Pemkab Boalemo Rayakan Ramah Tamah Perpisahan Kajari Boalemo, Simbol Kebersamaan dan Harapan Baru

Back to Bali – 26 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Boalemo menggelar acara ramah tamah perpisahan Kajari Boalemo pada Senin, 22 April 2026, di Balai..

3 minutes

Read Time

Pemkab Boalemo Rayakan Ramah Tamah Perpisahan Kajari Boalemo, Simbol Kebersamaan dan Harapan Baru

Back to Bali – 26 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Boalemo menggelar acara ramah tamah perpisahan Kajari Boalemo pada Senin, 22 April 2026, di Balai Desa Wonosari, Kabupaten Boalemo. Acara yang dihadiri oleh Bupati Boalemo, Dr. H. Suherman, beserta jajaran perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan lembaga swadaya masyarakat, menjadi momen penting untuk menutup fase kerja sama antar‑lembaga yang telah berlangsung selama tiga tahun.

Tujuan dan Latar Belakang Perpisahan

Kajari (Kawasan Kerja Sama) Boalemo dibentuk pada tahun 2023 sebagai inisiatif untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan lembaga non‑pemerintah dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, serta pelestarian lingkungan hidup di wilayah Boalemo. Selama masa operasionalnya, Kajari berhasil menyalurkan lebih dari 150 juta rupiah bantuan dana hibah, menyelesaikan tiga proyek jalan desa, dan meluncurkan program beasiswa bagi 200 pelajar berprestasi.

Namun, pada akhir 2025, evaluasi internal menunjukkan bahwa tujuan utama Kajari telah tercapai dan struktur organisasi perlu disesuaikan dengan kebijakan baru pemerintah provinsi. Oleh karena itu, keputusan untuk mengakhiri Kajari Boalemo diambil secara musyawarah bersama, dengan harapan bahwa hasil‑hasil yang telah dicapai dapat diintegrasikan ke dalam program kerja pemerintah kabupaten secara berkelanjutan.

Rangkaian Acara

  • 08.00 WIB – Pembukaan oleh Sekretaris Daerah Boalemo
  • 08.15 WIB – Sambutan Bupati Boalemo
  • 08.45 WIB – Paparan capaian Kajari selama tiga tahun
  • 09.30 WIB – Penyerahan simbolik piagam penghargaan kepada anggota Kajari
  • 10.00 WIB – Sesi tanya‑jawab dengan warga
  • 10.30 WIB – Hiburan budaya daerah (tari tor-tor, musik tradisional)
  • 11.15 WIB – Penutup dan foto bersama

Penekanan Bupati pada Keberlanjutan

Dalam sambutannya, Bupati Boalemo menekankan bahwa penutupan Kajari bukan berarti penghentian semua program yang telah digalakkan. “Kami berkomitmen untuk mengintegrasikan semua proyek yang telah dijalankan oleh Kajari ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2026‑2030,” ujar Bupati Suherman. Ia menambahkan bahwa alokasi anggaran untuk proyek‑proyek prioritas akan tetap dipertahankan, sementara tim teknis yang terlibat akan dialihkan ke unit kerja terkait di Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pendidikan.

Reaksi Masyarakat dan Tokoh

Warga yang hadir memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan acara. “Kami merasa bangga karena Kajari telah memberi dampak nyata di desa kami, terutama melalui perbaikan jalan yang memudahkan transportasi hasil pertanian,” kata Budianto, Ketua Karang Taruna Wonosari.

Tokoh agama setempat, Kiai Haji Ahmad, juga menyampaikan harapan agar semangat kebersamaan yang terjalin selama ini tidak terhenti. “Semangat gotong‑royong dan kerja sama lintas sektor harus terus dipupuk, karena itulah kunci pembangunan yang inklusif,” ujar Kiai Ahmad.

Langkah Selanjutnya

Setelah penyerahan piagam penghargaan, tim Kajari akan menyerahkan semua dokumen resmi, laporan keuangan, serta aset material kepada Dinas Administrasi Umum. Selanjutnya, Dinas terkait akan melakukan audit internal untuk memastikan semua penggunaan dana telah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Boalemo berencana mengadakan forum evaluasi tahunan selama dua tahun ke depan, guna memantau implementasi proyek‑proyek yang telah dikerjakan oleh Kajari. Forum ini akan melibatkan perwakilan masyarakat, akademisi, serta sektor swasta, dengan tujuan memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam penggunaan anggaran.

Acara ramah tamah perpisahan ini tidak hanya menjadi penutup sebuah program kerja, melainkan juga simbol komitmen bersama untuk terus memajukan Boalemo melalui kolaborasi yang lebih terstruktur. Dengan menata kembali mekanisme kerja sama, diharapkan Kabupaten Boalemo dapat melanjutkan langkah‑langkah pembangunan yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan warga, dan memperkuat daya saing daerah di tingkat provinsi maupun nasional.

About the Author

Kanya Virtudes Virtudes Avatar