Operasi Cartenz Gempur: Dua Anggota KKB Papua Ditangkap, Satu Diantaranya Meninggal Setelah Tembakan

Back to Bali – 23 April 2026 | Polda Papua bersama Satgas Operasi Damai Cartenz berhasil menindak dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang selama..

3 minutes

Read Time

Operasi Cartenz Gempur: Dua Anggota KKB Papua Ditangkap, Satu Diantaranya Meninggal Setelah Tembakan

Back to Bali – 23 April 2026 | Polda Papua bersama Satgas Operasi Damai Cartenz berhasil menindak dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang selama dua tahun menjadi buronan setelah menewaskan prajurit TNI dalam aksi penembakan di Puncak Jaya. Penangkapan berlangsung pada 20 April 2026 di Kampung Wuyukwi, Distrik Mulia, dan menandai puncak dari rangkaian operasi yang dimulai sejak insiden penembakan pada 17 Maret 2024.

Rangkaian Penyelidikan dan Penangkapan

Setelah penembakan maut yang menewaskan prajurit Sertu Anumerta Ismunandar, aparat segera memasukkan pelaku berinisial OE ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). OE sempat ditangkap pada 27 November 2024, namun berhasil meloloskan diri ketika situasi lapangan terfokus pada konflik suku di wilayah tersebut. Selama delapan bulan berikutnya, jejak OE menghilang hingga tim intelijen kembali mendeteksi keberadaannya di Kampung Wuyukwi pada 20 April 2026.

Selain OE, tim operasi juga berhasil mengidentifikasi anggota KKB lainnya yang terlibat dalam jaringan penembakan tersebut. Identitas lengkap belum diungkap, namun keberadaan anggota tersebut terkonfirmasi melalui rekaman video pengawasan dan saksi warga setempat. Kedua buronan tersebut akhirnya dihadapkan pada aparat dalam operasi gabungan antara Polri, TNI, dan Satgas Cartenz.

Detail Penangkapan dan Tindakan Aparat

Ketika tim Cartenz mendekati rumah pelaku di Kampung Wuyukwi, OE berusaha melarikan diri dengan melawan petugas. Dalam proses penangkapan, aparat terpaksa mengeluarkan tembakan tegas sesuai prosedur operasi standar. Tembakan tersebut mengenai bagian ketiak kanan OE, menembus ke badan belakang kanan, menyebabkan luka berat. OE kemudian dievakuasi ke RSUD Mulia untuk perawatan medis, namun dinyatakan meninggal dunia setelah upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil.

Sementara itu, anggota KKB kedua berhasil diamankan tanpa perlawanan signifikan. Ia ditangkap, diborgol, dan langsung dibawa ke pos komando untuk proses identifikasi serta pemeriksaan lanjutan. Kedua pelaku kini berada di bawah tahanan resmi dan akan diajukan ke proses hukum.

Pernyataan Pejabat dan Implikasi Keamanan

Kombes Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan bukti komitmen aparat dalam menegakkan hukum tanpa memandang latar belakang. “Setiap pelaku tindak kekerasan akan kami proses secara profesional sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya dalam konferensi pers pada 21 April 2026.

Irjen Faizal Ramadhani, Kepala Operasi Damai Cartenz, menambahkan bahwa upaya penindakan terhadap jaringan KKB tidak akan berhenti pada dua penangkapan ini. “Kami terus menggali kemungkinan keterlibatan jaringan lain dan memperluas operasi untuk memastikan keamanan masyarakat di Puncak Jaya,” jelasnya.

Reaksi Masyarakat dan Langkah Selanjutnya

Warga setempat menyambut baik hasil operasi, meski tetap mengharapkan stabilitas jangka panjang. Kombes Adarma Sinaga, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan informasi akurat kepada aparat. “Peran serta masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan wilayah,” tegasnya.

Ke depannya, aparat akan melanjutkan penyelidikan terkait potensi jaringan KKB yang lebih luas, serta memperkuat koordinasi antara TNI, Polri, dan pihak adat setempat. Upaya pencegahan kembali diharapkan dapat mengurangi potensi terulangnya aksi kekerasan serupa.

Penangkapan dua anggota KKB, termasuk tewasnya OE, memberikan sinyal kuat bahwa aparat tidak akan mundur menghadapi ancaman keamanan. Dengan keberhasilan operasi ini, harapan akan terciptanya kondisi yang lebih kondusif di Papua semakin menguat.

About the Author

Zillah Willabella Avatar