Al-Ahli Saudi Tundukkan Machida Zelvia di Babak Tambahan, Raih Gelar AFC Champions League Elite Kedua Berturut-turut

Back to Bali – 26 April 2026 | Jeddah, 25 April 2026 – Di Alimna Bank Stadium, King Abdullah Sports City, Al-Ahli Saudi berhasil mengukir..

Al-Ahli Saudi Tundukkan Machida Zelvia di Babak Tambahan, Raih Gelar AFC Champions League Elite Kedua Berturut-turut

Back to Bali – 26 April 2026 | Jeddah, 25 April 2026 – Di Alimna Bank Stadium, King Abdullah Sports City, Al-Ahli Saudi berhasil mengukir sejarah dengan mengalahkan tim Jepang, Machida Zelvia, 1-0 pada perpanjangan waktu. Kemenangan ini menjadikan Al-Ahli tim pertama yang berhasil mempertahankan gelar AFC Champions League Elite dalam era modern kompetisi.

Babak Pertama dan Kedua yang Ketat

Pertandingan dimulai pada pukul 21.45 WIB dengan intensitas tinggi. Kedua tim menampilkan formasi defensif, menahan serangan lawan dan mencoba memanfaatkan peluang dari serangan balik. Al-Ahli menurunkan skuad berisi Firas Al‑Buraikan, Abdulrahman Al‑Muwallad, dan gelandang veteran Zakaria Al‑Hawsawi. Sementara Machida Zelvia menampilkan formasi 4-3-3 yang dipimpin oleh pelatih kepala Go Kuroda, yang sebelumnya melatih tim sekolahan.

Setelah 45 menit pertama, skor masih belum berubah. Namun, insiden penting terjadi pada menit ke‑68 ketika Zakaria Al‑Hawsawi menerima kartu merah setelah melakukan headbutt kepada pemain belakang Machida, Tete Yengi. Keputusan wasit menurunkan Al‑Ahli menjadi tim 10 orang, menambah tekanan pada sisi serangan mereka.

Detik-Detik Penentu di Perpanjangan Waktu

Setelah dua babak reguler berakhir dengan hasil 0-0, perpanjangan waktu menjadi arena bagi kedua tim untuk mencari keunggulan. Enam menit ke dalam babak pertama perpanjangan, Firas Al‑Buraikan memanfaatkan ruang di kotak penalti, menembakkan bola keras ke sudut kanan gawang Machida. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan, memastikan kemenangan 1-0 bagi Al‑Ahli.

Machida Zelvia berusaha keras untuk menyamakan kedudukan. Serangan demi serangan dilancarkan oleh striker mereka, Takashi Mori, namun pertahanan Al‑Ahli yang dipimpin oleh bek tengah, Omar Hawsawi, tetap kokoh. Penjaga gawang Al‑Ahli, Mohammed Al‑Owais, melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk satu penyelamatan spektakuler pada menit ke‑118 yang hampir mengubah alur pertandingan.

Perjalanan Machida Zelvia: Dari Liga Kelas Bawah ke Final Asia

  • Awal 2000-an: Machida Zelvia berada di liga ketujuh Jepang.
  • 2020-an: Klub naik secara bertahap, mencapai J1 League pada 2024.
  • 2025: Debut di AFC Champions League Elite, melaju melewati tim-tim kuat Asia Timur.
  • 2026: Mengukir sejarah dengan mencapai final melawan tim berpengalaman.

Keberhasilan Machida Zelvia menjadi sorotan utama, mengingat mereka baru pertama kali menjejakkan kaki di panggung final kompetisi kontinental. Kepala pelatih Go Kuroda, yang pernah menjadi pelatih sekolah menengah, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian tim meski akhirnya harus menelan kekalahan tipis.

Reaksi dan Dampak Kemenangan

Firas Al‑Buraikan, pencetak gol tunggal, mengungkapkan rasa syukurnya melalui unggahan Instagram, “Terima kasih kepada suporter Al‑Ahli yang selalu memberi semangat. Ini untuk kalian semua.” Sementara manajer Al‑Ahli, Carlos Queiroz, menekankan pentingnya mentalitas juara dan kemampuan tim untuk tetap fokus meski harus bermain dengan 10 orang.

Kemenangan ini tidak hanya menambah koleksi trofi klub, tetapi juga meningkatkan posisi Al‑Ahli di peringkat klub Asia. Pendapatan komersial diperkirakan naik, dengan sponsor lokal dan internasional menambah investasi pada klub.

Di sisi lain, Machida Zelvia kembali ke Jepang dengan kepala tegak. Meskipun gagal mengangkat trofi, perjalanan mereka menjadi inspirasi bagi klub-klub kecil lain yang bermimpi menembus kancah Asia.

Dengan gelar beruntun, Al‑Ahli kini menatap tantangan berikutnya di turnamen internasional, termasuk persiapan untuk Piala Dunia Klub FIFA 2027. Sementara Machida Zelvia akan berfokus pada kompetisi domestik, bertekad memperkuat skuad dan kembali menantang di AFC Champions League pada musim berikutnya.

Kesimpulannya, pertandingan yang berlangsung dalam ketegangan tinggi ini memperlihatkan kualitas sepak bola Asia yang semakin kompetitif. Al‑Ahli Saudi menegaskan dominasinya, sementara Machida Zelvia menunjukkan bahwa semangat perjuangan dapat menembus batas tradisi klub besar.

About the Author

Marshauwn Marshauwn Agatho Avatar