Back to Bali – 26 April 2026 | Perth Glory menutup musim A-League Men 2025/2026 dengan kemenangan dramatis 2-1 melawan Brisbane Roar pada pertandingan terakhir yang sekaligus menjadi perpisahan emosional bagi legenda klub, Josh Risdon. Pertandingan yang digelar di HBF Park, Bunbury, berlangsung di tengah situasi kedua tim yang sudah tereliminasi dari peluang finis musim, namun tetap berjuang demi kebanggaan dan kontrak pemain.
Awal pertandingan dan gol pembuka
Sejak peluit pertama, kedua tim menampilkan intensitas tinggi. Pada menit keenam, Gabriel Popovic mengeksekusi penalti dengan tenang, memecah kebuntuan dan memberi keunggulan 1-0 bagi Perth Glory. Penalti tersebut diberikan setelah aksi kontroversial Nicholas Pennington yang menabrak pemain lawan di dalam kotak penalti, namun wasit tetap menegakkan keputusan tersebut.
Respon Brisbane Roar
Brisbane Roar tidak tinggal diam. Pada menit ketiga puluh, Pennington kembali mendapat kesempatan melalui tendangan penalti, namun sayangnya tembakannya meleset dan menghantam tiang gawang. Meskipun peluang tersebut terlewat, tim asal Queensland tetap berusaha menekan lini pertahanan Glory yang dipimpin oleh kiper berpengalaman Matt Sutton.
Detik-detik penentu
Menjelang akhir babak pertama, Dimitri Valkanis berhasil menegaskan serangan dengan melakukan umpan silang yang diikuti oleh Sutton yang berhasil menepis bola melewati garis gawang pada menit ke-67, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut menambah ketegangan karena kedua tim masih berusaha mengamankan tiga poin.
Penampilan terakhir Josh Risdon
Legenda pertahanan Perth Glory, Josh Risdon, yang mengumumkan pensiun pada akhir musim, masuk sebagai pengganti pada menit ke-75. Meski hanya bermain selama 15 menit, kehadirannya memberikan dorongan moral bagi rekan satu tim. “Tidak ada perasaan yang berbeda saat melangkah ke lapangan bersama keluarga, namun bisa berkontribusi di menit-menit akhir sangat berarti,” ujar Risdon dalam wawancara pasca pertandingan.
Gol penentu oleh Sebastian Despotovski
Detik-detik penentu datang pada menit ke-78 ketika Sebastian Despotovski menerima umpan panjang di tepi kotak penalti. Dengan teknik setengah voli yang tajam, Despotovski mengirimkan bola melampaui penjaga gawang Dean Bouzanis, memastikan kemenangan 2-1 bagi Perth Glory. Gol tersebut menjadi puncak perayaan bagi pendukung yang menyaksikan karier Risdon berakhir dengan manis.
Reaksi pelatih dan masa depan klub
Pelatih baru Perth Glory, Adam Griffiths, yang menggantikan David Zdrilic sejak awal musim, menyatakan kepuasannya dengan hasil tersebut dan menegaskan keinginan untuk tetap memimpin tim pada musim berikutnya. “Saya yakin saya orang yang tepat untuk membawa klub ini ke arah yang lebih baik. Mentalitas tim sedang berubah,” katanya kepada media Paramount.
Di sisi lain, pelatih Brisbane Roar, Michael Valkanis, mengakui musim yang sulit bagi timnya. “Kami mengalami nasib sial yang berkelanjutan. Mungkin kami butuh bantuan khusus, bahkan seorang pendeta Yunani, untuk mengubah keberuntungan kami,” ujarnya dengan nada humor sekaligus keprihatinan.
Posisi akhir klasemen
Dengan hasil ini, Perth Glory menutup klasemen di posisi ke-10, memutuskan tren dua musim beruntun sebagai tim paling buruk (wooden spoon). Sementara Brisbane Roar tetap berada di posisi ke-11, menandai musim kedua berturut-turut berada di zona degradasi. Kedua tim tidak bergerak naik atau turun setelah pertandingan akhir ini.
Secara statistik, pertandingan menghasilkan total tiga gol, dua kartu kuning, dan satu kartu merah yang dikeluarkan kepada pemain Brisbane atas pelanggaran keras di menit ke-55. Kedua tim mencatat kepemilikan bola hampir seimbang, masing-masing sekitar 48‑52 persen.
Kesimpulannya, kemenangan 2-1 Perth Glory tidak hanya memberikan penutup yang memuaskan bagi musim yang penuh tantangan, tetapi juga menjadi panggung perpisahan yang layak bagi Josh Risdon, pemain dengan catatan penampilan terbanyak dalam sejarah A-League klub. Sementara Brisbane Roar harus merenungkan kekalahan yang berulang dan mencari solusi agar dapat mengubah nasib mereka pada musim depan.













