Back to Bali – 24 April 2026 | VfB Stuttgart kembali menorehkan sejarah dengan memastikan tempat di final DFB-Pokal 2025/26 setelah mengalahkan SC Freiburg 2-1 dalam perpanjangan waktu pada laga semifinal yang digelar di MHP Arena, Stuttgart, pada dini hari Jumat, 23 April 2026. Kemenangan ini menandai penampilan beruntun Stuttgart di final kompetisi bergengsi tersebut, sekaligus menyiapkan pertarungan melawan Bayern Munich yang sebelumnya menyingkirkan Bayer Leverkusen dengan skor 2-0.
Babak pertama dimulai dengan keunggulan Freiburg. Pada menit ke-28, Maximilian Eggestein memanfaatkan sundulan bola muntah hasil tendangan pojok yang diambil oleh Matthias Ginter, dan berhasil menelan gol pertama melalui umpan Vincenzo Grifo. Skor 0-1 pun bertahan hingga jeda, meski Stuttgart menekan dengan serangan-serangan yang dibangun oleh Ermedin Demirovic, Jamie Leweling, dan Deniz Undav.
Balik Serangan Stuttgart di Babak Kedua
Setelah jeda, Stuttgart tampil lebih agresif. Chris Fuhrich hampir menyamakan kedudukan, namun tembakannya meleset tipis. Sementara Angelo Stiller sempat mencetak gol, namun dinyatakan offside setelah Demirovic tertangkap berada di posisi terlarang. Pada menit ke-70, peluang kembali terbuka ketika Bilal El Khannouss menyalurkan bola terobosan kepada Deniz Undav, yang dengan tenang menempatkan bola ke dalam gawang, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Menjelang akhir waktu normal, Stuttgart terus menekan. Undav hampir menambah gol kedua, namun tembakanannya memantul dari mistar setelah menabrak bek Philipp Lienhart. Di pihak Freiburg, kiper Florian Müller tampil gemilang, menggagalkan beberapa peluang berbahaya, termasuk tembakan Fuhrich dan Undav.
Drama di Perpanjangan Waktu
Perpanjangan waktu memperlihatkan intensitas yang sama. Freiburg sempat mencetak gol balasan melalui Lucas Holler, namun gol tersebut dibatalkan karena terjadi pelanggaran dalam prosesnya. Saat tekanan semakin besar, pelatih Stuttgart, Sebastian Hoeness, mengambil keputusan taktis penting pada menit ke-118 dengan mengeluarkan Badredine Bouanani dan Josha Vagnoman, menggantikan Demirovic dan seorang pemain lain.
Langkah tersebut terbukti berbuah manis. Tak lama setelah masuk, Bouanani mengirimkan umpan silang akurat ke sudut bawah gawang, yang langsung dimanfaatkan oleh Tiago Tomas, pengganti Demirovic. Tomas mengeksekusi dengan tenang pada menit ke-119, mengirimkan bola ke pojok bawah gawang dan menambah keunggulan Stuttgart menjadi 2-1. Usaha terakhir Freiburg untuk menyamakan skor tidak membuahkan hasil, dan wasit meniup peluit akhir.
Persiapan Menuju Final
Kemenangan ini memberikan Stuttgart kesempatan kedua berturut‑turut melaju ke final Piala Jerman. Di lain pihak, Bayern Munich bersiap menghadapi Stuttgart setelah menyingkirkan Bayer Leverkusen dengan skor 2-0 pada semifinal yang lain. Pertarungan final yang dijadwalkan pada 24 Mei nanti diprediksi akan menjadi laga klasik antara dua raksasa sepak bola Jerman.
Pelatih Stuttgart, Sebastian Hoeness, memuji mental timnya yang tidak menyerah meski berada di belakang pada babak pertama. “Kami menunjukkan karakter dan keberanian, terutama dalam menit-menit krusial. Keputusan taktik di menit akhir membuktikan pentingnya kepercayaan pada pemain muda kami,” ujar Hoeness dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Sementara itu, para pemain Freiburg mengungkapkan rasa kecewa namun tetap menghargai kualitas lawan. “Stuttgart bermain sangat disiplin dan memanfaatkan peluang dengan baik,” kata seorang wakil pemain Freiburg.
Dengan final yang menjanjikan pertarungan sengit, para pendukung kedua klub sudah menyiapkan diri untuk menyaksikan aksi di Berlin. Apakah Stuttgart dapat melanjutkan dominasinya dan menambah trofi, ataukah Bayern Munich akan kembali menegaskan dominasinya di panggung domestik, masih menjadi pertanyaan yang menanti jawaban pada hari final.
Secara keseluruhan, semifinal ini menampilkan kombinasi taktik cerdas, keputusan cepat, dan keberanian individual yang menjadi ciri khas kompetisi DFB-Pokal. Stuttgart kini menatap final dengan penuh optimisme, berharap dapat menambah catatan bersejarah dalam lembaran sepak bola Jerman.













