Rencana Perpanjangan Landasan Pacu Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Dorong Pariwisata Sumbawa Melejit

Back to Bali – 24 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengumumkan rencana ambisius untuk memperpanjang landasan pacu Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin sebanyak lebih dari..

3 minutes

Read Time

Rencana Perpanjangan Landasan Pacu Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Dorong Pariwisata Sumbawa Melejit

Back to Bali – 24 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengumumkan rencana ambisius untuk memperpanjang landasan pacu Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin sebanyak lebih dari 400 meter, menjadikan total panjangnya sekitar 2.200 meter. Proyek ini diharapkan menjadi katalis utama dalam meningkatkan konektivitas antar wilayah, memperluas jaringan maskapai, serta mengangkat sektor pariwisata yang selama ini terhambat oleh keterbatasan infrastruktur udara.

Latar Belakang Proyek

Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin, yang terletak di Sumbawa Besar, saat ini memiliki landasan pacu sepanjang 1.800 meter. Panjang tersebut cukup untuk melayani pesawat jenis turboprop dan beberapa jet regional, namun tidak memadai bagi pesawat berbadan besar seperti Boeing dan Airbus yang biasa dipakai pada rute domestik jarak jauh atau internasional. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, menegaskan bahwa perpanjangan ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi kendala akses transportasi yang selama ini menjadi penghalang pertumbuhan ekonomi daerah.

Tantangan dan Pertimbangan

Rencana perpanjangan tidak lepas dari tantangan teknis dan sosial. Pemerintah daerah harus mengamankan lahan tambahan yang kini banyak ditempati pemukiman warga. “Kita harus menyesuaikan dengan kondisi fiskal, memastikan pembebasan lahan berjalan adil, dan menghindari dampak sosial yang berlebihan,” ujar Bupati Jarot dalam wawancara pada 23 April. Sebelumnya, tim survei telah menilai beberapa lokasi alternatif di wilayah timur, barat, dan kawasan Samota, namun kondisi angin yang tidak stabil membuat semua opsi tersebut tidak layak untuk pembangunan bandara baru. Oleh karena itu, lokasi eksisting dianggap paling aman untuk perpanjangan.

Manfaat Ekonomi dan Pariwisata

Jika berhasil, landasan pacu yang lebih panjang akan memungkinkan pesawat berbadan besar mendarat dan lepas landas, membuka peluang bagi maskapai penerbangan nasional dan internasional menambah frekuensi penerbangan ke Sumbawa. Hal ini diproyeksikan akan menurunkan biaya perjalanan bagi wisatawan, mempercepat arus kedatangan turis, dan meningkatkan pendapatan sektor perhotelan, restoran, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada pariwisata. Analisis awal menunjukkan potensi peningkatan kunjungan wisatawan hingga 30 persen dalam lima tahun pertama setelah penyelesaian proyek, dengan efek multiplier yang signifikan bagi pendapatan daerah.

Pandangan Pemerintah dan Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan akan melakukan kajian mendalam terkait anggaran, harga tanah, dan dampak lingkungan sebelum melanjutkan proses pembebasan lahan. “Kami tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,” tegas Jarot. Sementara itu, sebagian masyarakat menyambut baik rencana tersebut sebagai upaya memperbaiki akses transportasi, namun ada pula yang mengkhawatirkan kehilangan tempat tinggal dan perubahan tata ruang. Dialog publik dan pertemuan dengan tokoh masyarakat dijadwalkan secara berkala untuk memastikan transparansi dan partisipasi aktif.

Proyeksi Masa Depan

Perpanjangan landasan pacu diharapkan selesai dalam jangka waktu tiga sampai empat tahun, tergantung pada kecepatan proses pembebasan lahan dan pendanaan. Pemerintah daerah juga tengah menjajaki kerja sama dengan pemerintah pusat serta lembaga keuangan untuk menutup kebutuhan anggaran, yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Bila tercapai, Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin tidak hanya menjadi gerbang utama bagi wisatawan, tetapi juga simbol transformasi ekonomi Sumbawa menjadi pusat pertumbuhan regional di Nusa Tenggara Barat.

Dengan landasan pacu yang lebih panjang, Sumbawa berpotensi menyaingi bandara‑bandara lain di provinsi sekitarnya, menawarkan alternatif rute yang lebih cepat dan nyaman. Keberhasilan proyek ini akan menjadi contoh bagaimana investasi infrastruktur strategis dapat mengatasi hambatan geografis, memperkuat konektivitas, dan menggerakkan roda ekonomi lokal secara berkelanjutan.

About the Author

Bassey Bron Avatar