bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten, masyarakat petani, serta sektor swasta. Jika berhasil, Bandung Selatan tidak hanya akan menjadi contoh sukses mitigasi bencana alam, tetapi juga model pengembangan ekonomi berkelanjutan yang dapat diadaptasi di wilayah lain.

About the Author

Pontus Pontus Avatar