Back to Bali – 26 April 2026 | Marwan Mohammad, yang kini menjabat sebagai Inspektur Polisi Daerah (IPTU) di Kota Utara Gorontalo, memiliki perjalanan karier yang tidak biasa. Sebelum mengemban tugas kepolisian, ia pernah menjadi pemain sepakbola profesional yang menorehkan prestasi di level nasional. Kombinasi pengalaman militer, sportivitas, dan dedikasi publik membuatnya menjadi figur yang menarik untuk diikuti.
Latar Belakang dan Awal Karier di Sepakbola
Marwan dilahirkan pada tahun 1978 di Kota Gorontalo. Kecintaannya pada sepakbola tumbuh sejak usia dini, ketika ia bergabung dengan tim sekolah menengah pertama dan kemudian menembus akademi sepakbola lokal. Talenta teknik dan kecepatan di posisi sayap kanan membuatnya menarik perhatian klub-klub Liga Indonesia.
Puncak karier sepakbola Marwan tercapai ketika ia menandatangani kontrak dengan klub Persigo Gorontalo pada awal 2000-an. Selama tiga musim, ia berkontribusi dalam pencapaian klub mencapai semifinal Piala Indonesia, serta mencetak delapan gol dan menyediakan sepuluh assist. Penampilan konsisten tersebut membawa namanya ke tim nasional U-23, meskipun ia tidak pernah menjadi pemain tetap di tim senior.
Transisi ke Dunia Kepolisian
Pada tahun 2006, Marwan memutuskan mengakhiri karier sepakbolanya. Keputusan tersebut dipengaruhi oleh keinginan untuk melayani masyarakat secara lebih langsung serta menurunkan beban fisik yang semakin berat. Ia mendaftar di Akademi Polisi (Akpol) dan berhasil lulus dengan predikat memuaskan pada tahun 2008.
Setelah menamatkan pendidikan, Marwan ditugaskan di satuan polisi daerah Sulawesi Utara, dimana ia menjalani penempatan di berbagai bidang, mulai dari patroli lalu lintas hingga satuan intelijen. Kepribadiannya yang disiplin, kemampuan kepemimpinan yang terasah di lapangan, serta jaringan hubungan sosial yang luas menjadi nilai plus dalam karier kepolisian.
Pencapaian di Kepolisian
Karier Marwan di kepolisian tidak lurus tanpa tantangan. Pada 2015, ia dipercaya memimpin operasi anti-narkotika yang berhasil membongkar jaringan distribusi narkoba lintas provinsi. Operasi tersebut menghasilkan penangkapan 27 tersangka dan penyitaan lebih dari 150 kilogram narkotika jenis sabu.
Keberhasilan tersebut mengantar Marwan naik pangkat menjadi Brigadir Polisi (Brigadir) dan kemudian Kapolsek (Kepala Polsek) di beberapa wilayah strategis, termasuk Polsek Kota Utara Gorontalo pada tahun 2021. Sebagai Kapolsek, ia memperkenalkan program “Polisi Peduli Olahraga” yang mengintegrasikan kegiatan olahraga komunitas dengan upaya pencegahan kriminalitas, mengingat latar belakangnya sebagai mantan atlet.
Kontribusi Sosial dan Keterlibatan Masyarakat
- Program Pengembangan Bakat Remaja: Marwan menginisiasi lomba sepakbola antar sekolah yang disponsori oleh Polsek, memberikan beasiswa bagi pemain berpotensi.
- Patroli Kesehatan: Selama pandemi COVID-19, satuan di bawahnya melaksanakan pemeriksaan suhu dan edukasi kesehatan di pasar tradisional.
- Pelatihan Kepemimpinan: Mengadakan workshop untuk pemuda desa tentang etika publik, disiplin, dan pentingnya peran warga dalam menjaga keamanan.
Tantangan dan Visi Kedepan
Meskipun telah mencetak banyak prestasi, Marwan mengakui bahwa tantangan keamanan di Kota Utara Gorontalo tetap signifikan. Peningkatan kasus pencurian kendaraan bermotor dan peredaran barang selundupan masih menjadi fokus utama. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk kerja sama dengan kepolisian daerah lain, lembaga keamanan maritim, serta tokoh masyarakat.
Visi Marwan ke depan adalah menjadikan Polsek Kota Utara Gorontalo sebagai contoh unit kepolisian yang berbasis komunitas, di mana kepercayaan publik menjadi aset utama. Ia berharap pengalaman di dunia olahraga dapat terus menginspirasi generasi muda untuk memilih jalur yang positif, sekaligus memperkuat budaya disiplin dan kerja keras.
Perjalanan Marwan Mohammad dari lapangan hijau menjadi kantor polisi mencerminkan betapa fleksibilitas dan semangat pantang menyerah dapat membuka peluang baru. Cerita hidupnya kini menjadi motivasi bagi banyak orang yang ingin beralih karier, sekaligus menegaskan peran penting kepolisian dalam membangun masyarakat yang aman, sehat, dan berbudaya olahraga.













