Sevilla Terancam Degradasi Usai Kalah 2-0 dari Levante, Persaingan Papan Bawah Semakin Panas

Back to Bali – 24 April 2026 | Jornada ke‑32 La Liga musim 2025/26 menjadi saksi dramatis di papan bawah klasemen, ketika Levante berhasil menaklukkan..

4 minutes

Read Time

Sevilla Terancam Degradasi Usai Kalah 2-0 dari Levante, Persaingan Papan Bawah Semakin Panas

Back to Bali – 24 April 2026 | Jornada ke‑32 La Liga musim 2025/26 menjadi saksi dramatis di papan bawah klasemen, ketika Levante berhasil menaklukkan Sevilla dengan skor 2‑0 di Estadio Ciudad de Valencia pada Jumat dini hari WIB. Kemenangan ini menambah tiga poin penting bagi tim asal Valencia, namun belum cukup untuk mengangkat mereka keluar dari zona merah. Sementara itu, kekalahan tersebut menambah beban bagi Rojiblancos yang kini berada di posisi 17 dengan 34 poin, menempatkan mereka dalam bahaya degradasi yang semakin nyata.

Gol-gol kemenangan Levante dicetak oleh Ivan Romero, yang menjadi pahlawan tim dengan mencetak dua gol (brace). Gol pertamanya datang pada menit ke‑38, sementara gol kedua tercipta di menit tambahan pertama babak kedua (90+4′). Penampilan ofensif Romero mengubah dinamika pertandingan dan menegaskan keinginan Levante untuk kembali berjuang keluar dari zona merah, meskipun mereka masih tertahan di posisi 19 dengan total 32 poin setelah 32 laga.

Implikasi Klasemen Setelah Kemenangan Levante

Dengan tambahan tiga poin, selisih antara Levante dan zona aman menyusut menjadi hanya dua poin. Namun, mereka masih harus menunggu hasil laga lain untuk memastikan apakah poin tersebut cukup untuk menghindari relegasi. Di sisi lain, Sevilla yang gagal meraih tiga poin kini berada di ambang zona terburuk. Poin 34 yang mereka miliki menempatkan mereka hanya selisih satu poin dari Levante, dan dua poin dari tim lain yang juga berjuang menghindari turun.

Kekalahan ini juga menambah tekanan pada pelatih Sevilla, yang harus mencari solusi cepat menjelang pertandingan berikutnya melawan Osasuna. Osasuna, yang juga berada di zona bawah, akan menjadi lawan yang tidak mudah dan dapat memperparah situasi Rojiblancos jika hasilnya tidak menguntungkan.

Hasil Lain yang Membentuk Peta Persaingan Papan Bawah

Pada waktu yang bersamaan, Real Oviedo berhasil meraih hasil imbang 1‑1 melawan Villarreal di Stadion Carlos Tartiere. Oviedo sempat tertinggal lebih dulu lewat eksekusi penalti Nicolas Pepe pada menit ke‑13, namun berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Ilyas Chaira pada menit ke‑69. Hasil imbang ini menambah poin Oviedo menjadi 28 poin dari 32 laga, menempatkan mereka sedikit lebih aman dibandingkan Sevilla dan Levante.

Sementara Villarreal, yang dikenal dengan julukan Yellow Submarine, hanya menambah satu poin menjadi total 57 poin dan tetap berada di posisi ketiga klasemen, lima poin di atas Atletico Madrid yang berada di peringkat empat. Meskipun bukan bagian dari perebutan zona degradasi, hasil Villarreal menegaskan bahwa persaingan di puncak liga juga berlangsung ketat.

Jadwal Pertandingan Mendatang dan Dampaknya

Masih ada enam pertandingan tersisa dalam fase regular La Liga. Jadwal berikutnya memberikan indikasi jelas mengenai peluang masing‑masyarakat untuk memperbaiki posisi mereka:

  • Real Oviedo akan menjamu Elche pada jornada ke‑33.
  • Levante dijadwalkan melakukan perjalanan ke markas Espanyol.
  • Sevilla akan menghadapi ujian berat saat melawat ke markas Osasuna.

Ketiga laga tersebut menjadi titik krusial. Bagi Levante, kemenangan melawan Espanyol dapat menjadi langkah penting untuk menyeberangi garis aman. Bagi Sevilla, hasil melawan Osasuna dapat menentukan apakah mereka masih memiliki peluang bertahan di La Liga atau harus bersiap untuk kompetisi Divisi B.

Analisis Statistik dan Faktor Penentu

Dari segi statistik, Levante menunjukkan peningkatan pada fase akhir pertandingan dengan gol penentu pada menit tambahan, menandakan kebugaran fisik dan mental yang masih kuat. Sebaliknya, Sevilla tampak kesulitan menembus pertahanan Levante, meskipun mereka memiliki peluang di babak pertama. Kekurangan konversi ini menjadi salah satu faktor utama kegagalan mereka.

Selain itu, catatan pertahanan Sevilla dalam 32 laga menunjukkan kebocoran yang signifikan, dengan kebobolan rata‑rata lebih dari satu gol per pertandingan. Hal ini menjadi catatan penting bagi pelatih untuk memperkuat lini belakang sebelum menghadapi Osasuna yang memiliki serangan cukup berbahaya.

Secara keseluruhan, situasi papan bawah La Liga musim ini semakin menegangkan. Selisih poin yang tipis antara Levante, Sevilla, dan tim‑tim lain di zona degradasi menuntut setiap pertandingan menjadi krusial. Kesalahan sekecil apa pun dapat berujung pada konsekuensi fatal, termasuk terpaksa turun ke Divisi B pada musim berikutnya.

Dengan sisa enam laga, para pendukung dan pengamat sepakbola di seluruh Spanyol menantikan drama selanjutnya. Apakah Levante dapat mengamankan tiga poin melawan Espanyol? Akankah Sevilla menemukan jalan untuk menghindari zona merah di kunjungan ke Osasuna? Hanya waktu yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, namun satu hal yang pasti: kompetisi La Liga musim ini akan tetap menjadi tontonan yang penuh ketegangan hingga peluit akhir berbunyi.

About the Author

Kanya Virtudes Virtudes Avatar